Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cabor Penyumbang Emas Pertama Indonesia di 5 Asian Games Terakhir

4 min read
5 Cabor Penyumbang Emas Pertama Indonesia di 5 Asian Games Terakhir
ilustrasi raket dan shuttlecock bulu tangkis (pixabay.com/anncapictures)
  • Indonesia membuka emas Asian Games Guangzhou 2010 lewat perahu naga putra 1.000 meter, lalu bulu tangkis melalui Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari di Incheon 2014.
  • Defia Rosmaniar meraih emas pertama Indonesia di Jakarta-Palembang 2018 dari poomsae taekwondo putri, sedangkan Muhammad Sejahtera Dwi Putra membuka Hangzhou 2022 dari menembak running target.
  • Tim beregu putra bulu tangkis menjadi pembuka emas Indonesia di Aichi-Nagoya 2026 setelah menang 3-2 atas China, sekaligus mengakhiri penantian 28 tahun di nomor tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dalam lima edisi terakhir, emas pembuka Indonesia di Asian Games selalu datang dari cabang olahraga yang berbeda-beda. Dari perahu naga di Guangzhou 2010 sampai tim beregu putra bulu tangkis yang baru saja membawa emas pertama Indonesia di Aichi-Nagoya 2026, siapa saja yang menjadi pembuka emas Indonesia dalam lima Asian Games terakhir?

  1. 1. Emas pertama pada Guangzhou 2010 didapatkan melalui olahraga perahu naga

    Indonesia membuka keran emas di Asian Games Guangzhou 2010 lewat tim putra perahu naga nomor 1.000 meter. Tim Merah Putih melaju paling cepat di Dragon Boat Lake, Zengcheng, dan mencatat waktu 3 menit 32,016 detik untuk finis di posisi pertama. Mereka mengalahkan Myanmar yang meraih perak dan Korea Selatan yang membawa pulang perunggu.

    Kemenangan itu terasa semakin menarik karena perahu naga baru masuk sebagai cabang resmi Asian Games pada edisi Guangzhou. Indonesia langsung memanfaatkan kesempatan tersebut dan membawa pulang emas pertama kontingen pada November 2010. Beberapa jam setelah tim putra menang, tim putri Indonesia juga menambah perak dari nomor 1.000 meter.

  2. 2. Greysia Polii dan Nitya Krishinda Maheswari mengamankan emas di Incheon 2014

    Empat tahun berselang, bulu tangkis mengambil giliran sebagai pembuka emas Indonesia di Asian Games Incheon 2014. Greysia Polii dan Nitya Krishinda Maheswari mengalahkan pasangan Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dengan skor 21-15, 21-9 di final ganda putri. Kemenangan itu langsung menjadi emas pertama Indonesia pada edisi tersebut.

    Greysia dan Nitya menyelesaikan pertandingan final hanya dalam dua ronde untuk mengalahkan duo jepang. Gelar itu juga punya arti khusus karena Indonesia terakhir kali meraih emas ganda putri Asian Games pada 1978 melalui Verawaty Fajrin dan Imelda Wiguna. Kemenangan Greysia dan Nitya seperti memutus paceklik emas Indonesia selama 36 tahun di nomor ganda putri.

  3. 3. Defia Rosmaniare menjadi atlet Indonesia pertama yang dapat emas di Jakarta-Palembang 2018

    Saat Indonesia menjadi tuan rumah pada 2018, Defia Rosmaniar langsung memberikan kejutan bagi publik Tanah Air. Ia merebut emas dari cabang olahraga taekwondo nomor individual putri poomsae setelah mengumpulkan 8,690 poin dan mengungguli wakil Iran, Marjan Salahshouri, yang mendapat 8,470 poin. Kemenangan itu menjadi emas pertama Indonesia di Asian Games Jakarta-Palembang.

    Yang membuat cerita Defia semakin menarik, poomsae baru menjalani debutnya di Asian Games pada edisi Jakarta-Palembang 2018. Jadi, Indonesia langsung mendapatkan emas dari nomor yang untuk pertama kalinya masuk ke cabor Asian Games. Defia kemudian merayakan kemenangannya di depan publik Jakarta sebelum mendapat ucapan selamat dari Presiden Joko Widodo yang menyaksikan langsung pertandingan tersebut.

  4. 4. Muhammad Sejahtera Dwi Putra mempersembahkan dua emas bagi Indonesia di Hangzhou 2022

    Di Hangzhou 2022, giliran Muhammad Sejahtera Dwi Putra yang membuka keran emas Indonesia. Atlet menembak itu memenangkan nomor 10 meter running target dengan catatan 578 poin di Fuyang Yinhu Sports Centre pada September 2023. Ia mengungguli wakil Vietnam Huu Vuong Ngo dan atlet Korea Selatan Youjin Jeong untuk membawa Indonesia ke puncak podium.

    Bagi Tera, emas tersebut menjadi pencapaian penting setelah ia tampil di nomor yang mungkin masih asing bagi banyak penonton Indonesia. Menariknya, ia tidak berhenti di satu emas karena sehari kemudian kembali memenangkan nomor 10 meter running target mixed run. Dua kemenangan itu membuat namanya menjadi salah satu buah bibir di Tanah Air selama Asian Games Hangzhou.

  5. 5. Tim beregu putra bulu tangkis Indonesia baru saja menyabet emas di Aichi-Nagoya 2026

    Pada 2026, Indonesia kembali membuka koleksi emas lewat bulu tangkis, tetapi kali ini dari nomor beregu putra. Indonesia sempat tertinggal 0-2 dari China setelah Jonatan Christie dan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kalah pada dua pertandingan awal. Alwi Farhan dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin kemudian menyamakan kedudukan sebelum Moh. Zaki Ubaidillah memenangkan partai kelima dengan skor 23-21, 21-13 atas Weng Hongyang.

    Kemenangan 3-2 itu sekaligus mengakhiri puasa selama 28 tahun Indonesia untuk kembali merebut emas beregu putra Asian Games. Indonesia terakhir kali memenangkan nomor tersebut pada Bangkok 1998, dan kebetulan kembali mengalahkan China di partai final pada edisi tersebut. Kini, setelah hampir tiga dekade, tim beregu putra kembali menjadi pembuka emas Indonesia di Asian Games.

    Lima Asian Games terakhir menunjukkan bahwa emas pertama Indonesia bisa datang dari cabang yang berbeda-beda. Dari perahu naga hingga bulu tangkis, setiap emas pembuka punya cerita dan perjuangannya sendiri. Pada 2026, tim beregu putra berhasil menjadi cabor yang berhasil mengamankan emas perdana di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More