Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar di Dunia?

ilustrasi bendera Venezuela
ilustrasi bendera Venezuela (commons.wikimedia.org/Aerra Carnicom)
Intinya sih...
  • Venezuela terletak di zona batas lempeng antara Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan.
  • Pergerakan relatif lempeng menyebabkan deformasi, sistem sesar aktif, dan gempa bumi di wilayah utara Venezuela.
  • Sabuk minyak Orinoco Venezuela memiliki luas wilayah sekitar 50 ribu km persegi dan menyimpan lebih dari 1 triliun barel minyak berat.
  • Diperkirakan 513 miliar barel minyak berat bisa dipulihkan secara teknis.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Venezuela kerap disebut sebagai negara dengan cadangan minyak mentah terbesar di dunia, bahkan melampaui Arab Saudi. Di atas kertas, kekayaan ini terdengar seperti tiket emas menuju kemakmuran. Namun, di balik angka-angka fantastis tersebut, tersimpan cerita panjang tentang bagaimana Bumi bekerja jauh sebelum manusia mengebor sumur minyak pertamanya.

Cadangan minyak raksasa Venezuela bukan muncul begitu saja. Proses geologi selama jutaan tahun, mulai dari pergerakan lempeng tektonik, pengendapan material organik purba, hingga terbentuknya cekungan sedimen raksasa seperti Orinoco Belt, memainkan peran krusial. Kombinasi faktor alam inilah yang membuat wilayah ini “diberkahi” minyak dalam jumlah luar biasa, sekaligus menjadikannya laboratorium alam yang menarik untuk dibahas dari sudut pandang sains.

1. Letak geologis Venezuela sangat menguntungkan

ilustrasi peta Venezuela
ilustrasi peta Venezuela (commons.wikimedia.org/Miguel Tejera)

Secara geologi, Venezuela terletak di zona batas lempeng  antara Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan. Batas ini bukan zona subduksi yang sederhana, melainkan terdiri dari serangkaian sesar geser aktif seperti sistem Sesar Bocono, San Sebastian, hingga El Pilar di bagian utara yang mencerminkan geseran lateral antara kedua lempeng. Dilansir laman Britannica, pergerakan relatif Lempeng Karibia ke timur terhadap Lempeng Amerika Selatan menyebabkan deformasi, sistem sesar aktif, dan gempa bumi sesekali di wilayah utara Venezuela. Wilayah pegunungan seperti Andes Merida terbentuk oleh kompresi dan tekanan dari interaksi tektonik ini, sedangkan bagian dalam negara, termasuk cincin dataran tinggi Guiana Shield dengan batuan yang sangat tua. Interaksi ini juga berperan dalam pembentukan cekungan sedimen besar seperti Maracaibo Basin dan Eastern Venezuela Basin, yang menjadi kawasan pengendapan sedimen tebal dan sumber utama cadangan minyak dan gas di negara tersebut.

2. Cekungan Orinoco, gudang minyak mentah dunia

potret wilayah Orinoco, Venezuela
potret wilayah Orinoco, Venezuela (commons.wikimedia.org/jkaiser)

Venezuela menjadi salah satu negara yang memiliki gudang minyak terbesar di planet ini. Berdasarkan penilaian dari USGS, sabuk minyak Orinoco Venezuela memiliki luas wilayah sekitar 50 ribu km persegi dan menyimpan lebih dari 1 triliun barel minyak berat di dalam perut Bumi. Dari jumlah tersebut diperkirakan 513 miliar barel minyak berat bisa dipulihkan secara teknis, dengan rentang kemungkinan 380 sampai 652 miliar barel jika teknologi dan metode produksi diterapkan dengan tepat. Angka ini menjadikan Orinoco Oil Belt sebagai salah satu cadangan  minyak yang dapat diambil terbesar di dunia, jauh melampaui banyak ladang minyak besar lainnya dan menunjukkan betapa besarnya potensi energi yang tersembunyi di wilayah timur Venezuela.

3. Warisan laut purba jutaan tahun lalu

potret sebagian wilayah Venezuela dari citra satelit
potret sebagian wilayah Venezuela dari citra satelit (commons.wikimedia.org/Jeff Schmaltz, MODIS Land Rapid Response Team, NASA GSFC)

Cadangan minyak raksasa di Venezuela, Trinidad hingga Guyana-Suriname ternyata tidak muncul begitu saja. Di baliknya, ada peran penting batuan sumber berumur Kapur yang terbentuk jutaan tahun lalu di lingkungan laut dalam yang miskin oksigen. Dilansir laman U3 Explore, formasi seperti Querecual, Naparima Hill, dan Canje menjadi “dapur” utama pembentuk minyak, dengan kandungan bahan organic tinggi dan kerogen tipe 2 yang sangat ideal untuk menghasilkan hidrokarbon.

Menariknya, karakteristik batuan sumber di kawasan timur laut Amerika Selatan ini memiliki kemiripan dengan Formasi Eagle Ford di Texas yang sukses dikembangkan sebagai reservoir nonkonvensional. Dengan pendekatan sedimentology detail, biostratigrafi presisi, serta integrasi data geokimia dan seismik modern, potensi eksplorasi batuan sumber kapur di kawasan ini masih sangat terbuka. Tak heran jika wilayah tetangga seperti Guyana-Suriname kini menjadi salah satu hotspot eksplorasi migas paling menjanjikan di dunia.

Pada akhirnya, besarnya cadangan minyak Venezuela bukan semata soal jumlah ladang atau luas wilayahnya, melainkan hasil dari kombinasi geologi yang nyaris sempurna. Lingkungan laut purba yang menghasilkan batuan sumber kaya bahan organik, proses tektonik membantu pematangan minyak, sementara perangkap geologi raksasa seperti Sabuk Orinoco menyimpan hidrokarbon dalam skala luar biasa. Meski sebagian besar berupa minyak berat yang menantang dari sisi teknologi dan biaya, fakta ini menegaskan bahwa Venezuela dianugerahi fondasi geologi yang menjadikannya negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, sebuah potensi besar yang terus menjadi sorotan dalam peta energy global.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us

Latest in Science

See More

Perbedaan Singa Asia dan Afrika, Kerabat yang Tinggalnya Terpisah

23 Jan 2026, 15:15 WIBScience