Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengapa Bulan Kadang Terlihat Pada Siang Hari?

Mengapa Bulan Kadang Terlihat Pada Siang Hari?
Bulan di siang hari (pexels.com/Enrique)
Intinya Sih
  • Bulan terlihat di siang hari karena memantulkan cahaya matahari, bukan menghasilkan cahayanya sendiri, sehingga tetap tampak terang meski langit sedang cerah.
  • Kedekatan posisi bulan dengan bumi membuatnya menjadi objek paling terang di langit setelah matahari, terutama saat kondisi langit mendukung pantulan cahaya optimal.
  • Fase-fase bulan menentukan kapan ia tampak jelas di siang hari, terutama sekitar tujuh hari sebelum purnama atau setelah fase bulan baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kita pasti sering melihat penampakan bulan di siang hari, di tengah hamparan langit biru yang mendominasi dan awan putih di sekelilingnya, bulan yang semalam menyinari bumi pun rupanya turut hadir di tengah awan-awan putih. Meskipun cahayanya tidak seterang saat malam hari, namun pesonanya berhasil mencuri perhatian. Bagaimana bisa, saat bintang-bintang pamit usai menyinari malam, bulan justru tetap menampakkan dirinya?

Kehadiran bulan di siang hari bukan karena kebetulan, melainkan ada penjelasan sains di baliknya. Di mana keberadaan bulan di langit yang cerah juga berkaitan dengan matahari dan kedekatannya dengan bumi. Penasaran bagaimana fenomena ini bisa terjadi? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Bulan memantulkan cahaya dari matahari

Bulan di siang hari
Bulan di siang hari (pexels.com/Landiva)

Dilansir dari NASA, sejatinya bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri. Cahaya bulan di malam hari adalah panturan dari sinar matahari. Pada setiap saat, setengah dari bulan diterangi sinar matahari dengan terang yang merupakan sisi siangnya. Sedangkan, setengah lainnya berada dalam kegelapan yang merupakan sisi malam hari.

Sepanjang bulan, saat bulan berputar dan mengorbit, siang dan malam terjadi di permukaan yang berbeda, sama seperti di bumi. Namun, tidak seperti bumi, bulan membutuhkan waktu satu bulan penuh untuk menyelesaikan satu rotasi. Artinya, siang dan malam di bulan masing-masing berlangsung sekitar dua minggu bumi.

Jika dilihat dari bumi, bagian bulan yang disinari matahari akan tampak terang, hampir putih, tapi sebenarnya hal ini adalah permainan ilusi. Kecerahan cahaya pantulan matahari membuat sulit untuk melihat warna asli bulan dari kejauhan. Jika dilihat dari dekat, permukaan bulan justru didominasi warna abu-abu gelap, persis seperti batuan di sekitar gunung berapi di bumi.

Jadi, sebenarnya saat siang hari, gak cuma bulan yang terlihat tetapi juga bintang-bintang. Tetapi, kita tidak bisa melihat keberadaan bintang saat siang hari karena langitnya terlalu terang. Sedangkan, bulan justru memiliki cahaya yang sangat terang berkat bantuan cahaya matahari, itulah mengapa bulan tetap bisa terlihat saat siang hari.

2. Posisi bulan dekat dengan bumi

Bulan di siang hari
Bulan di siang hari (pexels.com/Diana)

Bulan merupakan objek terdekat denan bumi. Jarak kedekatan ini mulai dari 356.400 - 370.400 km pada perigeum (yaitu saat berada paling dekat dengan bumi) hingga 404.000 - 406.700 km pada apogeum (terjauh dari bumi), bulan sekitar 104 hingga 644 kali lebih dekat ke bumi daripada objek terdekat berikutnya. Kedekatan dengan bumi inilah yang membuat bulan menjadi objek paling terang di langit, setidaknya ketika matahari tidak ada.

Cahaya bulan juga meningkat karena adanya efek oposisi yang merujuk pada bagaimana suatu objek dapat tampak lebih terang ketika diterangi dari langsung di belakang pengamat. Objek tersebut juga tampak lebih terang karena dikelilingi langit yang gelap.

3. Adanya fase-fase bulan

Bulan di siang hari
Bulan di siang hari (pexels.com/Caue)

Seperti kebanyakan bulan, bulan yang biasa kita lihat juga berotasi sinkron dengan bumi, yang berarti satu sisinya selalu menghadap ke bumi. Bulan menyelesaikan satu orbit penuh mengelilingi bumi setiap 27,3 hari atau disebut periode sidereal, tetapi membutuhkan waktu sekitar 29,5 hari untuk tampak dalam fase yang sama di langit.

Selama satu periode orbit bulan, ia mengalami delapan fase yang menunjukkan posisinya dalam siklusnya. Pada dasarnya, matahari selalu hanya menerangi setengah bagian bulan, yang kita lihat dari berbagai sudut saat bulan berputar mengelilingi bumi. Pada awal siklus, kita tidak dapat melihat bulan karena tidak ada sisi yang diterangi yang mengarah ke bumi dan disebut sebagai 'bulan baru'.

Bulan akan menjalani fase-fasenya selama 29,5 hari. Dia akan melewati fase bulan sabit membesar, kuartal pertama atau separuh bulan, dan bulan cembung membesar sebelum akhirnya muncul sebagai bulan purnama. Kemudian akan menyelesaikan siklusnya dengan melewati fase bulan cembung mengecil, kuartal ketiga, dan bulan sabit mengecil sebelum kembali menjadi bulan baru. Pada setiap fasenya hanya sebagian dari separuh bagian yang diterangi yang terlihat oleh bumi, mulai dari 0% pada bulan baru hingga 100% selama bulan purnama.

Orbit bulan mengelilingi bumi juga berarti jaraknya dari matahari berubah seiring waktu. Alasan bulan tampak paling terang saat bulan purnama karena pada fase tersebut bulan berada tepat di seberang matahari. Namun, saat mendekati fase bulan baru dalam siklusnya, jaraknya dari matahari berkurang. Ini berarti bahwa meskupun kurang terlihat di malam hari, pada siang hari, bulan lebih bercahaya.

4. Cara melihat bulan di siang hari

Bulan di siang hari
Bulan di siang hari (pexels.com/Landiva)

Dilansir BBC Sky at Night Magazine, kamu bisa melihat bulan di siang hari. Sekitar 7 hari sebelum bulan purnama, lihatlah ke arah langit timur dan bulan akan menampakkan dirinya terbit di sore hari. Setelah melewati fase bulan purnama, bulan akan terlihat di langit pagi. Kamu bisa mencobanya dengan bantuan teropong atau teleskop, dan lihatlah bahwa bentuk bulan akan terlihat berbeda dari bulan yang kita lihat saat malam hari.

Tepat setelah bulan baru yang tak terlihat kita dapat melihat bulan sabit yang sangat tipis di langit barat pada awal malam. Bulan sabit yang sedang membesar ini terbit sekitar 50 menit lebih awal setiap malam, dan akhirnya menjadi bulan kuartal pertama, ketika 50% diterangi dari sudut pandang kita. Inilah saat yang tepat untuk melihat bulan yang terang di siang hari.

Sebagai penutup, bulan menampakkan dirinya di siang hari karena bulan memiliki cahaya yang sangat terang berkat pantulan dari matahari, posisi bulan yang sangat dekat dengan bumi, dan adanya fase-fase bulan yang mendukung bulan terlihat di langit siang. Waktu yang tepat untuk melihat bulan saat siang hari adalah setelah bulan baru atau 7 hari sebelum bulan purnama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Related Articles

See More