Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Alasan Pelatih Pasangkan Fajar dan Joaquin di Thomas Cup 2026

3 Alasan Pelatih Pasangkan Fajar dan Joaquin di Thomas Cup 2026
Fajar Alfian jelang Thomas Cup 2026 (dok.PP PBSI)
Intinya Sih
  • Pelatih Antonius Ariantho memasangkan Fajar Alfian dengan Nikolaus Joaquin di Thomas Cup 2026 karena kondisi fisik Muhammad Shohibul Fikri sedang tidak fit.
  • Pengalaman dan jam terbang Fajar diharapkan membantu Joaquin tampil maksimal dalam debutnya, terutama menghadapi karakter shuttlecock cepat di Horsens, Denmark.
  • Anton menegaskan adaptasi pasangan baru tak jadi masalah karena pemain ganda putra Pelatnas sudah terbiasa berlatih dengan berbagai kombinasi pasangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ganda putra Indonesia menciptakan pasangan gado-gado untuk laga kedua fase Grup D Thomas Cup 2026. Fajar Alfian dipasangkan dengan junior sepelatnasnya, Nikolaus Joaquin untuk berlaga di Horsens, Denmark, Minggu (26/4/2026).

Fajar/Joaquin akan turun di partai keempat sebagai ganda putra kedua. Fajar/Joaquin akan berduel melawan pasangan Thailand, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul.

1. Kondisi fisik Fikri sedang tak prima

3 Alasan Pelatih Pasangkan Fajar dan Joaquin di Thomas Cup 2026
Debut manis Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Thomas Cup 2026 (dok. PP PBSI)

Fajar sejatinya berstatus sebagai ganda putra pertama Indonesia bersama pasangan mainnya, Muhammad Shohibul Fikri. Namun, Pelatih Ganda Putra Pelatnas PBSI, Antonius Ariantho tak dapat menurunkan pasangan Fajar/Fikri melawan Thailand karena kondisi fisik Fikri yang tidak fit.

"Kami menurunkan pemain yang berada dalam kondisi paling siap untuk menghadapi pertandingan melawan Thailand besok. Mengingat kondisi Fikri yang saat ini kurang fit, kami memutuskan untuk memasangkan Fajar dengan Joaquin sebagai ganda kedua," kata Anton dalam keterangan tertulis.

2. Soal pengalaman dan jam terbang

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri memperkuat Indonesia kontra Aljazair dalam fase Grup D Thomas Cup 2026
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri memperkuat Indonesia kontra Aljazair dalam fase Grup D Thomas Cup 2026 (dok.PP PBSI)

Pengalaman Fajar Alfian yang bukan baru sekali bermain di Thomas Cup menjadi sorotan Anton. Jam terbang Fajar diharapkan mampu membantu Joaquin tampil maksimal mengingat edisi 2026 ini adalah debut pemain muda tersebut di Thomas Cup. Selain itu, karakter bermain Fajar dinilai cocok dengan kondisi di Horsens, Denmark.

"Pemilihan Fajar didasarkan pada karakter permainannya yang dinilai sangat sesuai dengan laju shuttlecock yang cepat di sini. Selain itu, dari segi pengalaman dan jam terbang, kami meyakini bahwa Fajar mampu membantu Joaquin untuk tampil secara optimal, terutama apabila pertandingan menjadi penentu kemenangan," kata Anton.

3. Sudah biasa diacak

Debut manis Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Thomas Cup 2026
Debut manis Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Thomas Cup 2026 (dok. PP PBSI)

Menurut Anton, penyesuaian Fajar/Joaquin sebagai pasangan main tidak terlampau sulit. Ini lantaran para pemain ganda putra Pelatnas diakui Anton sudah terbiasa berlatih dengan variasi kombinasi pasangan.

"Pergantian pasangan seperti ini bukan merupakan hal yang baru bagi kami. Dalam sesi latihan sehari-hari, kami telah cukup sering melakukan berbagai variasi kombinasi pasangan, sehingga proses adaptasi bukan menjadi hal yang kami khawatirkan," kata Anton.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Related Articles

See More