Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Kucing Bisa Berkeringat? Ini Penjelasannya!

Apakah Kucing Bisa Berkeringat? Ini Penjelasannya!
ilustrasi kucing (unsplash.com/Hamed Zarabi)
Intinya Sih
  • Kucing memang berkeringat, tapi hanya melalui kelenjar di bantalan kaki dan dagu, bukan lewat bulunya seperti manusia.
  • Kucing berkeringat saat merasa panas atau stres, ditandai dengan jejak kaki basah, lesu, dan minum lebih banyak air.
  • Keringat kucing tidak berbau karena berbeda dari manusia; bau menyengat justru bisa menandakan masalah kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Saat cuaca sedang panas-panasnya, pernahkah kamu memperhatikan kucing yang tetap tenang tidur di lantai tanpa merasa gerah? Alih-alih bekeringat seperti pemiliknya, kucing justru mendengkur saat tidur yang menandakan betapa nyamannya ia saat itu.

Padahal seluruh tubuhnya dipenuhi bulu tebal, tapi mengapa kucing terlihat biasa saja saat hawa panas melanda? Satu tetes pun keringat tidak terlihat pada wajahnya. Tapi, benar, gak, sih, kalau kucing itu gak berkeringat? Atau justru mereka sebenarnya berkeringat tapi kita tidak bisa melihatnya? Nah, biar gak bingung lagi, yuk, simak jawabannya melalui artikel berikut ini!

1. Bagaimana tubuh kucing mampu menghasilkan keringat?

Kucing oranye belang duduk santai di lantai kayu dengan mata terpejam, tampak tenang dan nyaman di dalam ruangan.
ilustrasi memelihara kucing (unsplash.com/Michael Sum)

Kucing sebenarnya berkeringat, namun proses mengeluarkan keringatnya berbeda dengan manusia. Kucing memiliki kelenjar keringat yang terbatas dan hanya ada di area tanpa bulu seperti bantalan kakinya, mereka tidak pernah terlihat berkeringat secara keseluruhan. Saat cuaca sedang panas atau kucing merasa stres, biasanya akan meninggalkan jejak kaki yang basah di lantai, itulah saat-saat kucing berkeringat.

Kucing tidak berkeringat melalui bulunya, jadi jika bulunya terasa lembap atau basah, kemungkinan ada penyebab lain. Bisa jadi lembap karena air liur mereka akibat menjilati bulu saat membersihkan diri. Lalu, apakah semua kucing berkeringat? Dilansir PetMD, semua kucing berkeringat sampai taraf tertentu, tetapi seberapa banyak keringatnya dapat bervariasi dari satu kucing ke kucing yang lain.

Misalnya, pada kucing berbulu panjang yang kemungkinan lebih banyak bekeringat daripada kucing berbulu pendek. Kemudian kucing ras berwajah datar seperti Persia dan Burma yang juga lebih mudah kepanasan dibandingkan ras lain, sehingga lebih cenderung berkeringat.

2. Hal yang menyebabkan kucing berkeringat

Seekor kucing berbulu putih dengan corak cokelat dan hitam sedang berbaring santai di lantai dengan latar belakang tanaman hijau.
Kucing (pexels.com/Thu Dung Ngyen)

Biasanya kucing akan berkeringat ketika tubuhnya merasa kepanasan. Hal ini mungkin tidak sering terjadi pada kucing rumahan yang tinggal di lingkungan dengan suhu terkontrol. Kucing juga bisa berkeringat karena stres dan kecemasan, misalnya saat kucing akan dibawa kunjungan ke dokter hewan.

Berkeringat terjadi sebagai upaya menjaga suhu tubuh tetap normal. Sama seperti tubuh manusia, jika kucing merasa terlalu panas, mereka akan mulai berkeringat. Ketika keringat mulai keluar dari bantalan cakarnya, hal itu memberikan sensasi dingin, yang dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Namun, karena bantalan cakarnya tidak menempati banyak area permukaan, hal itu hanya memberikan sedikit daya pendinginan sehingga kucing menggunakan cara lain untuk mendinginkan diri.

3. Tanda-tanda kucing merasa kepanasan

Kucing meregangkan tubuhnya
Kucing meregangkan tubuhnya (pexels.com/Andhika)

Cukup mudah untuk melihat apakah kucing berkeringat atau tidak, kamu hanya perlu memperhatikan saat kucing berjalan. Jika mereka meninggalkan jejak kaki basah di lantai, furnitur, atau tempat tidur bisa dipastikan mereka merasa kepanasan dan berkeringat. Nah, untuk lebih jelas berikut adalah tanda-tanda kucing merasa kepanasan:

  • Kucing yang kepanasan biasanya tampak lesu.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Memiliki energi yang sangat rendah.
  • Kucing akan minum lebih banyak air ketika merasa kepanasan.
  • Terengah-engah dan mengeluarkan air liur

Kepanasan yang berujung pada berkerinat adalah hal yang normal terjadi pada kucing, jadi tidak perlu dikhawatirkan. Saat kucing merasa kepanasan pemilik hanya perlu mendorong kucing untuk minum lebih banyak air agar tidak kekurangan cairan.

Perlu diketahui, bahwa kucing merasa nyaman pada suhu hingga 100 derajat Fahrenheit atau sekitar 37 derajat celcius. Biasanya, suhu tubuh normal kucing adalah 101 derajat. Pada suhu 104 derajat, kucing dapat menderita serangan panas dengan tanda-tanda seperti diare, muntah, lidah dan gusi berwarna merah terang, hingga kejang. Jika kucing menunjukkan salah satu tanda tersebut segeralah bawa ke dokter hewan atau pindahkan ke lingkungan yang lebih sejuk.

4. Cara kucing mendinginkan diri saat kepanasan

ilustrasi kucing (unsplash.com/Rene Peters)
ilustrasi kucing (unsplash.com/Rene Peters)

Kucing termasuk makhluk yang pintar, jika tubuhnya merasa kepanasan mereka akan mencari cara untuk mendinginkan tubuh. Berikut cara-cara kucing mendinginkan tubuhnya saat panas melanda:

  • Mandi sendiri

Perilaku menjilati tubuhnya sendiri adalah hal yang biasa terlihat bagi kucing. Ini merupakan salah satu cara mendinginkan tubuh saat kepanasan, yang mana air lirunya mampu mendinginkan tubuh mereka saat menguap, yang bagi mereka terasa seperti masuk dan keluar dari kolam renang suam-suam kuku di hari yang panas.

  • Berbaring

Di tengah hawa panas yang melanda, kucing biasanya lebih memilih berbaring di lantai atau bak mandi kosong daripada di karpet atau kasur. Permukaan lantai memang terasa sejuk bagi tubuh kucing.

  • Kerontokan bulu

Kucing seringkali mengalami kerontokan bulu lebih banyak dari biasanya saat cuaca panas. Dengan cara menyikat bulu kucing dapat membantu proses tersebut dan mempererat ikatan dengan kucing kamu.

  • Terengah-engah

Jika kucing kepanasan, mereka akan mulai terengah-engah. Terengah-engah menyebabkan panas keluar dari tubuh melalui penguapan air liur.

5. Apakah keringat kucing bau?

Seekor anak kucing berbulu abu-abu dengan mata biru berbaring santai di atas selimut putih lembut di dalam ruangan terang.
ilustrasi kucing (pexels.com/Chevon Rossouw)

Kelenjar keringat kucing terkonsentrasi di bantalan kaki dan dagu, dan keringat yang dihasilkan pun berbeda dari keringat yang dihasilkan manusia. Keringat kucing tidak menyebarkan aroma menyengat, dan kemungkinan besar tidak akan tercium bau apa pun.

Namun, kucing memiliki kelenjar aroma lain di tubuhnya yang berfungsi untuk komunikasi dan menandai wilayah. Kelenjar ini dapat menghasilkan berbagai macam aroma, seperti feromon, yang digunakan untuk berkomunikasi dengan kucing lain. Aroma ini terkadang dapat tercium dan mungkin lebih menonjol selama masa stres atau saat kucing merasa senang. Jika kamu mencium bau menyengat atau bau tidak sedap dari kucing, penting untuk memeriksanya ke dokter hewan. Karena sejatinya, keringat kucing tidak menghasilkan bau apa opun, kecuali jika kucing tersebut mengalami masalah kesehatan.

Sebagai penutup, sejatinya kucing memang menghasilkan keringat pada area bantalan kaki atau dagu. Kucing akan berkeringat ketika merasa kepanasan atau saat stres, dengan ciri-ciri kucing tampak lesu, tidak berenergi, dan minum terlalu banyak. Keringat kucing pun tidak memiliki bau apa pun, kecuali jika kucing mengalami masalah kesehatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Related Articles

See More