Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Rabat, Ibu Kota Maroko yang Memadukan Sejarah dan Modernitas

5 Fakta Rabat, Ibu Kota Maroko yang Memadukan Sejarah dan Modernitas
panorama Rabat, ibu kota Maroko yang memadukan sejarah dan modernitas. (pexels.com/Jean Marc Bonnel)
Intinya Sih
  • Rabat, ibu kota Maroko di pesisir Atlantik, dikenal memadukan sejarah Islam dengan modernitas melalui sistem transportasi trem dan tata kota yang rapi serta ramah lingkungan.
  • Kota ini dijuluki sebagai kota hijau berkat lebih dari 230 hektar taman dan hutan kota, termasuk Hutan Ibn Sina, Jardin d’Essais, dan Hutan Maâmora yang menjaga keseimbangan alamnya.
  • Masuk daftar Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2012, Rabat menampilkan perpaduan budaya Arab, Andalusia, dan Prancis yang tercermin dalam arsitektur, tata kota, serta ikon seperti Hassan Tower.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Maroko sering dikenal lewat popularitas Marrakesh dan Casablanca. Namun, ibu kota sekaligus pusat pemerintahan negara ini sebenarnya adalah Rabat. Terletak di pesisir Samudra Atlantik, Rabat dikenal memiliki suasana yang lebih tenang, rapi, dan nyaman dibanding beberapa kota besar lainnya di Maroko.

Rabat memiliki perpaduan menarik antara sejarah dan kehidupan modern. Kota ini masih menyimpan banyak bangunan bersejarah, tetapi tetap berkembang sebagai kota hijau dengan fasilitas modern. Tak heran jika Rabat memiliki daya tarik tersendiri. Yuk, simak 5 fakta menarik tentang Rabat berikut ini!

1. Trem Rabat–Salé menjadi simbol modernisasi kota

trem Rabat–Salé menjadi simbol modernisasi transportasi di ibu kota Maroko.
trem Rabat–Salé menjadi simbol modernisasi transportasi di ibu kota Maroko. (commons.wikimedia.org/Taha ahha)

Sejak beroperasi pada tahun 2011, trem Rabat–Salé menjadi salah satu simbol modernisasi Rabat dan Salé. Sistem transportasi ini dibangun untuk mengurangi kemacetan sekaligus menghubungkan dua kota yang dipisahkan oleh Sungai Bouregreg. Dengan jalur sepanjang puluhan kilometer, trem ini melayani hingga 170 ribu penumpang setiap hari serta menghubungkan berbagai area penting, seperti pusat pemerintahan, universitas, dan rumah sakit.

Kehadiran trem ini menunjukkan perkembangan Rabat sebagai kota modern yang ramah lingkungan. Selain mempermudah mobilitas warga, sistem ini membantu mengurangi polusi dan membuat tata kota lebih tertata. Perpaduan antara transportasi modern dan lingkungan yang nyaman membuat Rabat berkembang sebagai salah satu kota metropolitan di Maroko.

2. Dikenal sebagai kota hijau di Maroko

suasana asri di Jardin d'Essais, salah satu ruang hijau terkenal di Rabat.
suasana asri di Jardin d'Essais, salah satu ruang hijau terkenal di Rabat. (commons.wikimedia.org/inconnu)

Rabat dikenal sebagai salah satu kota paling hijau di Maroko karena memiliki tata kota yang ramah lingkungan. Kota ini mempunyai lebih dari 230 hektar taman dan hutan kota, seperti Hutan Ibn Sina dan Jardin d'Essais (Kebun Raya Essai) yang dipenuhi berbagai tanaman eksotis. Keberadaan ruang hijau tersebut membuat suasana Rabat terasa lebih sejuk dan asri di tengah iklim Afrika Utara.

Keunikan Rabat juga terlihat dari perpaduan antara alam dan kawasan bersejarahnya. Di dalam Kasbah des Oudayas terdapat taman bergaya Andalusia, sementara situs arkeologi Chellah dikelilingi vegetasi rindang yang menjadi habitat burung bangau. Di pinggiran kota, terdapat pula Hutan Maâmora yang dikenal sebagai salah satu hutan gabus terbesar di dunia, sehingga memperkuat citra Rabat sebagai kota modern yang tetap menjaga alamnya.

3. Termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO

gerbang Bab al-Soufara di Rabat, arsitektur bersejarah yang menjadi bagian penting dari warisan dunia UNESCO.
gerbang Bab al-Soufara di Rabat, arsitektur bersejarah yang menjadi bagian penting dari warisan dunia UNESCO. (commons.wikimedia.org/Petar Milošević)

Rabat resmi masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2012. Kota ini dianggap memiliki perpaduan unik antara warisan sejarah Islam dengan perkembangan kota modern yang dibangun pada masa protektorat Prancis di awal abad ke-20. Hal tersebut membuat Rabat memiliki karakter yang berbeda dibanding banyak kota lain di Maroko.

UNESCO menilai Rabat berhasil menjaga berbagai kawasan bersejarahnya dengan baik, mulai dari kota tua (medina), benteng kuno, hingga peninggalan dari masa kekhalifahan Almohad. Rabat menunjukkan bagaimana sebuah kota modern dapat berkembang tanpa meninggalkan identitas budaya dan warisan masa lalunya.

4. Hassan Tower menjadi ikon kota

Hassan Tower menjadi salah satu ikon bersejarah paling terkenal di Rabat.
Hassan Tower menjadi salah satu ikon bersejarah paling terkenal di Rabat. (commons.wikimedia.org/IssamBarhoumi)

Hassan Tower atau Menara Hassan menjadi salah satu ikon paling terkenal di Rabat. Menara ini mulai dibangun pada akhir abad ke-12 di masa pemerintahan Sultan Yacoub El Mansour dari Dinasti Almohad. Awalnya, bangunan tersebut dirancang sebagai bagian dari masjid terbesar di dunia pada masanya, namun pembangunan terhenti setelah sang sultan wafat.

Meski tidak rampung, Hassan Tower tetap menjadi simbol penting bagi Maroko. Menara setinggi sekitar 44 meter itu dikelilingi sisa-sisa tiang masjid yang menunjukkan betapa megah rencana pembangunan awalnya. Kini, kawasan ini menjadi salah satu lokasi paling terkenal di Rabat untuk melihat jejak arsitektur masa lalu.

5. Memiliki perpaduan budaya Arab, Andalusia, dan Prancis

perpaduan arsitektur Arab, Andalusia, dan Prancis membentuk karakter khas Rabat.
perpaduan arsitektur Arab, Andalusia, dan Prancis membentuk karakter khas Rabat. (pexels.com/Jean Marc Bonnel)

Rabat memiliki identitas unik yang dipengaruhi oleh budaya Arab, Andalusia, dan Prancis. Pengaruh tersebut terlihat dari arsitektur bangunan, tata kota, hingga suasana di berbagai kawasannya. Kota tua dengan nuansa Arab-Muslim berdiri berdampingan secara harmonis dengan kawasan modern bergaya Ville Nouvelle (kota baru) peninggalan Prancis.

Pengaruh Andalusia dapat ditemukan di kawasan medina dan desain taman-taman kota. Sementara itu, budaya Arab-Muslim terlihat kuat pada tembok pertahanan peninggalan Dinasti Almohad. Di sisi lain, jalan-jalan lebar dan tata kota yang rapi menunjukkan pengaruh perencanaan urban Prancis. Kombinasi inilah yang membuat Rabat memiliki karakter yang khas.

Di tengah perkembangan modernnya, Rabat tetap mempertahankan jejak sejarah dan budayanya dengan baik. Mulai dari kawasan bersejarah, ruang hijau, hingga sistem transportasi modern, Rabat memperlihatkan sisi Maroko yang lebih tertata, tenang, dan penuh perpaduan budaya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More