- Michael Schumacher - 7 kali;
- Alain Prost - 3 kali;
- Ayrton Senna - 3 kali;
- Nigel Mansell: 2 kali;
- Damon Hill - 2 kali.
5 Seri Balap Formula 1 yang Digelar di Luar Negara Tuan Rumah

- GP Bahrain 2026 akan digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 2–4 Oktober setelah konflik Timur Tengah membatalkan balapan di Bahrain; nama Bahrain dipertahankan karena pendanaan dan sponsor Gulf Air.
- Formula 1 punya riwayat seri bertitel negara lain: GP Swiss 1982 berlangsung di Prancis, GP Luksemburg 1997–1998 di Jerman, serta GP San Marino 1981–2006 di Imola, Italia.
- Sirkuit Baku, Azerbaijan, debut lewat GP Eropa 2016 sebelum berganti menjadi GP Azerbaijan. Nico Rosberg memenangi balapan perdana tersebut dengan grand slam.
Sirkuit Sepang bakal menggelar balapan Formula 1 pada 2--4 Oktober 2026. Itu menjadi pertama kalinya sirkuit yang terletak sekitar 50 kilometer di selatan Kuala Lumpur itu kembali ke kalender balap sejak 2017. Namun, ada yang unik untuk edisi kali ini.
Balapan di sana nantinya akan menggunakan nama GP Bahrain berdasarkan kesepakatan antara Formula 1, FIA, serta pemerintah Bahrain dan Malaysia. Meski terdengar aneh, tetapi hal ini bukan kali pertama terjadi di Formula 1. Sejumlah seri balap pernah berlangsung di luar negara tuan rumah.
1. Sirkuit Dijon-Prenois yang terletak di Prancis menjadi tuan rumah GP Swiss 1982
GP Swiss pernah menjadi tuan rumah balapan Formula 1 pada 1950--1954. Ketika itu, balapan berlangsung di Sirkuit Bremgarten yang terletak dekat kota Bern. Juan Manuel Fangio merupakan pembalap dengan jumlah kemenangan terbanyak di sana. Pembalap asal Argentina itu menorehkan dua kemenangan pada 1951 dan 1954.
Namun, gelaran GP Swiss terpaksa dibatalkan pada 1955. Itu menyusul peristiwa 24 Hours of Le Mans pada tahun tersebut yang menewaskan lebih dari 80 orang setelah mobil Mercedes-Benz 300 SLR yang dikemudikan Pierre Levegh menabrak area penonton. Kejadian tersebut mendorong pemerintah Swiss memberlakukan larangan penyelenggaraan balapan di negara tersebut.
GP Swiss sebetulnya kembali berlangsung pada 1975. Akan tetapi, seri tersebut digelar di Sirkuit Dijon-Prenois, Prancis, dengan status sebagai balapan non-kejuaraan. Clay Regazzoni yang memperkuat Ferrari sukses menuntaskan balapan sebagai pemenang. Pembalap berkebangsaan Swiss itu berhasil finis di depan Patrick Depailler.
GP Swiss masuk kalender resmi Formula 1 pada 1982. Sirkuit Dijon-Prenois kembali didapuk sebagai tuan rumah. Keke Rosberg merampungkan balapan berdurasi 80 lap itu sebagai pemenang. Hasil ini menjadi kemenangan perdananya di Formula 1. Kemenangan tunggal tersebut membantu Rosberg meraih titel juara dunia bersama Williams.
2. GP Luksemburg melangsungkan balapan Formula 1 selama 2 musim beruntun di Sirkuit Nurburgring
Luksemburg pernah masuk kalender Formula 1 selama 2 musim beruntun pada 1997--1998. Namun, seri balap tersebut justru digelar di Sirkuit Nurburgring, Jerman. Sirkuit itu berjarak sekitar 50 mil atau setara 80 kilometer dari perbatasan Luksemburg.
Jacques Villeneuve merupakan pemenang pertama GP Luksemburg 1997. Pembalap asal Kanada itu finis terdepan dengan keunggulan 11,770 detik atas Jean Alesi. Berselang setahun, Mika Hakkinen naik podium tertinggi usai mengungguli Michael Schumacher dengan jarak 2,212 detik.
Luksemburg sebetulnya punya sebuah sirkuit permanen bernama Goodyear Circuit. Namun, sirkuit milik perusahaan ban asal Amerika Serikat itu tidak dibangun sesuai standar Formula 1. Sirkuit tersebut dipakai Goodyear untuk pelatihan pembalap. Ajang balap TCR pernah menggelar balapan di sana pada 2016.
3. GP San Marino pernah masuk kalender Formula 1 selama 26 musim dengan balapan di Sirkuit Imola
GP San Marino merupakan contoh seri balap ikonik yang digelar di negara lain. Seri tersebut berlangsung di Sirkuit Imola selama 26 musim pada 1981--2006. Sirkuit bernama lengkap Autodromo Internazionale Enzo e Dino Ferrari itu berlokasi 30 kilometer di timur Bologna, Italia.
Michael Schumacher memegang rekor sebagai pembalap dengan jumlah kemenangan terbanyak di GP San Marino. Pembalap asal Jerman itu membukukan 7 kemenangan pada 1994, 1999, 2000, 2002--2004, dan 2006. Adapun lima pembalap peraih kemenangan terbanyak di GP San Marino adalah sebagai berikut:
Sirkuit Imola sebetulnya pernah melangsungkan GP Italia pada 1980 karena Sirkuit Monza menjalani renovasi. Itu menjadi debut sirkuit tersebut di Formula 1. Kemudian, sirkuit sepanjang 4,909 kilometer tersebut kembali masuk kalender balap pada 2020 sebagai tuan rumah GP Emilia Romagna hingga 2025. Jika ditotal, Sirkuit Imola telah melangsungkan tiga seri balap berbeda.
4. Sirkuit Baku memulai debutnya di Formula 1 dengan melangsungkan GP Eropa 2016
Sirkuit Baku menjalani debut sebagai penyelenggara balapan Formula 1 pada 2016. Namun, balapan di sana justru menggunakan nama GP Eropa. Hal ini menandai kembalinya seri tersebut setelah terakhir kali digelar di sirkuit jalanan Valencia pada 2012.
Azerbaijan dikenal sebagai negara transkontinental yang membentang di wilayah Eropa dan Asia. Baku sebagai ibu kota Azerbaijan terletak di sisi timur Pegunungan Kaukasus sehingga dianggap berada di Asia. Namun, negara bekas bagian Uni Soviet itu ingin memproyeksikan dirinya sebagai bangsa Eropa modern. Salah satu cara yang dilakukan adalah menamai balapan inaugurasi di Sirkuit Baku sebagai GP Eropa.
Nico Rosberg berhasil menuntaskan balapan GP Eropa 2016 sebagai pemenang. Pembalap berpaspor Jerman itu finis di depan Sebastian Vettel dengan jarak 16,696 detik. Rosberg juga menorehkan grand slam kedua dalam kariernya di kejuaraan. Ini terjadi setelah dirinya meraih pole position, memenangi balapan, mencatatkan waktu putaran tercepat, dan memimpin balapan dari awal hingga lap pemungkas.
Penamaan GP Eropa untuk balapan di Sirkuit Baku hanya bertahan semusim. Balapan di sirkuit sepanjang 6,003 kilometer itu memakai titel GP Azerbaijan yang bertahan hingga saat ini. Kontrak seri balap tersebut akan berakhir pada 2026.
5. GP Bahrain 2026 berlangsung di Sirkuit Sepang imbas eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah
GP Bahrain 2026 merupakan contoh terbaru penyelenggaraan balapan Formula 1 di luar negara tuan rumah. Seri ini akan digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 2--4 Oktober 2026. Hal tersebut menjadi pertama kalinya Sirkuit Sepang menggelar balapan Formula 1 sejak 2017.
GP Bahrain awalnya terjadwal sebagai seri keempat dalam kalender balap 2026. Bahrain International Circuit akan menghelat balapan pada 10--12 April 2026. Namun, balapan di sana urung terlaksana sesuai jadwal imbas konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Formula 1 sebetulnya berencana melangsungkan balapan di sana pada awal Oktober 2026. Sayangnya, eskalasi ketegangan di Timur Tengah pada awal Juli menyebabkan wacana tersebut batal. Alhasil, Malaysia yang menawarkan diri untuk menggelar balapan terpilih setelah mencapai kesepakatan dengan pihak Bahrain dan Formula 1.
Nama Bahrain tetap tercantum sebagai titel seri balap karena berkontribusi mendanai balapan di Sirkuit Sepang. Gulf Air yang notabene maskapai nasional Bahrain menjadi sponsor utama balapan di sana. Di sisi lain, ini menjadi momentum Malaysia untuk menguji animo penggemar yang hadir menyaksikan secara langsung di sirkuit.
Penyelenggaraan balapan di luar negara tuan rumah menjadi cerita untuk yang mewarnai sejarah Formula 1. Terdapat sejumlah faktor yang melatarbelakangi fenomena tersebut. Bukan tidak mungkin, hal serupa akan terulang pada masa mendatang.



















