Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Tibetan Fox, Dapat Beradaptasi di Suhu Dingin dan Panas

5 Fakta Tibetan Fox, Dapat Beradaptasi di Suhu Dingin dan Panas
Tibetan fox (commons.wikimedia.org/Fstoger)
Intinya Sih
  • Tibetan fox ditemukan sebagai spesies baru di Pegunungan Himalaya pada 2005 dan hidup di dataran tinggi Tibet hingga India dengan kemampuan adaptasi suhu ekstrem dari -40°C hingga 30°C.
  • Hewan ini memiliki wajah persegi, bulu ganda untuk menahan dingin, serta dimorfisme seksual antara jantan dan betina; mereka hidup berpasangan seumur hidup dan membesarkan anak bersama.
  • Tibetan fox bekerja sama dengan beruang coklat saat berburu pika, sementara ancaman utama berasal dari perburuan manusia meski populasinya masih tergolong stabil menurut IUCN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tibetan fox adalah spesies canidae berasal dari Asia. Mereka baru ditemukan di India sebagai spesies rubah baru tepatnya di Pegunungan Himalaya pada 2005, dilansir roundglasssustain. Tibetan fox bernama ilmiah (vulpes ferrilata) artinya 'rubah dengan sisi abu-abu besi'.

Pada 2012, ciri fisik tibetan fox baru muncul di permukaan sosial media dan tibetan fox sering dijadikan meme dan viral. Tibetan fox juga ditemukan di dataran tinggi Tibet. Mari simak lebih lanjut seperti apa trivia tibetan fox.

1. Habitat tibetan fox

Tibetan fox
Tibetan fox (commons.wikimedia.org/betawolf311)

Tibetan fox mendiami ketinggian mencapai 5.000 m di semua habitatnya. Di India, tibetan fox hanya ditemukan di dataran tinggi Trans-Himalaya. Di luar India, tibetan fox ditemukan di dataran tinggi Tibet, dataran tinggi Ladakh, Sikkim, Nepal dan Bhutan.

Untuk beragam habitat tibetan fox meliputi lanskap tanpa pepohonan, stepa gurun, padang rumput semi-kering dan kering. Hebatnya lagi, tibetan fox dapat hidup di suhu panas 30 derajat celcius dan -40 derajat celcius suhu dingin.

2. Karakteristik fisik sang rubah

Tibetan fox
Tibetan fox (commons.wikimedia.org/James Eaton)

Wajahnya berbentuk persegi dengan moncong yang tumpul dan lebar. Bulunya berwarna abu-abu pucat/coklat muda dengan bagian bawah terlihat putih. Ditambah, terdapat garis kemerahan yang kontras di sepanjang punggungnya.

Terdapat bulu ganda pada tibetan fox: bulu bagian dalam yang tebal dan bulu panjang dapat beradaptasi dengan cuaca dingin dan angin di dataran tinggi. Panjang rubah pada umumnya 70 cm dan ekornya 40 cm serta memiliki berat 5 kg.

Terdapat dimorfisme seksual di mana jantan rata-rata sedikit lebih besar dan berat daripda betina. Perkembangan kelenjar susu pada betina hanya terlihat saat masa menyusui.

3. Kehidupan sosial tibetan fox

Tibetan fox
Tibetan fox (commons.wikimedia.org/James Eaton)

Biasanya suasana pacaran terjadi dari akhir Februari hingga awal Maret. Jika pasangan sepakat hidup bersama, maka itu bersifat seumur hidup. Keduanya bertanggung jawab untuk membesarkan anak bersama-sama.

Betina biasanya melahirkan lima anak rubah dan akan tinggal bersama induknya selama 10 bulan. Pada musim kawin, betina dan jantan saling berbagi sarang dan menandai wilayah jelajah itu dengan aroma. Uniknya, karena sarangnya berdekatan, kita bisa melihat beberapa pasangan lewat liang.

4. Tibetan fox berburu mangsa

Tibetan fox
Tibetan fox (commons.wikimedia.org/Fstoger)

Tibetan fox menjalin hubungan yang erat dengan beruang coklat. Sebab, tibetan fox belajar langsung cara menangkap mangsa yang dilakukan oleh beruang coklat saat menangkap pika sebagai mangsa.

Tercipta kerja sama yang cukup baik antara tibetan fox dan beruang coklat. Tibetan fox mencoba menangkap pika ketika beruang coklat menggali liang pika. Jika gagal ditangkap maka pika akan melarikan diri ke ujung liang yang lain.

Jika tibetan fox berburu sendirian, mereka akan melakukannya di siang bolong. Pika yang masuk ke wilayah tibetan fox berada akan menguntil pika dan menyerangnya.

Wilayah yang dimaksud adalah padang rumput juga merupakan habitat utama dari pika. Moncong dan rahangnya yang kuat digunakan untuk mengunyah pika. Deretan mangsa tibetan fox lainnya: marmut, antelop, rusa kesturi dan kadal.

5. Ancaman bagi tibetan fox, namun populasinya masih stabil

Tulang tibetan fox
Tulang tibetan fox (commons.wikimedia.org/Foxleon423)

Tibetan fox hidup di atas gunung sehingga tidak menghadapi ancaman alam langsung maupun tidak mempunyai predator kecuali manusia yang mengincar sang rubah.

Tibetan fox umumnya dijebak dan dibunuh untuk diambil bulunya untuk dijadikan topi dan komoditi perdagangan satwa liar. Namun, diketahui bahwa IUCN mengklasifikasikan tibetan fox sebagai resiko rendah atau aman dari kepunahan.

Sebenarnya masih banyak yang belum dipelajari tibetan fox ini oleh para peneliti. Dikarenakan tibetan fox masih termasuk spesies baru sejak 2005. Demikian trivia tentang tibetan fox ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More