Nyamuk melewati proses perkembangbiakan dengan metamorfosis sempurna. Mereka memerlukan air untuk berkembang biak. Untuk bisa terbang bebas, setiap nyamuk akan melewati empat tahapan siklus hidup. Setiap fase memiliki karakteristik unik tersendiri. Lantas, bagaimana siklus hidup nyamuk? Simak di bawah ini!
4 Siklus Hidup Nyamuk, Bagaimana Nyamuk Berkembang Biak?

1. Telur
Siklus hidup nyamuk bermula ketika nyamuk betina mengisap darah manusia atau hewan. Kemudian, nyamuk akan mencari tempat untuk berkembang biak. Lokasi bertelur bisa bervariasi tergantung spesies, mulai dari permukaan, wadah, atau tanah yang tergenang air.
Nyamuk betina akan mengeluarkan telur satu per satu atau berkelompok seperti membentuk rakit yang mengapung di air. Nyamuk Culex, misalnya, bertelur dengan membentuk kelompok, sedangkan nyamuk Anopheles atau Aedes aegypti meletakkan telur satu per satu. Menariknya, telur nyamuk bisa bertahan lama di tempat kering sampai area tersebut tergenang air.
2. Larva
Telur nyamuk biasanya membutuhkan waktu selama 24—48 jam untuk menetas menjadi larva atau jentik nyamuk. Fase larva sepenuhnya terjadi di dalam air, tempat larva makan dan bertumbuh. Selama 4 hingga 14 hari, larva akan hidup di dalam air tergantung pada suhu air.
Karena tidak memiliki insang, larva akan mengapung di dekat permukaan. Mereka bernapas menggunakan tabung pernapasan yang disebut sifon. Alga, plankton, jamur, bakteri, dan mikroorganisme lainnya merupakan makanan larva nyamuk.
Selama fase ini, larva akan berganti kulit (molting) sebanyak empat kali. Tahapan pergantian kulit ini disebut juga instar. Tubuh mereka akan menjadi lebih besar sekitar 0,5 hingga 0,75 inci setelah instar pertama hingga instar keempat.
3. Kepompong
Selanjutnya, larva nyamuk akan berubah menjadi kepompong atau pupa. Fase ini berlangsung selama 1 hingga 4 hari tergantung pada spesies dan suhu. Karena punya bentuk yang ringan, kepompong akan mengapung di permukaan.
Kepompong berbentuk seperti koma dengan kepala dan dada menyatu. Jika pada tahap sebelumnya larva aktif bergerak dan makan, dalam bentuk kepompong mereka tidak makan sama sekali. Meski begitu, kepompong tetap melalui tabung kecil di bagian atas kepala.
4. Dewasa
Inilah tahap terakhir dari siklus hidup nyamuk. Begitu proses transformasi dalam kepompong selesai, nyamuk dewasa akan keluar. Namun, mereka gak langsung bisa terbang, melainkan menunggu hingga tubuh mereka kering.
Setelah 1 sampai 2 hari, nyamuk akan kawin dan mencari inang untuk mendapatkan makanan. Nyamuk betina akan mencari darah untuk mendapatkan protein agar bisa memproduksi telur. Sementara, nyamuk jantan memakan nektar bunga atau sumber gula lain yang sesuai.
Berapa lama masa hidup nyamuk?
Nyamuk dewasa punya berat tubuh sekitar 2 hingga 2,5 miligram dengan kecepatan terbang 1,5 sampai 2,5 kilometer per jam. Lamanya masa hidup nyamuk sangat dipengaruhi oleh kelembapan udara. Semakin lembab udara sekitar, masa hidup mereka akan semakin panjang.
Biasanya, masa hidup nyamuk jantan lebih pendek daripada nyamuk betina. Jika nyamuk betina bisa hidup sekitar 3—4 minggu, berbeda dengan nyamuk jantan yang dapat hidup sekitar 10 hari hingga 1 minggu. Masa hidup nyamuk juga bisa ditentukan dari spesies.
Jadi, nyamuk melalui empat tahap siklus hidup, yakni telur, larva, kepompong, dan nyamuk dewasa. Untuk menjadi nyamuk dewasa, dibutuhkan waktu antara 8 hingga 14 hari. Siklus hidup nyamuk ini ditentukan oleh beberapa faktor, seperti suhu dan kualitas sumber makanan.
Curated For You
- Ikan Pari Berkembang Biak dengan Cara Apa? Ini Penjelasannya!15 Agu 2026, 13:15 WIB
- 5 Fakta Sweet Pea, Tanaman Berbunga Harum yang Penuh Warna15 Agu 2026, 10:25 WIB
- 5 Fakta Perija Thistletail, Burung Unik dengan Ekor Menawan dari Andes14 Agu 2026, 15:49 WIB