Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kesalnya Van Dijk Usai Liverpool Gak Dikasih Penalti Lawan Arsenal

2 min read
Kesalnya Van Dijk Usai Liverpool Gak Dikasih Penalti Lawan Arsenal
Bek Liverpool, Virgil van Dijk, saat berduel dengan Erling Haaland di laga melawan Manchester City (AFP / Paul Ellis)
  • Virgil van Dijk mengkritik VAR setelah Liverpool kalah 0-1 dari Arsenal dalam laga Premier League 2026/2027.

  • Liverpool menilai tarikan Jurrien Timber terhadap Alexander Isak layak mendapat penalti, tetapi wasit dan VAR tidak merespons.

  • Jamie Carragher dan Andoni Iraola turut mempertanyakan keputusan tersebut serta fungsi VAR dalam insiden itu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Duel Liverpool versus Arsenal di Anfield, Minggu (1/11/2026), menyisakan sejumlah kontroversi. Beberapa di antaranya, diyakini telah merugikan Liverpool.

Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, merasa begitu geram dengan insiden-insiden tersebut. Bahkan, Van Dijk merasa Liverpool menelan hasil buruk akibat kinerja wasit dan video assistant referee yang tidak becus.

  1. 1. Insiden Isak jadi indikator

    Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, saat mencetak gol kemenangan ke gawang Everton (AFP / Paul Ellis)
    Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, saat mencetak gol kemenangan ke gawang Everton (AFP / Paul Ellis)

    Insiden yang paling disorot Van Dijk adalah ketika Alexander Isak ditarik jerseynya oleh bek Arsenal, Jurrien Timber. Ketika berusaha menyambut umpan silang Bradley Barcola, Isak bisa saja menjangkau bola.

    Namun, tangan Timber yang iseng tertangkap kamera menarik jersey Isak. Akhirnya, lompatan Isak tertahan dan gagal menyambut bola.

    "Itu penalti yang jelas terhadap Isak. Itu penalti, tetapi hari ini memang tidak ditakdirkan untuk diberikan," ujar Van Dijk, dilansir Daily Mirror.

  2. 2. Pertanyakan fungsi VAR

    Ilustrasi penggunaan VAR di Liga Indonesia.
    Ilustrasi penggunaan VAR di Liga Indonesia. (Dok. I.League)

    VAR, menurut Van Dijk, seharusnya bisa bekerja secara maksimal karena memiliki pandangan yang luas, dengan bantuan banyak kamera. Namun, akhirnya itu tak terjadi.

    Selain itu, Van Dijk merasa reaksi Isak terlalu berlebihan. Menurut pria Belanda itu, Isak seharusnya lebih kalem agar insidennya bisa diperiksa.

    "VAR tidak melihatnya? Ada 50 kamera. Mengapa dia harus mengeluh ketika ada begitu banyak kamera? Semua orang sudah melihatnya. Pada akhirnya, penalti itu tidak diberikan, jadi selamat untuk Arsenal," kata Van Dijk.

  3. 3. Isak harusnya jatuh?

    Striker Liverpool, Alexander Isak, merayakan gol ke gawang Crystal Palace (AFP / Paul Ellis)
    Striker Liverpool, Alexander Isak, merayakan gol ke gawang Crystal Palace (AFP / Paul Ellis)

    Insiden tersebut membuat pelatih Liverpool, Andoni Iraola, angkat bicara. Dia menilai Isak seharusnya mendapatkan penalti karena bajunya ditarik saat berusaha menyundul bola di depan gawang. Dia bahkan menyindir bahwa para penyerangnya mungkin perlu menjatuhkan diri agar wasit memberikan penalti.

    "Jika dia terjatuh, mereka pasti akan memberi penalti 100 persen. Seharusnya seperti itu, tapi begitulah adanya. Lain kali, para manajer harus menyuruhnya untuk terjatuh, kalau tidak, mereka tidak akan memberi penalti," ujar Iraola, dilansir BBC.


Related Articles

See More