Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Tiwanaku Bolivia, Peradaban yang Lebih Tua dari Suku Inca

5 Fakta Tiwanaku Bolivia, Peradaban yang Lebih Tua dari Suku Inca
Tiwanaku (commons.wikimedia.org/CivArmy)
Intinya Sih
  • Tiwanaku berkembang antara tahun 400–900 Masehi sebagai pusat keagamaan, politik, dan administratif di dataran tinggi Andes, jauh sebelum Kekaisaran Inca mencapai masa kejayaannya.
  • Situs ini menampilkan arsitektur batu monumental seperti Kuil Kalasasaya, Piramida Akapana, dan Gerbang Matahari yang menunjukkan kemajuan teknik konstruksi masyarakat Tiwanaku.
  • Dengan sistem pertanian sukakollos dan pengaruh budaya luasnya, Tiwanaku diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia sejak tahun 2000 karena nilai sejarah dan arkeologinya yang luar biasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tiwanaku merupakan salah satu situs arkeologi paling penting di Bolivia yang berdiri di dataran tinggi dekat Danau Titicaca. Kawasan ini menjadi pusat peradaban Tiwanaku yang berkembang jauh sebelum Kekaisaran Inca mencapai puncak kejayaannya. Hingga kini, sisa bangunan batu raksasa di lokasi tersebut masih menjadi bukti kemajuan masyarakat Andes pada masa lampau.

Keunikan Tiwanaku tidak hanya terletak pada usianya, tetapi juga pada pencapaian arsitektur, pertanian, dan pengaruh budayanya yang luas. Menurut UNESCO, kawasan ini pernah menjadi pusat spiritual dan politik sebuah peradaban besar yang berpengaruh di wilayah Andes selatan selama beberapa abad. Beragam fakta tersebut menjadikan Tiwanaku sebagai salah satu situs kuno paling menarik untuk dipelajari.

1. Berkembang jauh sebelum Kekaisaran Inca

Tiwanaku
Tiwanaku (commons.wikimedia.org/Pavel Špindler)

Dilansir dari UNESCO, Tiwanaku bermula sebagai permukiman kecil yang kemudian berkembang menjadi kota terencana antara sekitar tahun 400 hingga 900 Masehi. Pada masa itu, kota ini menjadi pusat peradaban yang memiliki fungsi keagamaan, politik, dan administratif. Perkembangan tersebut terjadi berabad abad sebelum Kekaisaran Inca mencapai masa kejayaannya pada abad ke 15.

Menurut Smithsonian Magazine, negara Tiwanaku menjadi salah satu kekuatan utama di kawasan Andes pada milenium pertama. Pengaruhnya meluas ke wilayah yang kini menjadi Bolivia, Chili utara, hingga Peru selatan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Tiwanaku telah memainkan peran penting dalam sejarah Andes jauh sebelum munculnya Kekaisaran Inca.

2. Menjadi kota monumental di dataran tinggi Andes

Tiwanaku
Tiwanaku (commons.wikimedia.org/LBM1948)

Menurut UNESCO, Tiwanaku berada di dekat pesisir selatan Danau Titicaca pada ketinggian sekitar 3850 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar kota kunonya memang telah tertutup permukiman modern, tetapi kompleks batu monumental di pusat upacara masih bertahan. Tata ruang kota juga dirancang menghadap ke arah mata angin dengan sistem drainase bawah tanah yang kompleks.

Dilansir dari UNESCO Courier, lokasi ini dikenal sebagai salah satu situs arkeologi paling mengesankan di Amerika Selatan karena berdiri di dataran tinggi yang ekstrem. Kota tersebut memanfaatkan teknik konstruksi dan tata ruang yang menunjukkan kemampuan perencanaan yang sangat maju. Keberadaan bangunan besar di lingkungan seperti itu menjadi salah satu pencapaian penting masyarakat Tiwanaku.

3. Memiliki bangunan batu yang sangat mengagumkan

Tiwanaku
Tiwanaku (pexels.com/Gu Bra)

Menurut UNESCO, kawasan upacara Tiwanaku terdiri atas sejumlah bangunan monumental seperti Kuil Semi-underground, Kuil Kalasasaya, Piramida Akapana, dan Pumapunku. Setiap bangunan mencerminkan tahapan perkembangan budaya Tiwanaku dalam bidang keagamaan dan pemerintahan. Balok batu yang digunakan dipahat dengan sangat presisi sehingga terlihat sangat mengagumkan.

Salah satu ikon paling terkenal adalah Gerbang Matahari yang dipahat dari satu bongkah batu andesit. Relief pada gerbang tersebut menampilkan sosok dewa di bagian tengah yang dikelilingi berbagai figur lain. Menurut penafsiran yang dijelaskan UNESCO, susunan relief itu berkaitan dengan kalender pertanian masyarakat Tiwanaku.

4. Mengembangkan teknologi pertanian yang inovatif

Tiwanaku
Tiwanaku (commons.wikimedia.org/CLAUDIOLD)

Menurut UNESCO, kekuatan ekonomi Tiwanaku dibuktikan oleh sekitar 50000 lahan pertanian yang dikenal sebagai sukakollos. Sistem tersebut menggunakan teknologi irigasi yang membantu masyarakat beradaptasi dengan kondisi iklim dataran tinggi. Lahan itu memungkinkan kegiatan bercocok tanam berlangsung secara lebih stabil.

UNESCO juga menjelaskan bahwa lahan buatan tersebut menjadi kontribusi penting bagi perkembangan pertanian di kawasan Andes. Inovasi itu mendukung keberlanjutan produksi pangan sehingga ikut mendorong perkembangan budaya Tiwanaku. Teknologi pertanian tersebut kemudian diadopsi oleh peradaban yang muncul setelahnya hingga mencapai wilayah Cusco.

5. Diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO

Tiwanaku
Tiwanaku (unsplash.com/Matheus Oliveira)

Tiwanaku diakui sebagai Warisan Dunia karena menjadi bukti luar biasa mengenai kekuatan salah satu peradaban pra Inca paling penting di kawasan Andes. Kompleks arkeologi ini memperlihatkan pencapaian dalam arsitektur upacara, seni, serta organisasi politik masyarakat Tiwanaku. Nilai sejarahnya menjadikan situs tersebut memiliki arti penting bagi warisan budaya dunia.

Dilansir dari UNESCO Courier, Tiwanaku resmi masuk dalam Daftar Warisan Dunia pada tahun 2000. Meski telah mengalami penjarahan dan kerusakan selama berabad abad, situs ini tetap menjadi tujuan penelitian arkeologi dan wisata budaya. Berbagai upaya pelestarian terus dilakukan agar peninggalan bersejarah tersebut dapat dipertahankan untuk generasi mendatang.

Tiwanaku memperlihatkan bahwa peradaban di kawasan Andes telah mencapai tingkat perkembangan yang tinggi jauh sebelum kemunculan Kekaisaran Inca. Kota ini meninggalkan warisan berupa arsitektur monumental, teknologi pertanian, dan pengaruh budaya yang luas di Amerika Selatan. Berkat nilai sejarah dan arkeologinya yang luar biasa, Tiwanaku tetap menjadi salah satu situs kuno paling penting di dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More