5 Fakta Hiu Epaulette, Hiu yang Bisa Berjalan di Dasar Laut

- Hiu epaulette dikenal unik karena mampu “berjalan” di dasar laut menggunakan siripnya, hasil adaptasi yang memudahkannya menjelajahi terumbu karang dan celah sempit perairan dangkal.
- Spesies ini dapat bertahan dalam kondisi oksigen rendah berkat adaptasi fisiologis khusus, memungkinkan hidup di kolam pasang surut yang ekstrem dan sulit bagi hiu lain.
- Berukuran kecil, jinak, serta aktif di malam hari, hiu epaulette mudah dikenali lewat bercak gelap khas di belakang sirip dada yang menyerupai tanda pangkat militer.
Saat mendengar kata hiu, banyak orang langsung membayangkan predator besar yang berenang cepat di lautan lepas. Padahal, tidak semua hiu memiliki perilaku seperti itu. Di perairan dangkal tropis, ada spesies unik bernama hiu epaulette (Hemiscyllium ocellatum) yang justru lebih sering “melangkah” di dasar laut dibandingkan berenang bebas di perairan terbuka.
Keunikan tersebut membuat hiu ini tampak berbeda dari kebanyakan kerabatnya. Selain mampu berjalan menggunakan siripnya, ia juga memiliki sejumlah adaptasi menarik yang jarang dimiliki hiu lain. Lalu, apa saja fakta unik tentang hiu yang satu ini? Yuk, simak pembahasannya berikut ini.
1. Benar-benar “berjalan” di dasar laut

Berbeda dari kebanyakan hiu yang mengandalkan gerakan berenang, hiu epaulette benar-benar dapat “berjalan” di dasar laut. Ia menggunakan sirip dada dan sirip perutnya yang lebar seperti dayung untuk mendorong tubuhnya maju. Saat bergerak, tubuhnya sedikit membengkok, sementara kedua pasang sirip tersebut digerakkan secara bergantian sehingga terlihat seperti langkah kaki. Cara bergerak ini membuatnya tampak seperti sedang merangkak di dasar perairan.
Kemampuan tersebut bukan sekadar gerakan unik, melainkan hasil adaptasi yang memungkinkannya menjelajahi terumbu karang dan celah sempit di dasar laut. Struktur otot dan rangkanya memungkinkan hiu ini mengangkat tubuhnya dan memosisikan sirip hampir membentuk sudut tertentu, sehingga berfungsi layaknya “kaki”. Adaptasi inilah yang membuat hiu epaulette berbeda dari sebagian besar hiu lainnya.
2. Mampu bertahan dalam kondisi oksigen rendah

Selain mampu berjalan di dasar laut, hiu epaulette juga memiliki kemampuan bertahan dalam kondisi oksigen rendah atau hipoksia. Spesies ini sering ditemukan di kolam pasang surut yang terpisah dari laut saat air surut, tempat kadar oksigen bisa menurun drastis dan suhu air menjadi lebih hangat. Kondisi seperti ini umumnya sulit ditoleransi oleh banyak ikan dan hiu lainnya.
Namun, hiu epaulette memiliki adaptasi fisiologis khusus yang memungkinkannya tetap bertahan dalam lingkungan tersebut, bahkan hingga sekitar satu jam dengan kadar oksigen sangat rendah. Kemampuan ini memberinya keuntungan untuk mencari makan di area yang tidak dapat dijangkau predator lain, sehingga meningkatkan peluang bertahan hidupnya di habitat perairan dangkal.
3. Ukurannya kecil dan tidak berbahaya bagi manusia

Dibandingkan dengan citra hiu sebagai predator besar dan menakutkan, hiu epaulette justru berukuran relatif kecil. Panjang tubuhnya maksimal sekitar satu meter dengan bentuk tubuh ramping dan gerakan yang cenderung lambat. Ukurannya yang tidak terlalu besar membuatnya jauh berbeda dari hiu-hiu raksasa yang sering muncul dalam film atau pemberitaan.
Selain itu, hiu ini dikenal jinak dan tidak berbahaya bagi manusia. Ia bahkan mudah didekati di perairan dangkal dan terkadang terlihat mendekat di area terumbu karang. Meski dapat menggigit jika dipegang, secara umum spesies ini tidak menunjukkan perilaku agresif dan tidak termasuk hiu yang membahayakan penyelam maupun wisatawan pantai.
4. Memiliki “tanda bahu” yang khas seperti pangkat militer

Salah satu ciri paling mencolok dari hiu epaulette adalah adanya bercak besar berwarna gelap di belakang setiap sirip dada. Bercak ini tampak seperti hiasan di bagian “bahu”, sehingga mengingatkan pada epaulette, yaitu tanda pangkat atau ornamen yang biasa dikenakan pada seragam militer. Dari ciri inilah nama hiu epaulette berasal. Pola tersebut membuat hiu ini mudah dikenali dibandingkan spesies hiu dasar lainnya.
Selain menjadi identitas visual, tanda tersebut juga diduga berperan dalam strategi pertahanan diri. Bercak gelap itu dapat terlihat seperti “mata palsu” bagi predator, sehingga membingungkan arah serangan. Dipadukan dengan warna tubuh cokelat dan pola totolnya, hiu epaulette mampu berkamuflase dengan baik di dasar laut berpasir maupun di sekitar terumbu karang.
5. Lebih aktif di malam hari

Hiu epaulette dikenal sebagai hewan nokturnal, yaitu lebih aktif pada waktu senja hingga malam hari. Saat air laut surut, ia biasanya mulai keluar untuk mencari makan di dataran terumbu karang dan kolam pasang surut. Aktivitas berburu ini umumnya terjadi saat cahaya mulai redup, karena pada waktu tersebut mangsanya seperti krustasea kecil, ikan kecil, dan cacing laut lebih mudah ditemukan.
Ketika mencari makan, hiu epaulette memanfaatkan indera penciuman dan kemampuan mendeteksi sinyal listrik lemah dari mangsa yang tersembunyi di pasir atau celah karang. Ia bahkan mendorong moncongnya ke dalam pasir dan menggoyangkan tubuhnya untuk menangkap hewan yang bersembunyi. Pola aktivitas yang lebih dominan pada malam hari ini membantu hiu epaulette mengurangi risiko dari predator sekaligus meningkatkan peluang mendapatkan makanan.
Keunikan hiu epaulette menunjukkan bahwa dunia hiu jauh lebih beragam dari yang sering dibayangkan. Dari kemampuannya berjalan di dasar laut hingga kebiasaannya aktif di malam hari, spesies ini menjadi contoh menarik tentang adaptasi luar biasa di ekosistem terumbu karang. Mengenalnya lebih dekat membantu kita memahami sekaligus menghargai kekayaan kehidupan laut yang perlu dijaga.



![[QUIZ] Tebak Ular Mana yang Berbisa? Cek Pengetahuanmu Disini!](https://image.idntimes.com/post/20250423/xenochrophis-flavipunctatus-common-keelback-kaeng-krachan-district-phetchaburi-35170337062-df50788dcc3c7a7a2e797148af184b7b-d99830666b1cf9760287e756404456d8.jpg)





![[QUIZ] Ayo Tebak Nama Planet Ini, Masih Ingat Gak? Coba Buktikan!](https://image.idntimes.com/post/20250602/pexels-zelch-12491759-6adc03e1c297365c1e49c3fb690fa9aa.jpg)








