Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Program NASA pada 2026, Ada Artemis II

4 Program NASA pada 2026, Ada Artemis II
Awak Artemis II di Pusat Antariksa Kennedy NASA, Florida, pada 8 Agustus 2023. Dari kiri: Jeremy Hansen, Victor Glover, Reid Wiseman, dan Christina Hammock Koch. (dok. NASA/Kim Shiflett)
Intinya Sih
  • Artemis II adalah misi NASA pada 2026 yang membawa manusia kembali mengorbit Bulan untuk menguji sistem penerbangan ruang angkasa.

  • Habitable Worlds Observatory (HWO) adalah proyek teleskop baru NASA untuk mencari planet mirip Bumi dan tanda kehidupan di ruang angkasa.

  • NASA juga menyiapkan teleskop Nancy Grace Roman untuk meningkatkan kemampuan observasi alam semesta.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pada 2026 ini, NASA beralih dari pengembangan dan pengujian jangka panjang ke fase yang ditandai dengan aksi, kesiapan, serta kemajuan. Setelah bertahun-tahun diwarnai oleh penundaan, perancangan ulang, dan pengurangan risiko, banyak program NASA yang paling ambisius akhirnya siap untuk dieksekusi. Tahun 2026 menjadi tahun yang mendefinisikan kembali bagaimana manusia menjelajahi ruang angkasa dan bagaimana misi sains disampaikan. Penerbangan ruang angkasa berawak akan menjadi fokus utama untuk kedua kalinya.

Setelah lebih dari 50 tahun, manusia berencana untuk kembali ke Bulan. Pada saat yang sama, NASA sedang menguji cara-cara baru untuk berkomunikasi di ruang angkasa yang jauh, mengelola awak, dan mengoperasikan sistem kompleks dari Bumi. Sementara itu, teleskop Nancy Grace Roman generasi berikutnya telah selesai dan bersiap untuk diluncurkan.

Itu artinya, NASA terus membangun kemitraan yang kuat dengan perusahaan komersial untuk meningkatkan kemampuannya dalam mencari kehidupan di luar Bumi. Bersama-sama, upaya-upaya ini menjadikan 2026 lebih dari sekadar tahun perencanaan. Ini mewakili momen ketika perencanaan berubah menjadi kemajuan. Apa saja, ya, program-program NASA tersebut?

1. Misi Artemis II yang membawa manusia kembali ke Bulan

Para astronot NASA, Reid Wiseman, komandan Artemis II (kiri), Victor Glover, pilot Artemis II, Christina Koch, spesialis misi Artemis II, dan astronot CSA (Badan Antariksa Kanada) Jeremy Hansen, spesialis misi Artemis II (kanan) berfoto bersama saat mengunjungi roket SLS (Space Launch System).
Para astronot NASA, Reid Wiseman, komandan Artemis II (kiri), Victor Glover, pilot Artemis II, Christina Koch, spesialis misi Artemis II, dan astronot CSA (Badan Antariksa Kanada) Jeremy Hansen, spesialis misi Artemis II (kanan) berfoto bersama saat mengunjungi roket SLS (Space Launch System). (commons.wikimedia.org/NASA/Bill Ingalls)

Pada 2026, NASA mengambil langkah besar dengan mengembalikan manusia ke Bulan dalam misi Artemis II. Penerbangan ini menjadi kali pertama para astronaut mencapai bulan sejak misi Apollo terakhir yang berakhir pada 1972. Empat astronaut di atas pesawat ruang angkasa Orion milik NASA akan berangkat dari Kennedy Space Center di Florida. Misi ini sendiri diluncurkan pada 1 April 2026.

Perjalanannya hanya berlangsung selama 10 hari. Adapun, pesawat ruang angkasa akan mengorbit Bulan dan kembali ke Bumi. Para astronaut tidak akan mendarat di Bulan karena tujuan sebenarnya dari misi Artemis II ialah menguji sistem pendukung kehidupan, navigasi, komunikasi, dan sistem lainnya dalam lingkungan ruang angkasa. Meski begitu, Artemis II lebih dari sekadar uji coba teknis. Ini merupakan upaya untuk membangun kepercayaan diri bagi misi Artemis selanjutnya untuk membawa astronaut ke permukaan Bulan, permukaan Mars, dan misi eksplorasi ruang angkasa yang lebih jauh. NASA mengundang masyarakat untuk mendaftar dan nama mereka akan dikibarkan di sekitar Bulan selama misi berlangsung.

2. Teknologi Habitable Worlds Observatory (HWO)

ilustrasi Habitable Worlds Observatory (HWO)
ilustrasi Habitable Worlds Observatory (HWO) (commons.wikimedia.org/Studio Visualisasi Ilmiah NASA - eMITS/Jonathan North, ADNET Systems, Inc./Aaron E Lepsch, NASA/GSFC/Claire Andreoli)

Pada awal Januari 2026, NASA mengumumkan bahwa mereka sedang menerima proposal dari perusahaan-perusahaan yang dapat membantu memajukan teknologi Habitable Worlds Observatory (HWO), penerus James Webb. NASA berencana menjadikan HWO sebagai teleskop ruang angkasa yang dirancang untuk memotret planet-planet mirip Bumi yang mengorbit Matahari dan menganalisis atmosfernya untuk mencari tanda-tanda kehidupan. Teleskop unggulan baru ini akan melampaui kemampuan Hubble dan James Webb. Meski teleskop-teleskop yang ada saat ini juga memiliki koronagraf, perangkat yang menghalangi cahaya bintang sehingga para ilmuwan dapat melihat planet-planet yang mengorbit dengan lebih baik, HWO diharapkan memiliki koronagraf yang ribuan kali lebih kuat.

NASA memberikan kontrak 3 tahun kepada tujuh perusahaan untuk membangun fondasi teknis HWO. Di antara perusahaan-perusahaan tersebut, terdapat beberapa perusahaan utama, seperti Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan BAE Systems. Dalam sebuah pernyataan, administrator NASA, Jared Isaacman, mengatakan bahwa umat manusia siap untuk menemukan kehidupan di luar Bumi. Ia juga percaya pengembangan teknologi semacam itu merupakan hal yang mendesak.

3. Komunikasi berbasis laser diimplementasikan ke pesawat ruang angkasa

Laser yang dipancarkan antara pesawat ruang angkasa Psyche milik NASA dan observatorium berbasis Bumi
laser yang dipancarkan antara pesawat ruang angkasa Psyche milik NASA dan observatorium berbasis Bumi (dok. NASA/JPL-Caltech)

Dalam beberapa tahun terakhir, NASA telah mendorong batas-batas cara kerja komunikasi ruang angkasa. Hingga saat ini, pesawat ruang angkasa menggunakan gelombang radio tradisional untuk berkomunikasi dengan Bumi. Sekarang, ada teknologi baru berbasis laser. Teknologi ini menggunakan pulsa cahaya untuk mengirim informasi sehingga dapat mengemas data jadi lebih banyak dalam setiap transmisi. Terobosan ini dapat mengubah cara misi berbagi gambar, video, dan data ilmiah berdefinisi tinggi dari jutaan kilometer.

NASA berhasil mendemonstrasikan cara kerja Deep Space Optical Communication (DSOC). Jadi, pesawat ruang angkasa Psyche, yang diluncurkan pada Oktober 2023, dilengkapi dengan teknologi baru ini dan telah menerima data yang dikodekan laser melalui jarak yang memecahkan rekor. Data pertama adalah video seekor kucing yang mengejar penunjuk laser. Sepanjang 2024 sampai 2025, DSOC di pesawat ruang angkasa Psyche terus memecahkan rekor jarak terjauh.

Demonstrasi yang sukses ini menjadi pelopor untuk penggunaan operasional komunikasi laser dalam misi yang didukung awak seperti Artemis II. NASA akan menerbangkan Orion Artemis II Optical Communication System (O2O) di atas pesawat ruang angkasa Orion. Awak Artemis dapat mengirimkan video berdefinisi ultra tinggi 4K, suara, prosedur, gambar, dan data ilmiah selama misi berlangsung.

4. Teleskop Nancy Grace Roman menyelesaikan uji coba terakhirnya

teleskop Nancy Grace Roman
teleskop Nancy Grace Roman (commons.wikimedia.org/NASA's Scientific Visualization Studio - eMITS/Ashley Balzer, eMITS/Sophia Roberts, eMITS/Scott Wiessinger, eMITS/Rob Andreoli, eMITS/John D. Philyaw, NASA/GSFC/Claire Andreoli)

Teleskop ruang angkasa besar NASA berikutnya, Teleskop Ruang Angkasa Nancy Grace Roman, secara resmi telah beralih dari tahap konstruksi ke tahap penyelesaian. Setelah bertahun-tahun pengembangan, konstruksi fisik pesawat ruang angkasa telah selesai dan semua komponen utama telah dirakit serta diintegrasikan. Nancy Grace Roman adalah teleskop unggulan NASA berikutnya yang menggabungkan resolusi seperti Hubble dengan bidang pandang 100 kali lebih besar. Itu berarti teleskop ini mampu menangkap area kosmik yang sangat luas dalam satu gambar.

Langkah selanjutnya ialah meluncurkan teleskop ruang angkasa ini. Pengujian dan persiapan akhir sedang berlangsung saat para insinyur mensimulasikan getaran peluncuran, suhu dingin ruang angkasa, dan operasi jangka panjang jauh dari Bumi untuk memastikan teleskop generasi berikutnya ini akan beroperasi penuh sebelum peluncuran. Teleskop tersebut dijadwalkan akan beroperasi pada Mei 2027. Namun, karena pekerjaannya berjalan cepat, ada indikasi bahwa peluncurannya dimajukan ke September 2026. Sementara persiapan peluncuran terus berlanjut, komunitas ilmiah sudah bersiap-siap. Pada 2025, NASA meminta proposal penelitian yang menggunakan teleskop Nancy Grace Roman. Bisa jadi 2026 akan melihat beberapa proposal ini terwujud.

Misi Artemis II menarik perhatian international. Meski begitu, tak hanya Artemis II yang dirilis pada 2026 ini. Ternyata ada tiga program NASA lain yang kemungkinan akan hadir pada tahun ini. Tungguin aja, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Science

See More