Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Fakta Unik Burung Alap-alap, Ternyata Bukan Kerabat Burung Elang!

7 Fakta Unik Burung Alap-alap, Ternyata Bukan Kerabat Burung Elang!
Alap-alap eurasia bertengger di pohon. (commons.wikimedia.org/Jakub Hałun)
Intinya Sih
  • Burung alap-alap termasuk famili Falconidae, dikenal karena kecepatan terbang tinggi, kemampuan adaptasi luas, dan penyebaran hampir di seluruh dunia.
  • Berbeda dari elang, alap-alap membunuh mangsa dengan paruh bergigi tomial serta memiliki hubungan kekerabatan lebih dekat dengan burung nuri dan pengicau.
  • Anak alap-alap jarang saling membunuh karena menetas bersamaan dan berbagi makanan merata, sementara induknya enggan membuat sarang sendiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Alap-alap merupakan jenis burung pemangsa yang bisa dijumpai di tanah air. Kita punya beberapa jenis alap-alap, salah satunya alap-alap sapi yang jadi endemik Indonesia. Alap-alap terkenal berkat kecepatan terbangnya yang luar biasa.

Tahukah kamu, meski sama-sama burung pemangsa, burung alap-alap ternyata gak punya hubungan kekerabatan sama sekali dengan burung elang, elang alap, ataupun rajawali? Lantas, siapa kerabat dekat burung alap-alap? Yuk, cari tahu lewat tujuh fakta unik burung alap-alap yang perlu kamu tahu berikut ini!

1. Dikenal karena kemampuan terbang dan adaptasinya

alap-alap layang bertengger (commons.wikimedia.org/Patrick_K59)
alap-alap layang bertengger (commons.wikimedia.org/Patrick_K59)

Burung alap-alap merupakan jenis burung pemangsa berukuran kecil hingga sedang yang dikelompokkan dalam famili Falconidae. Dalam bahasa Inggris, alap-alap disebut falcon. Burung-burung yang disebut kestrel, falconet, hobby, sampai caracara juga masuk dalam famili ini. Semua spesiesnya terkenal karena kecepatan terbang tingkat tinggi, kemampuan berburu mengagumkan, hingga kemampuan adaptasi terhadap berbagai jenis habitat di dunia.

2. Burung pemangsa yang mendunia

Alap-alap kawah bertengger di tiang listrik. (commons.wikimedia.org/Garst, Warren)
Alap-alap kawah bertengger di tiang listrik. (commons.wikimedia.org/Garst, Warren)

Burung alap-alap merupakan burung pemangsa yang bersifat kosmopolitan. Itu artinya burung ini bisa ditemukan hampir di seluruh dunia. Alap-alap kawah atau peregrine falcon (F. peregrinus) jadi contoh ekstremnya. Burung ini bisa ditemukan di kutub utara sampai ke Indonesia.

Ya, burung alap-alap sangat mahir dalam beradaptasi dengan berbagai jenis habitat di dunia. Menurut laman Birds of the World, alap-alap umumnya tinggal di habitat terbuka, mulai dari tundra Arktik sampai padang rumput dan daerah pesisir. Alap-alap dari subfamili Herpetotherinae hidup jauh di dalam hutan lebat.

3. Bentuk sayap khas

Alap-alap cokelat membentangkan sayapnya yang tipis.
Alap-alap cokelat membentangkan sayapnya yang tipis. (commons.wikimedia.org/Jim Bendon)

Seperti burung pemangsa pada umumnya, burung alap-alap punya paruh melengkung dan cakar tajam. Uniknya, ia punya ciri khas sayap panjang, tipis dan meruncing di bagian ujung. Bentuk sayap ini membuatnya bisa terbang cepat dan mengubah arah dengan gesit untuk mengejar mangsa yang lincah atau menavigasi lingkungan penuh rintangan. Beberapa spesies dari marga Falco bahkan bisa terbang mengambang (hovering), contohnya alap-alap sapi (F. moluccensis) dan alap-alap layang (F. cenchroides).

Burung alap-alap punya gaya terbang yang kuat dan cepat. Menurut laman Oiseaux Birds, alap-alap dibekali otot dada yang besar dan kuat untuk tubuh yang relatif kecil. Ini jadi salah satu rahasia kenapa alap-alap seperti alap-alap kawah bisa melesat di udara dengan kecepatan tinggi.

4, Membunuh mangsa dengan "gigi"

Alap-alap kawah memperlihatkan gigi tomial.
Alap-alap kawah memperlihatkan gigi tomial. (commons.wikimedia.org/Greg Hume)

Bukan dengan cakar, burung alap-alap menggunakan paruh melengkungnya untuk membunuh mangsa. Ini salah satu hal yang bikin alap-alap unik di antara burung pemangsa lainnya. Seperti yang dijelaskan laman BioDB, alap-alap menggunakan paruh bengkok untuk memberikan gigitan fatal pada mangsa. Pada paruh alap-alap, ada "gigi" atau lekukan khusus di sisi paruh yang dikenal sebagai gigi tomial atau tomial tooth. Saat menggigit leher mangsa dengan paruh ini, alap-alap sekalian memutus saraf tulang belakangnya.

5. Kerabat dekat burung nuri

tampilan sekujur tubuh alap-alap kawah
tampilan sekujur tubuh alap-alap kawah (commons.wikimedia.org/Carlos Delgado)

Bukan elang atau rajawali, kerabat dekat burung alap-alap ternyata burung nuri. Dulu, alap-alap memang dikira berkerabat dengan burung pemangsa diurnal lainnya seperti burung elang (Accipitridae) dan burung hering (Cathartidae). Ternyata, ada perbedaan genetik yang mendasar antara burung alap-alap dan burung pemangsa diurnal.

Menurut laman Creagrus, diketahui bahwa ordo burung alap-alap sebenarnya lebih dekat hubungannya dengan ordo burung nuri atau burung bayan (Psittaciformes) dan burung pengicau (Passeriformes) daripada dengan ordo burung lainnya. Kemiripan fisik seperti paruh dan cakar melengkung tajam alap-alap dengan burung elang bisa dijelaskan lewat evolusi konvergen. Dua jenis hewan yang gak berkerabat bisa memiliki ciri serupa kalau mereka punya gaya hidup yang sama.

6. Kasus siblicide sangat rendah

anakan alap-alap eurasia
anakan alap-alap eurasia (commons.wikimedia.org/Selbymay)

Pada burung pemangsa seperti elang atau burung hantu, sering terjadi kasus di mana anak burung membunuh saudaranya yang lebih kecil dan lemah. Hal ini tidak terjadi pada burung alap-alap. Menurut informasi dari laman Animal Diversity, anak alap-alap cenderung menetas bersamaan.

Itu artinya, anak burung alap-alap selalu berukuran sama. Pembagian makanan yang merata juga membuat anak alap-alap jarang membunuh saudara yang lebih kecil. Kasus siblicide sangat rendah pada alap-alap dibandingkan pada burung elang.

7. Predator puncak yang enggan bangun sarang

sepasang Eleonora's falcon atau alap-alap eleonora di dekat Carloforte, Italia (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)
sepasang Eleonora's falcon atau alap-alap eleonora di dekat Carloforte, Italia (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)

Kalau kamu melihat gaya hidup burung alap-alap, ada beberapa perbedaan perilaku yang membuatnya unik. Contohnya perilaku bersarang. Alap-alap tidak membangun sarang. Ia cuma sekadar membuat cekungan simpel di tanah, atau malah mencuri sarang burung lainnya. Hal ini berbeda dengan burung elang yang dikenal membangun sarang berukuran raksasa. Pengecualiannya hanya burung karakara yang membangun sarang dari ranting dan wol.

Sungguh unik, ya? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung alap-alap? Apakah sekarang kamu bisa melihat ada persamaan antara burung alap-alap dan burung nuri?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira

Related Articles

See More