Kejurnas Turnamen ORADO Masuki 8 Besar, Persaingan Ketat

- Kejurnas Turnamen ORADO 2026 diikuti 27 provinsi dengan total 205 atlet, kini memasuki babak delapan besar untuk kategori senior dan junior setelah melewati fase kualifikasi ketat.
- Ketua Umum PB ORADO menilai persaingan tahun ini mencerminkan hasil pembinaan nasional dan menjadi langkah penting menuju pengakuan domino sebagai cabang olahraga resmi di tingkat nasional.
- Penyelenggara menekankan pentingnya konsistensi aturan demi menjaga sportivitas, sementara ajang ini juga memperkuat semangat kebersamaan dan karakter inklusif dalam olahraga domino Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Hari kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Turnamen Olahraga Domino Nasional (ORADO) 2026 di JSI Resort, Megamendung, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2026), diwarnai persaingan ketat antar atlet.
Pada pelaksanaan tahun ini, Kejurnas Turnamen ORADO diikuti 27 provinsi dengan total 205 atlet. Rinciannya, kategori senior diikuti 139 atlet yang tergabung dalam 48 tim, sementara kategori junior diikuti 66 atlet dalam 24 tim.
1. Dari kualifikasi, mengerucut ke delapan besar

Memasuki sesi utama, para atlet menjalani babak kualifikasi yang berlangsung dalam beberapa tahap. Pada fase ini, konsistensi permainan dan ketajaman strategi menjadi faktor penentu.
Hasil kualifikasi kemudian mengerucut pada tujuh provinsi terbaik di kategori senior yang berhasil melaju ke babak delapan besar yakni, Sumatra Selatan A (Sumsel A), Jawa Barat A (Jabar A), Jambi B, Lampung A, Lampung B, Banten B, Bangka Belitung B (Babel B), Jawa Timur (Jatim C).
Sementara itu, pada kategori junior, pertandingan telah memasuki fase delapan besar yang mempertemukan tujuh provinsi terbaik, yakni Sumatra Selatan A (Sumsel A), Jawa Barat A (Jabar A), Sulawesi Selatan, Jambi, Sumatra Selatan B (Sumsel B), Papua Barat Daya, Jawa Timur B (Jatim B), Kalimantan Selatan.
2. Dinamika persaingan, hasil nyata dari pembinaan

Ketua Umum Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO), Yooky Tjahrial, menegaskan bahwa dinamika pertandingan di hari kedua mencerminkan hasil nyata dari pembinaan yang berjalan secara nasional.
“Dengan keterlibatan 38 provinsi dan ratusan pengurus cabang, kita mulai melihat lahirnya atlet-atlet yang memiliki kualitas dan daya saing. Ini menjadi bukti bahwa domino bisa berdiri sebagai olahraga strategi yang profesional,” kata Yooky.
Dia menambahkan bahwa Kejurnas Turnamen ORADO menjadi tonggak penting sejarah dalam mendorong pengakuan domino sebagai cabang olahraga resmi di tingkat nasional.
“Kejurnas ini bukan akhir, tetapi awal untuk menuju pengakuan yang lebih luas, termasuk menjadi bagian dari KONI. Semangat ‘memintarkan Indonesia’ kita wujudkan melalui olahraga yang mengedepankan kecerdasan dan strategi,” kata Yooky.
3. Atlet dari tiap daerah sudah siap bersaing

Sementara itu, Ketua Harian PB ORADO, Giri Bayu Kusumah, menekankan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan teknis pertandingan agar kualitas kompetisi tetap terjaga.
Dia menilai, semakin ketatnya persaingan di fase gugur menjadi indikator meningkatnya kesiapan atlet dari berbagai daerah.
“Seluruh tahapan pertandingan di hari kedua berjalan sesuai sistem yang telah disiapkan. Konsistensi dalam penerapan aturan menjadi kunci agar pertandingan berlangsung adil, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Giri.
Sejalan dengan itu, Ketua Bidang Humas PB ORADO, Henry Kurnia Adhi atau Jhon LBF, melihat bahwa Kejurnas tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dalam olahraga domino.
“Ada semangat persaudaraan yang kuat, dan ini menjadi kekuatan utama ORADO dalam mengembangkan olahraga domino sebagai olahraga yang inklusif dan berkarakter,” jelas Jhon.
Kejurnas Turnamen ORADO 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum penting dalam perjalanan olahraga domino di Indonesia. Sebagai kejurnas pertama, ORADO menegaskan posisinya sebagai organisasi yang tengah membangun fondasi olahraga domino secara terstruktur dan profesional.


















