Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ultas Inter Ngamuk: Kalah Derby Tanpa Perlawanan, Nyali Tempe

2 min read
Ultas Inter Ngamuk: Kalah Derby Tanpa Perlawanan, Nyali Tempe
ilustrasi para penggemar Inter Milan menyaksikan pertandingan di stadion (unsplash.com/Zach Rowlandson)
  • Inter kalah 1-3 dari AC Milan dalam Derby della Madonnina, menjadi kekalahan perdana mereka di Serie A musim 2026/27.

  • Ultras Inter membentangkan spanduk kritik setelah pemain tidak mendatangi Curva Nord untuk mengucapkan terima kasih atau meminta maaf.

  • Gol Christian Pulisic pada menit ketiga lewat 45 detik tercatat sebagai gol tercepat Milan ke gawang Inter di Serie A dalam 15 tahun terakhir.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Malam di San Siro seharusnya menjadi panggung pembuktian bagi Inter Milan untuk mempertahankan hegemoni di klasemen Serie A. Namun, Nerazzurri justru babak belur dihajar AC Milan dengan skor 1-3, Minggu (2/11/2026).

Ini memang kekalahan perdana Inter di Serie A musim 2026/27. Namun, ultras Inter sangat berang dengan apa yang dipertontonkan tim besutan Cristian Chivu dalam Derby della Madonnina. Dari tribune, mereka memberikan tamparan keras.

  1. 1. Bentangkan spanduk makian di luar San Siro

    Football Italia melansir, kemarahan suporter bukan disebabkan oleh gestur para pemain Inter yang menunduk dan masuk ke ruang ganti usai peluit panjang berbunyi. Mereka marah karena tak ada satu pun pemain yang berani mendekat ke arah Curva Nord, untuk sekadar mengucapkan terima kasih atau meminta maaf.

    Alhasil, mereka membentangkan spanduk raksasa berisi pesan menohok tepat di luar area stadion. Spanduk itu bertuliskan kalimat yang sangat menusuk, yang menyoroti performa dan mental tempe Nerazzurri.

    "Sebuah derby kalah tanpa pernah dimainkan. Bahkan tidak punya nyali untuk mengucapkan selamat tinggal," bunyi tulisan dalam spanduk tersebut.

  2. 2. Rekor kelam Cristian Chivu di laga derbi

    Kekalahan ini juga menjadi catatan hitam bagi Chivu. Menurut data statistik Opta, Chivu resmi menjadi pelatih ketiga dalam sejarah Inter yang menelan kekalahan dalam tiga laga derby pertamanya kontra Milan secara beruntun.

    Catatan kelam ini menyamai rekor buruk yang pernah ditorehkan oleh Leonardo (2009-2011) dan Massimo Giacomini (1979-1980). Kian menyakitkan, mengingat ini kekalahan keempat Inter dari Milan secara beruntun di seluruh kompetisi.

    Rekor dominasi mutlak Milan atas rival sekotanya ini adalah kejadian langka, yang baru terjadi untuk keempat kalinya sepanjang sejarah panjang rivalitas mereka. Sebelumnya, rekor serupa hanya pernah terjadi pada periode 1972-1973, 1946-1948, dan era lawas 1911-1913.

  3. 3. Gol kilat Pulisic yang hancurkan mental Inter

    Mimpi buruk Inter sebenarnya sudah terlihat sejak menit awal ketika mereka langsung dikejutkan oleh gol cepat dari Christian Pulisic. Dia sukses menjebol gawang Inter saat pertandingan baru berjalan tiga menit empat puluh lima detik.

    Mental Inter kian kena setelah Milan hanya butuh enam menit untuk menggandakan keunggulan, lewat aksi Adrien Rabiot. Alessandro Bastoni (22') memperkecil kedudukan, namun Milan mampu menambah keunggulan lewat aksi Diego Moreira (43'), untuk menyegel kemenangan 3-1.

    Di sisi lain, gol kilat Pulisic tercatat sebagai gol tercepat Milan ke gawang Inter di Serie A, dalam 15 tahun terakhir. Sebelumnya, rekor gol tercepat dipegang oleh Alexandre Pato yang mencetak gol pada detik ke-43, April 2011.

Related Articles

See More