Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Mengamati Puncak Hujan Meteor Lyrid 22 April 2026
ilustrasi hujan meteor Lyrid (unsplash.com/Clay Banks)
  • Hujan meteor Lyrid berasal dari sisa debu komet dan sudah diamati sejak ribuan tahun lalu.

  • Puncaknya terjadi sekitar 22–23 April 2026 dan paling baik diamati menjelang fajar di tempat gelap.

  • Fenomena ini aman karena partikel meteor terbakar di atmosfer sebelum mencapai Bumi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Fenomena hujan meteor Lyrid kembali menghiasi langit pada April 2026. Peristiwa langit ini menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh para pengamat astronomi setiap tahunnya. Cahaya meteor yang melintas cepat di langit malam kerap menciptakan pemandangan yang indah dan memukau.

Puncak hujan meteor Lyrid diperkirakan terjadi pada 22–23 April 2026. Pada waktu tersebut, jumlah meteor yang terlihat bisa meningkat dibandingkan hari-hari biasa. Lalu, dari mana sebenarnya hujan meteor Lyrid ini berasal dan bagaimana fenomena ini bisa terjadi? Yuk, kupas tuntas jawabannya di bawah ini!

1. Asal-usul hujan meteor Lyrid

Hujan meteor tertangkap kamera di Georgia. (dok. NASA)

Hujan meteor merupakan fenomena yang terjadi ketika Bumi melintasi jalur serpihan debu yang ditinggalkan oleh komet di ruang angkasa. Partikel-partikel kecil tersebut kemudian masuk ke atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi. Dilansir EarthSky, hujan meteor Lyrid berasal dari sisa debu komet Comet C/1861 G1 Thatcher.

Komet ini memiliki periode orbit yang sangat panjang, kurang-lebih sekitar 415 tahun untuk mengelilingi Matahari. Saat serpihan tersebut terbakar di atmosfer, muncul cahaya terang yang terlihat sebagai meteor. Fakta menariknya, hujan meteor Lyrid telah diamati manusia selama ribuan tahun dan menjadi salah satu hujan meteor tertua yang tercatat dalam sejarah.

2. Waktu dan cara mengamatinya

ilustrasi hujan meteor Lyrid (unsplash.com/Austin Human)

Hujan meteor Lyrid yang aktif sejak 16–25 April 2026 ini dapat diamati di wilayah Indonesia pada malam hingga dini hari. Mengutip dari In-The-Sky.org, fenomena ini mulai terlihat sekitar pukul 22.10 WIB saat titik radian kemunculannya berada di atas horizon timur. Setelah itu, hujan meteor akan terus aktif hingga menjelang fajar sekitar pukul 05.29 WIB.

Waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor Lyrid sekitar pukul 04.00 WIB, ketika posisi radiannya berada paling tinggi di langit. Selain itu, puncak aktivitas hujan meteor ini diperkirakan terjadi pada pukul 02.00 WIB, 23 April 2026. Oleh karena itu, momen terbaik untuk menyaksikannya adalah sebelum fajar pada 23 April atau setelah radian mulai muncul pada malam 22 April.

Pada puncaknya, hujan meteor Lyrid diperkirakan menghasilkan sekitar 18 meteor per jam dalam kondisi ideal. Namun, angka ini merupakan estimasi dalam kondisi langit yang sangat gelap dan tanpa gangguan cahaya. Dalam kondisi nyata, jumlah meteor yang terlihat oleh mata telanjang bisa lebih sedikit tergantung lokasi pengamatan dan tingkat polusi cahaya. Untuk hasil terbaik, disarankan mengamati dari tempat yang gelap dan minim polusi cahaya.

3. Tidak berbahaya bagi Bumi

Hujan meteor Lyrid dari ruang angkasa. (dok. NASA/JSC/D. Pettit)

Hujan meteor Lyrid merupakan fenomena langit yang tidak berbahaya bagi Bumi. Dilansir NASA, sebagian besar meteor yang terlihat di langit hanyalah partikel kecil, bahkan ukurannya bisa hanya sebesar butiran pasir. Saat memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, partikel tersebut langsung terbakar dan hancur sebelum mencapai permukaan.

Proses tersebut menghasilkan cahaya terang yang tampak seperti “bintang jatuh” dari langit. Oleh karena itu, hujan meteor umumnya hanya menjadi fenomena visual yang aman untuk diamati dengan mata telanjang. Peristiwa ini menjadi salah satu pertunjukan langit yang menarik tanpa menimbulkan dampak berbahaya bagi manusia.

Adapun, sedikit tips untuk mengamati hujan meteor Lyrid ialah dengan memilih lokasi yang gelap, jauh dari cahaya kota, dan memastikan langit dalam kondisi benar-benar gelap. Dengan waktu yang tepat dan lokasi yang mendukung, kamu bisa menikmati keindahan fenomena langit ini dengan lebih maksimal. So, jangan sampai ketinggalan, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎