Telinga Berdarah Graham Potter di Laga Perdana Swedia Piala Dunia 2026

- Pelatih Swedia, Graham Potter, mengalami insiden telinga berdarah saat laga perdana Piala Dunia 2026 melawan Tunisia tanpa mengetahui penyebab pastinya.
- Potter berencana meninjau rekaman pertandingan untuk mencari tahu pelaku insiden, meski ia mengaku tidak terlalu mempermasalahkannya.
- Swedia tampil dominan dengan kemenangan 5-1 atas Tunisia, membawa mereka memimpin klasemen Grup F dan memperkuat peluang lolos ke fase berikutnya.
Jakarta, IDN Times - Timnas Swedia berhasil menorehkan hasil apik di laga perdana Piala Dunia 2026. Namun, hasil ini harus diwarnai insiden berdarahnya telinga pelatih mereka, Graham Potter.
Insiden ini terjadi di tengah-tengah laga Swedia lawan Tunisia pada Senin (15/6/2026) lalu. Ketika itu, telinga kanan Potter yang awalnya mulus, tiba-tiba berbalut merah darah. Apa yang terjadi?
1. Potter tak tahu apa yang terjadi
Dilansir Daily Mail, Potter tidak tahu kenapa telinganya bisa jadi berdarah seperti itu. Dugaannya, ada yang mencakar atau menggigit telinganya dalam momen tertentu.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi. Bisa jadi, ada seseorang yang mencakar saya, atau menggigit saya," ujar Potter dalam sesi jumpa pers pasca laga.
2. Akan mengecek video rekaman
Untuk memahami apa yang terjadi, Potter mengaku akan mengecek video rekaman. Namun, dia sejatinya tidak terlalu ambil pusing atas kejadian tersebut.
"Ya, nanti saya harus menganalisis rekaman videonya, untuk mencari siapa pelakunya," kata Potter.
3. Swedia sedang ciamik
Dalam laga lawan Tunisia itu, di tengah telinga Potter yang berdarah, Swedia menang besar dengan skor 5-1. Viktor Gyokeres dan Alexander Isak turut menyumbang gol dan assist bagi Swedia di laga ini.
Hasil ini menempatkan Swedia di puncak klasemen Grup F Piala Dunia 2026 dengan tiga poin, di atas Jepang dan Belanda. Tim asuhan Graham Potter itu dalam posisi bagus untuk lolos ke fase berikutnya.

















