Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Saja Teknologi Baru yang Hadir di Mobil F1 2026, Body Ramping!

ilustrasi pembalap McLaren di Formula 1
ilustrasi pembalap McLaren di Formula 1 (pexels.com/Jonathan Borba)

Formula 1 akan memasuki era baru pada musim 2026 dengan regulasi teknis yang benar-benar berbeda. FIA merombak desain mobil dan mesin dengan tujuan untuk menciptakan balapan yang lebih seru, ramah lingkungan, mengikuti perkembangan teknologi otomotif modern. Perubahan ini menjadi yang terbesar sejak F1 memasuki era mesin hybrid pada 2014.

Hampir seluruh aspek teknis mobil diubah, mulai dari mesin, dimensi, hingga sistem aerodinamika. Dampaknya, karakter mobil dan cara balapan akan mengalami perubahan yang sangat berbeda dibandingkan musim 2025 ke bawah. Berikut teknologi baru yang hadir pada mobil Formula 1 2026.

1. Mesin hybrid baru dengan komposisi tenaga 50:50

Formula 1 2026 akan menggunakan mesin hybrid generasi terbaru dengan keseimbangan tenaga yang belum pernah ada sebelumnya. Tenaga mobil berasal dari 50 persen mesin bensin dan 50 persen tenaga listrik. Perubahan tersebut membuat nantinya peran sistem elektrik pada mobi musim 2026 jauh lebih besar.

FIA juga menghapus komponen MGU-H yang selama ini dikenal kompleks dan mahal. Sebagai gantinya, MGU-K diperkuat hingga menghasilkan tenaga listrik mencapai 350 kW, hampir tiga kali lipat dari sistem sebelumnya. Perubahan ini dimaksudkan untuk mampu menekan biaya pengembangan setiap tim sekaligus menarik pabrikan baru bergabung ke Formula 1.

2. Mobil lebih kecil dan lebih ringan sehingga bisa lebih lincah di lintasan

Salah satu perubahan paling mencolok pada mobil F1 2026 adalah ukurannya yang dibuat lebih ringkas. Lebar mobil dipangkas dari 2000 mm menjadi 1900 mm, sementara wheelbase maksimum dikurangi hingga 200 mm. Langkah ini bertujuan menciptakan mobil yang lebih gesit saat bermanuver di lintasan sempit.

Selain lebih kecil, bobot mobil juga diturunkan hingga 30 kilogram menjadi 768 kg. Pengurangan berat ini diharapkan meningkatkan kelincahan dan respons kemudi, terutama saat menikung cepat. FIA ingin mengembalikan sensasi mengemudi yang lebih agresif dan menantang bagi para pembalap.

Perubahan dimensi ini juga bertujuan meningkatkan kualitas duel wheel to wheel. Mobil yang lebih kecil memberi ruang lebih besar untuk manuver menyalip, terutama di sirkuit sempit seperti Monaco dan Singapura. Hal ini diharapkan membuat balapan lebih hidup dan tidak monoton.

3. Sayap pada mobil Formula 1 2026 bisa menyesuaikan kondisi lintasan

F1 2026 akan memperkenalkan sistem aerodinamika aktif yang memungkinkan sayap depan dan belakang bergerak secara dinamis. Sistem ini memungkinkan mobil beradaptasi antara kebutuhan kecepatan di trek lurus dan daya cengkeram maksimal di tikungan. Dengan teknologi ini, mobil dapat beroperasi dalam mode low-drag dan high-downforce secara otomatis.

Di tikungan, sayap akan berbentuk tertutup untuk mempertahankan gaya tekan ke bawah. Sedangkan sayap akan bergerak ke posisi terbuka untuk mengaktifkan kecepatan maksimum dengan cara meratakan sayap untuk mengurangi hambatan. Teknologi ini menggantikan peran DRS (Drag Reduction System) yang selama ini digunakan sebagai alat bantu menyalip.

4. Adanya peningkatan pada tenaga listrik di mobil

Peningkatan tenaga listrik dari 120 kW menjadi 350 kW menjadi salah satu perubahan paling revolusioner. Tenaga sebesar ini membuat peran motor listrik hampir setara dengan mesin bensin. Akibatnya, karakter mobil F1 akan berubah drastis dibandingkan era sebelumnya.

Pembalap kini harus jauh lebih cermat dalam mengatur penggunaan energi. Kesalahan kecil dalam manajemen daya dapat berdampak besar terhadap kecepatan di lap-lap krusial. Faktor strategi energi ini diprediksi menjadi pembeda utama antara tim papan atas dan tim tengah. Mobil cepat saja tidak cukup tanpa manajemen energi yang bagus.

5. Konsep Nimble Car untuk membuat duel lebih ketat

FIA memperkenalkan filosofi desain baru bernama nimble car concept yang berfokus pada kelincahan dan keseimbangan mobil saat mengikuti mobil lain. Desain ini bertujuan mengurangi efek dirty air yang selama ini menghambat aksi salip-menyalip. Dengan konsep ini, pembalap dapat menempel lebih dekat tanpa kehilangan grip secara signifikan.

Konsep ini dikembangkan melalui simulasi aerodinamika intensif selama beberapa tahun. FIA ingin memastikan mobil generasi baru bisa bertarung lebih dekat tanpa kehilangan keseimbangan. Hasilnya diharapkan menciptakan duel yang lebih panjang dan tidak membosankan.

6. Mengurangi downforce dan drag pada mobil

Regulasi 2026 juga mengatur pengurangan downforce hingga 30 persen dan drag hingga 55 persen. Tujuannya adalah menciptakan aliran udara yang lebih bersih di belakang mobil. Dengan kondisi ini, mobil di belakang tidak terlalu terdampak turbulensi dari mobil di depannya.

Kondisi tersebut memungkinkan pembalap untuk lebih mudah menjaga jarak dekat. Aksi salip-menyalip pun diharapkan tidak lagi terlalu bergantung pada bantuan teknis semata. FIA ingin menghadirkan balapan yang lebih mengutamakan skill dan keberanian pembalap.

Mobil Formula 1 2026 membawa perubahan besar yang tidak hanya mengubah tampilan tetapi kemungkinan juga cara balapan. Banyaknya perubahan seperti tenaga pada mesin, aerodinamika, dan dimensi lebih kecil menciptakan karakter mobil yang benar-benar baru. Semua pengemudi tentu harus beradaptasi lagi untuk bisa menyesuaikan gaya balap dengan karakter mobil barunya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Sport

See More

Hector Souto Dorong Pemain Timnas Futsal ke Luar Negeri: Biar Naik Level!

31 Jan 2026, 06:00 WIBSport