Sekilas, hewan berwarna hijau tersebut nampak serupa dengan serupa dengan katak lain. Namun, kamu tak boleh menilainya hanya dari penampilan. Ia merupakan katak yang beracun, punya suara mirip tikus, dan bisa melapisi telur dengan lapisan lengket. Yuk, kita ulik berbagai fakta unik kongkang racun di bawah ini.
5 Fakta Unik Kongkang Racun, Katak Hijau Beracun Asli Jawa

- Kongkang racun adalah katak hijau asli Jawa yang hidup di hutan, sungai, dan bebatuan lembap hingga ketinggian 1.700 mdpl, namun habitatnya mulai rusak dan tercemar.
- Katak ini mengeluarkan racun dari kulitnya yang tidak berbahaya bagi manusia jika tidak tertelan, tetapi bisa melumpuhkan predator yang mencoba menyerangnya.
- Kongkang racun bersuara mirip tikus, memakan serangga kecil seperti lalat dan capung, serta melindungi telurnya dengan lapisan lengket agar aman dari predator.
Di tengah padatnya Pulau Jawa ternyata hewan liar masih bisa hidup dengan cukup tenang. Salah satunya adalah amfibi yang biasanya hidup di hutan, pegunungan, dan area lembap. Amfibi yang menghuni Pulau Jawa juga beragam, contohnya adalah kongkang jawa atau Odorrana hosii.
1. Kongkang racun hidup di sungai dan bebatuan basah

Dilansir GBIF, kongkang racun bisa dijumpai di beberapa daerah, seperti Semenanjung Malaya, Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Layaknya katak lain, habitat utamanya mencakup hutan, pinggir sungai, danau, genangan air, bebatuan, pepohonan yang basah, dan dataran tinggi dengan ketinggian yang mencapai 1.700 mdpl. Sayangnya, hutan yang menjadi habitat utamanya mulai rusak dan tercemar. Walau populasi kongkang racun masih melimpah, tapi kerusakan habitat pasti berdampak besar pada eksistensinya.
2. Kongkang racun bisa mengeluarkan racun dari kulitnya

Dilansir Wild Herps, katak ini memiliki racun yang ia keluarkan dari kulitnya. Untungnya, racun tersebut tidak berbahaya selama tidak tertelan oleh manusia. Karena itu, setelah menangkap atau menggenggam katak ini kamu harus mencuci tangan agar racunnya hilang dan tidak menempel di kulit. Untuk predator sendiri racun ini cukup merepotkan karena bisa menyebabkan komplikasi serius. Di beberapa kesempatan, bahkan racunnya sanggup melumpuhkan predator.
3. Kongkang racun punya suara mirip tikus

Berbeda dari katak lain yang suaranya lantang dan keras, suara kongkang racun justru memiliki volume yang kecil. Laman iNaturalist menerangkan bahwa suara kongkang racun lebih mirip dengan suara tikus daripada suara katak. Jika dideskripsikan, katak ini bisa mengeluarkan suara "cit" yang serupa dengan suara anak tikus atau tikus berurukan kecil. Jika tidak teliti, kamu akan kesulitan mengidentifikasi hewan ini dari suaranya. Daripada mengandalkan suara, kamu harus memahami habitat dan kebiasaan kongkang racun jika ingin menemukannya.
4. Makanan utama kongkang racun adalah serangga

Laman Picture Animal menjelaskan kalau makanan utama kongkang racun adalah invertebrata kecil seperti serangga. Pilihan serangga yang ia makan sangat bervariasi tergantung dari ketersediaan makanan. Jika populasi lalat sedang memludak maka ia akan memakan lalat. Di sisi lain, saat populasi capung mulai naik di musim hujan maka makanannya berasil ke capung. Seperti spesies lain, kongkang racun berburu dengan cara mengendap. Ia akan berkamuflase, mengendap-endap, dan kemudian menangkap mangsa dengan lidahnya yang lengket.
5. Telurnya dilapisi lapisan protektif yang lengket

Dilansir Thai National Parks, kongkang racun akan menaruh telur-telurnya di dalam air. Agar aman dari predator, telur-telur dilapisi lapisan protektif yang lengket dan tipis. Lapisan protektif tersebut berwarna krem, mampu melindungi telur dari predator, dan membuat telur-telurnya menetap di satu tempat serta tidak berhamburan kemana-mana. Setelah beberapa saat, telur kongkang racun akan menetas menjadi kecebong.
Dari berbagai fakta unik kongkang racun tersebut kamu jadi tambah mengenal dan memahami kehidupan katak berwarna hijau tersebut. Karena merupakan hewan asli Indonesia, eksistensinya juga harus dijaga. Kamu tak boleh memburu, merusak habitat, atau memusnahkan kongkang racun. Sebaliknya, jaga habitatnya, lindungi kehidupannya, dan jangan pernah mengganggu kongkang racun di alam.



















