Comscore Tracker

Fakta Suku Sentinel, Penduduk Pulau Terpencil yang Jauh dari Peradaban

Suku ini masih primitif dan sangat waspada dengan pendatang

Di zaman yang semakin canggih ini, teknologi sudah meluas ke seluruh penjuru dunia. Tentu akan aneh jika ada satu tempat didunia ini yang bahkan belum tersentuh dengan teknologi. Namun ternyata, ada juga 1 suku terpencil yang masih tergolong primitif dan tidak tersentuh oleh peradaban manusia yang kian berubah.

Suku itu adalah suku Sentinel yang mendiami pulau Sentinel Utara di Kepulauan Andaman. Mereka dikenal sangat tidak ramah dengan pendatang asing, bahkan beberapa orang yang berusaha memasuki pulau tersebut ada yang meregang nyawa dan terluka karena terkena panah. Meskipun begitu, suku ini banyak menyimpan fakta-fakta yang menarik untuk dipelajari. Penasaran? Ini dia penjelasannya.

1. Suku Sentinel adalah penduduk asli Kepulauan Andaman

Fakta Suku Sentinel, Penduduk Pulau Terpencil yang Jauh dari Peradabanallthatsinteresting.coml

Suku Sentinel mendiami pulau Sentinel utara, yang masih jadi bagian dari kepulauan Andaman, India. Pulau ini mempunyai luas sekitar 59,6 km², dan hanya berjarak 142 km dari pulau Sumatra. Suku Sentinel yang jadi penghuni pulau ini adalah orang Negrito, yaitu kelompok etnik berkulit hitam yang berasal dari benua Afrika. Mereka bermigrasi ke pulau Sentinel melalui Indonesia sekitar 60 ribu tahun yang lalu.

2. Hidup primitif

Fakta Suku Sentinel, Penduduk Pulau Terpencil yang Jauh dari Peradabanyolvemacera.com

Dengan kehidupan di pulau yang terisolasi, suku Sentinel dipercaya masih hidup layaknya manusia pada zaman Batu. Mereka belum mengenal bercocok tanam, alat logam, pakaian dan hidup secara nomaden (berpindah-pindah). Mereka masih mengandalkan busur dan panah untuk berburu dan menangkap ikan. Belum lagi kewaspadaan mereka terhadap pengunjung asing membuat masuknya teknologi ke pulau ini dianggap hampir mustahil.

3. Belum tersentuh penyakit modern

Fakta Suku Sentinel, Penduduk Pulau Terpencil yang Jauh dari Peradabanallthatsinteresting.com

Suku Sentinel tidak mengenal peradaban modern, karena itu mereka juga tidak tersentuh dan mungkin tidak akan tahan oleh penyakit-penyakit modern seperti kanker atau HIV. Setiap kontak luar pada akhirnya akan mengakibatkan kematian seluruh suku, itulah sebabnya pemerintah India tidak melakukan kontak lebih jauh dengan suku ini.

Selain itu, pemerintah India juga memberlakukan penyangga dengan jarak 3 mil di sekitar pulau Sentinel Utara. Area ini dipatroli oleh angkatan laut India untuk memastikan bahwa tidak ada kontak dengan suku Sentinel tanpa izin dari pemerintah India.

Baca Juga: Dijamin Halal, 7 Makanan Khas Suku Uyghur China yang Wajib Kamu Coba

4. Bahasa belum diketahui

Fakta Suku Sentinel, Penduduk Pulau Terpencil yang Jauh dari Peradabanvirale.ro

Pertama kali dunia modern mendengar bahasa Sentinel adalah pada tahun 1980. Kala itu, peneliti mencoba untuk berkomunikasi dengan suku Sentinel. Meskipun gagal berinteraksi karena kendala bahasa, para peneliti mencoba mendengar beberapa kata yang digunakan penduduk pulau untuk saling berkomunikasi diantara mereka sendiri.

Pada akhirnya peneliti hanya bisa menyimpulkan kalau bahasa mereka bahkan tidak terkait dengan bahasa dari suku-suku terdekat, dan sampai sekarang bahasa Sentinel masih belum bisa dimengerti oleh dunia.

5. Selamat dari bencana tsunami tahun 2004

Fakta Suku Sentinel, Penduduk Pulau Terpencil yang Jauh dari Peradabanmarinebuzz.com

Masih ingat dengan tsunami Aceh tahun 2004? Tsunami yang mengancam pulau Sumatra ini rupanya juga berdampak pada India, Thailand, Sri Lanka dan tak terkecuali Kepulauan Andaman. Khawatir dengan kehidupan suku Sentinel, Pemerintah India lalu mengirim helikopter untuk memantau situasi di pulau Sentinel pasca tsunami. Berdasarkan survei, Suku Sentinel berhasil selamat dengan tidak atau hanya sedikit korban, sedangkan tsunami tersebut menewaskan sekitar 230 ribu orang di negara-negara lainnya. 

Beradaptasi dengan cukup baik menurut antropolog, orang orang suku Sentinel mungkin telah diselamatkan oleh pengetahuan kuno tentang lingkungan. Mereka menjadi waspada terhadap bahaya yang akan datang dengan mempelajari pergerakan angin, laut, dan burung. Mereka juga diyakini memiliki indra keenam, memprediksi datangnya bencana dan pindah ketempat yang lebih tinggi untuk menghindari tsunami tersebut.

6. Alasan suku Sentinel sangat waspada dengan pengunjung asing

Fakta Suku Sentinel, Penduduk Pulau Terpencil yang Jauh dari Peradabanscientificmystery.com

Masih ingat dengan insiden John Allen Chau yang meninggal karena nekat masuk ke pulau Sentinel? Tragedi yang terjadi tahun 2018 lalu yang cukup menyita perhatian publik ini diawali dengan John yang merupakan seorang misionaris hendak melakukan kontak dengan penduduk suku. John dikatakan tewas ditembak dengan panah. Bercermin dengan kasus ini, suku Sentinel memang sangat waspada ke pengunjung asing.

Hal ini mungkin dimulai dari ekspedisi pertama ke pulau tersebut pada tahun 1880. Maurice Vidal Portman, seorang perwira angkatan laut Inggris dan administrator kolonial ke Kepulauan Andaman dan Nicobar, memimpin ekspedisi ke Pulau Sentinel Utara. Setibanya mereka di sana, penduduk pulau ketakutan dan melarikan diri demi keselamatan.

Menetap di sana selama beberapa hari, Portman menemukan 6 orang penduduk Sentinel, pasangan lansia dan empat sisanya adalah anak-anak. Portman menangkap mereka dan membawa mereka ke Port Blair, namun tak selang beberapa lama pasangan lansia tersebut meninggal, kemungkinan karena suatu penyakit.

Dalam upaya berteman dengan Sentinel, Portman mengirim anak-anak kembali dengan hadiah. Meskipun begitu ekspedisi mereka dianggap gagal dan dalam buku yang ditulis Portman pada tahun 1899, ia mengatakan "Kita tidak bisa dikatakan telah melakukan apa pun selain meningkatkan teror dan permusuhan (mereka) terhadap para pendatang"

Wah, setelah melihat fakta-fakta di atas, bagaimana menurutmu tentang suku Sentinel ini?

Baca Juga: Walau Sama-sama Pendidik, Namun Guru di Pedalaman Berbeda dengan yang di Kota

Trisnaynt Photo Verified Writer Trisnaynt

Balinese

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya