Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Elite Pro Championship 2026 siap diramaikan 10 tim dari lima provinsi. (IDN Times/Sandy Firdaus)
  • Elite Pro Championship 2026 memasuki musim ketiga dengan 10 tim U-21 dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan.

  • Peserta EPC meningkat dari empat tim pada 2024 menjadi enam pada 2025, lalu 10 pada 2026, sebagai wadah pengalaman bertanding bagi talenta muda menuju level profesional.

  • EPC 2026 digelar 4 November-2 Desember di Tangerang, mencakup 58 pertandingan; delapan tim terbaik regular season melaju ke playoffs, dengan siaran langsung di YouTube.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Elite Pro Championship 2026 (EPC 2026) kembali digelar untuk musim ketiga. Kompetisi antarklub kategori putra U-21 ini akan diramaikan 10 tim dari lima provinsi.

Acara peresmian digelarnya EPC 2026 berlangsung di Dewa United Arena, Minggu (1/11). Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata Kabupaten Tangerang, Asep Suherman; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang; Sekretaris Umum DPD Perbasi Banten, Andri S. Permana; serta perwakilan Royal Sports, Dr. Panudju Djojoprajitno, MARS.

1. Jumlah peserta terus mengalami pertumbuhan

Elite Pro Championship 2026 siap diramaikan 10 tim dari lima provinsi. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Jumlah peserta EPC terus mengalami pertumbuhan sejak pertama kali digelar pada 2024. Pada musim perdana, EPC diikuti empat tim, kemudian bertambah menjadi enam peserta pada 2025.

Memasuki musim ketiganya pada 2026, sebanyak 10 tim akan ambil bagian dalam kompetisi yang menjadi salah satu wadah pengembangan pemain muda menuju level profesional.

Sepuluh tim tersebut adalah Dewa United Elite, MVP Basketball, dan IBC (Immortal Basketball Club) dari Banten; Go Jakarta Basketball, Cakra Sakti Basketball, dan Hangtuah Jakarta dari DKI Jakarta; Bhinneka Solo dan Satya Wacana Buzzer dari Jawa Tengah; BBM CLS Knights dari Jawa Timur; serta Spartans Dream City dari Kalimantan Selatan.

2. Ruang kompetisi bagi para talenta muda basket

Elite Pro Championship 2026 siap diramaikan 10 tim dari lima provinsi. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Perwakilan Dewa United Basketball Club selaku penyelenggara EPC, Ridi Djajakusuma, mengatakan keberadaan EPC sejak awal diarahkan untuk memberikan ruang kompetisi yang lebih variatif dan kompetitif bagi pemain muda Indonesia.

“Bagi kami, EPC bukan hanya tentang pertandingan atau mencari siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana kompetisi ini memberikan pengalaman kepada pemain-pemain muda untuk berkembang, menghadapi tekanan pertandingan, dan mempersiapkan diri sebelum mereka masuk ke level profesional,” ujar Ridi dalam paparannya.

Perkembangan jumlah peserta dari tahun ke tahun juga menjadi sinyal positif terhadap kebutuhan kompetisi usia muda di Indonesia. Ridi juga menilai pertandingan menjadi bagian penting dalam proses perkembangan pemain muda.

“Mereka membutuhkan pertandingan, bukan hanya latihan. Dari pertandingan, mereka belajar bagaimana mengambil keputusan, menghadapi tekanan, bermain sebagai tim, dan memahami apa yang dibutuhkan untuk bermain di level yang lebih tinggi,” kata Ridi.

3. EPC bukan sekadar kompetisi

Elite Pro Championship 2026 siap diramaikan 10 tim dari lima provinsi. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Sejak awal penyelenggaraannya, EPC tidak ditujukan untuk menjadi kompetisi yang menyaingi kompetisi lain di level nasional. EPC memiliki fokus tersendiri sebagai wadah kompetisi bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding.

“EPC dan kompetisi lainnya memiliki tujuan serta segmentasi masing-masing. Kami tidak melihatnya sebagai persaingan. Justru kami berharap semakin banyak kompetisi yang bisa memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk bermain dan berkembang,” jelas Ridi.

EPC 2026 akan berlangsung mulai 4 November hingga 2 Desember 2026 di Dewa United Arena, Tangerang, dengan total 58 pertandingan dalam 22 hari pertandingan.

Setiap tim dapat mendaftarkan maksimal 17 pemain, sementara seluruh pertandingan EPC 2026 menggunakan FIBA Official Basketball Rules 2024 sebagai acuan pertandingan.

Kompetisi EPC 2026 akan diawali dengan fase regular season menggunakan format half round robin, di mana seluruh tim peserta akan saling berhadapan satu kali. Delapan tim terbaik dari fase ini berhak melaju ke babak playoffs untuk memperebutkan gelar juara.

Pada fase playoffs, babak awal akan berlangsung dengan format single game, sementara semifinal dan final menggunakan format best of three (Bo3). Seluruh pertandingan Elite Pro Championship 2026 akan ditayangkan secara live melalui kanal YouTube Elite Pro Championship.

Curated For You

Editorial Team

Related Article