Hector Souto Dorong Pemain Timnas Futsal ke Luar Negeri: Biar Naik Level!

- Pemain Indonesia bak ada di dalam gelembung
- Senang para pemain Indonesia banyak main di laga internasional
- Timnas Futsal Indonesia banyak main dengan tim luar
Jakarta, IDN Times - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, sadar kualitas pemainnya sudah berada di level tinggi. Namun, dia tetap meminta para pemainnya untuk berani main di luar negeri, tak cuma berkutat dalam kompetisi domestik.
Hal itu dia ucapkan pasca anak-anak asuhnya mengalahkan Kyrgyzstan dalam laga kedua fase grup Piala Asia 2026. Dia melihat banyak pemain Kyrgyzstan yang main di luar negeri dan cukup berhasil mendongkrak kualitas tim nasionalnya.
"Kyrgyzstan memiliki dua pemain yang bermain di Rusia, empat Armenia, dan tiga atau empat di Uzbekistan. Saya harap suatu hari nanti para pemain Indonesia juga bisa main di luar negeri," kata Souto kepada awak media.
1. Pemain Timnas Futsal bak ada di dalam gelembung

Souto mengungkapkan, saat ini pemain futsal Indonesia bak ada di dalam gelembung. Mereka nyaman main di Liga Pro Futsal Indonesia, dan belum berani mencoba tantangan main di luar negeri.
"Menurut saya, dalam beberapa hal kita hidup dalam gelembung, dan perlu meledakkannya. Karena jika kita terus bermain di sini, akan sulit untuk meningkatkan level Timnas," kata Souto.
2. Senang para pemain Timnas Futsal sering tampil di laga internasional

Souto mengungkapkan, meski saat ini para pemainnya masih berkutat di kompetisi domestik, setidaknya sudah sering melakoni laga internasional. Hal itu memberi pengalaman sekaligus bisa meningkatkan level para pemain.
"Ini (main di Piala Asia 2026) jadi pengalaman bagus bagi para pemain kami, karena mulai tampil di laga internasional, dengan tekanan dan atmosfer yang berbeda dengan di liga," ujar Souto.
3. Timnas Futsal sering lawan tim luar

Belakangan, Timnas Futsal memang sering menghadapi tim-tim luar negeri. Mereka pernah bersua Argentina, Jepang, Belanda, dan Latvia di World Nations Series.
Timnas Futsal juga main di level Asia Tenggara seperti Piala AFF dan SEA Games, juga melakoni laga uji coba lawan Australia. Namun, kompetisi sebenarnya menawarkan dimensi berbeda ke pemain secara individu karena intensitasnya yang lebih rutin dan tingkat kesulitan memaksa konsistensi.


















