Cegah Pelecehan Seksual Terulang, FPTI Perketat Protokol Latihan

- FPTI memperketat aturan internal dan menerapkan protokol latihan baru untuk mencegah pelecehan seksual serta kekerasan fisik terhadap atlet.
- Yenny Wahid menegaskan fokus utama FPTI kini adalah perlindungan atlet, terutama menjelang ajang kualifikasi panjat tebing di China.
- Para atlet menunjukkan pemulihan positif dengan suasana latihan yang lebih ceria dan semangat setelah insiden sebelumnya.
Jakarta, IDN Times - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) berencana memperketat aturan internal, guna mencegah pelecehan seksual dan kekerasan fisik terulang pada atletnya. Ada beberapa aturan yang akan mereka terapkan.
"Jadi kami juga membuat aturan-aturan safeguarding untuk memastikan tidak ada lagi ruang yang memungkinkan kejadian semacam ini terjadi lagi," ujar Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, kepada awak media.
1. Protokol latihan akan diperketat

Yenny mengungkapkan, salah satu aturan baru yang akan diterapkan FPTI ini adalah protokol latihan yang akan diperketat. Jadi, di pelatnas nanti, sesi latihan tidak boleh hanya diikuti dua orang saja.
"Kami membuat protokol yang makin diperketat, misalnya adalah ketika pelatihan tidak boleh berdua. Ini contoh-contohnya dan yang kami buat ke depan nanti," ujar Yenny.
2. Perlindungan jadi fokus dari FPTI

Yenny menyebut, pihaknya kini akan fokus betul-betul pada perlindungan atlet, sehingga kejadian serupa tak akan terulang. Apalagi, dalam waktu dekat, panjat tebing sudah ditunggu ajang-ajang besar.
"Ini menjadi salah satu fokus kami yang paling utama. Karena kami sudah harus menghadapi kualifikasi di China, awal April nanti. Jadi penting sekali anak-anak sudah bisa bersemangat kembali," ujar Yenny.
3. Para atlet panjat tebing sudah lebih positif sekarang

Yenny mengaku, seiring berjalannya waktu, para atlet sudah mulai menunjukkan pemulihan yang positif. Banyak dari mereka sudah bisa tertawa dan tersenyum, setelah kejadian memilukan beberapa waktu terakhir.
"Saya baru bertemu sama atlet. Kami semua buka puasa bersama-sama. Lalu kemudian ada sesi-sesi kami main game. Mereka sudah bisa tersenyum, mereka sudah bisa tertawa. Saya senang melihatnya," ujar pimpinan FPTI itu.
















