Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Inovasi Sains untuk Mengatasi Kebakaran Gambut, Ada Es Kering!

4 min read
3 Inovasi Sains untuk Mengatasi Kebakaran Gambut, Ada Es Kering!
ilustrasi memadamkan api karhutla (pexels.com/Francesco Sommacal)

Kebakaran gambut menjadi salah satu tantangan lingkungan karena api dapat membara di bawah permukaan tanah dan sulit dipadamkan hanya dengan menyiramkan air dari atas. Bara yang tersembunyi ini dapat bertahan lama dan kembali memicu kebakaran meski api di permukaan terlihat sudah padam. Selain itu, proses pemadaman membutuhkan air dalam jumlah besar dan dapat berlangsung berhari-hari, bahkan lebih lama.

Karena itu, para peneliti terus mengembangkan berbagai metode untuk meningkatkan efektivitas pemadaman kebakaran gambut. Sejumlah pendekatan yang diteliti meliputi penggunaan larutan pembasah berbasis sabun, es kering untuk mendinginkan bara, hingga sistem injeksi air yang dirancang menjangkau bagian gambut yang terbakar. Lantas, bagaimana ketiga inovasi ini bekerja untuk membantu mengatasi kebakaran gambut? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

  1. 1. Larutan berbasis sabun untuk membantu air meresap ke dalam gambut

    ilustrasi larutan sabun
    ilustrasi larutan sabun (pexels.com/Ron Lach)

    Kebakaran gambut sulit dipadamkan karena air yang disiramkan dari permukaan belum tentu bisa menjangkau bagian tanah yang masih membara. Salah satu cara yang diteliti untuk mengatasi masalah ini dengan menggunakan larutan berbasis sabun yang dicampurkan ke dalam air pemadam. Campuran tersebut dirancang agar air lebih mudah meresap ke dalam gambut dan menjangkau bara api yang tersembunyi.

    Menurut studi yang terbit dalam jurnal Fire Technology pada 2023, larutan pemadam berbasis sabun diuji untuk memadamkan kebakaran gambut di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Peneliti menguji larutan dengan konsentrasi bahan berbasis sabun sebesar 1 persen dan membandingkan hasilnya dengan penggunaan air biasa. Hasil eksperimen lapangan menunjukkan bahwa larutan tersebut membantu mengurangi kebutuhan air untuk pemadaman.

    Jika menggunakan air biasa, kebutuhan air tercatat sekitar 7,2 liter per meter persegi, sedangkan penggunaan larutan berbasis sabun menurunkannya menjadi sekitar 3,6 liter per meter persegi. Artinya, dalam eksperimen tersebut, penggunaan larutan berbasis sabun dapat mengurangi kebutuhan air hingga setengahnya. Meski menjanjikan, metode ini tetap memerlukan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitasnya pada berbagai kondisi kebakaran gambut.

  2. 2. Es kering untuk mendinginkan bara api di bawah permukaan tanah

    ilustrasi es kering
    ilustrasi es kering (pexels.com/cottonbro studio)

    Kebakaran gambut bisa terus berlangsung di bawah permukaan tanah karena bara api sulit dijangkau dan didinginkan menggunakan air biasa. Salah satu alternatif yang diteliti adalah es kering (dry ice), karbon dioksida dalam bentuk padat yang memiliki suhu sangat rendah. Menurut studi yang terbit dalam Fire Safety Journal pada 2026, peneliti membandingkan kemampuan air, es, es kering, dan nitrogen cair untuk memadamkan bara gambut dalam eksperimen laboratorium.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa es kering memberikan efek pendinginan yang lebih tahan lama dan menunjukkan kinerja terbaik di antara bahan yang diuji. Saat berubah langsung menjadi gas, es kering menyerap panas dari lingkungan sehingga dapat membantu mendinginkan gambut yang membara. Walau hasilnya menjanjikan, metode ini masih perlu diuji lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas dan keamanannya dalam pemadaman kebakaran gambut secara langsung di lapangan.

  3. 3. Sistem injeksi air berputar untuk menjangkau bara tersembunyi

    ilustrasi memadamkan api karhutla
    ilustrasi memadamkan api karhutla (pexels.com/Vadim Braydov)

    Kebakaran gambut dapat terus berlangsung di bawah permukaan tanah karena bara api sulit dijangkau hanya dengan menyiramkan air dari atas. Salah satu metode yang dikembangkan peneliti ialah sistem injeksi air berputar, memasukkan air langsung ke dalam gambut melalui saluran yang bergerak memutar. Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal Proceedings of the Combustion Institute pada 2026, peneliti membandingkan empat metode pemadaman untuk mengetahui cara yang paling efektif mengatasi kebakaran gambut.

    Hasil eksperimen menunjukkan bahwa metode injeksi dengan satu saluran keluaran yang berputar memberikan kinerja terbaik di antara metode yang diuji. Gerakan putaran membantu air menembus gambut dan menjangkau bagian yang mengalami pembakaran tanpa nyala api sehingga panas dapat dikurangi. Kendati demikian, penerapan sistem ini juga perlu mempertimbangkan kondisi lahan gambut dan kebutuhan peralatan agar proses pemadaman dapat berlangsung secara efektif.

    Di Indonesia, pemadaman gambut masih menggunakan air, sementara larutan berbasis sabun telah diuji untuk mengurangi kebutuhan air. Adapun, es kering dan sistem injeksi air berputar masih diteliti untuk meningkatkan efektivitas pemadaman. Metode-metode ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut sesuai kondisi lahan gambut di Indonesia. Menurutmu, mana metode paling efektif?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More