5 Center dengan Assist Terbanyak di NBA per Januari 2026

- Nikola Jokic (5.734 assist) telah meredefinisikan peran center pada masa modern
- Kareem Abdul-Jabbar (5.660 assist) sempat jadi raja assist di antara center di NBA
- Wilt Chamberlain (4.634 assist) terkenal sebagai pencetak poin, tetapi visi bermainnya tidak boleh diragukan
Pada masa lalu, center di NBA identik dengan blok, rebound, dan poin di area cat. Namun, peran tersebut telah lama berevolusi. Pemain besar kini bukan hanya bisa bermain di bawah ring, melainkan juga menjadi otak serangan.
Daftar ini, misalnya, menegaskan kembali tentang peran center modern. Ada lima pemain besar yang tercatat sebagai yang paling sering mencatat assist di NBA per Januari 2026. Salah satunya Nikola Jokic, andalan Denver Nuggets yang menjadi pemain terbaik tiga kali sepanjang karier pada 2025/2026.
1. Nikola Jokic (5.734 assist) telah meredefinisikan peran center pada masa modern
Nikola Jokic bukan sekadar pemimpin Denver Nuggets, melainkan juga pemimpin dalam hal assist di antara center di NBA. Dia telah meredefinisikan apa yang mungkin dilakukan seorang big man di liga bola basket terbaik sedunia. Statistik mencatat, Jokic mampu mengumpulkan 5.734 assist, menjadikannya center dengan assist terbanyak sepanjang masa.
Perjalanan ini tentu bukan kebetulan. Kecerdasan membaca permainan dan kemampuan operannya yang presisi telah mengubah peran center. Visi Jokic di lapangan membuat rekan-rekannya selalu berada di posisi terbaik untuk mencetak poin. Dia tidak hanya pandai mengumpulkan poin, tetapi juga mengatur tempo permainan yang mengundang kekaguman tiap kali bola keluar dari tangannya. Dalam sedekade terakhir, dia menjadi simbol evolusi playmaking di posisi yang dulunya terbatas di area cat.
2. Kareem Abdul-Jabbar (5.660 assist) sempat jadi raja assist di antara center di NBA
Sebelum era Nikola Jokic, Kareem Abdul-Jabbar tercatat sebagai raja assist di antara center di NBA. Dengan karier panjang yang mencatat 5.660 assist, dia membuktikan dominasinya di bawah ring tidak harus menghalangi kemampuan membagikan bola. Sebagai pencetak poin legendaris, Abdul-Jabbar juga ternyata mampu menyerap tekanan dan membuka ruang bagi tim lewat umpan-umpan cerdas.
Cerita assist-nya sering tersembunyi di balik rekor poin yang tidak terhitung banyaknya. Namun, kontribusinya terhadap aliran serangan Los Angeles Lakers sangat krusial. Abdul-Jabbar bisa menjadi contoh klasik dari pemain yang memaksimalkan kekuatan fisik sekaligus naluri mengatur permainan.
3. Wilt Chamberlain (4.634 assist) terkenal sebagai pencetak poin, tetapi visi bermainnya tidak boleh diragukan
Nama Wilt Chamberlain selalu membawa bayangan angka-angka statistik yang fantastis. Misalnya, sebagai pencetak 100 poin dalam 1 pertandingan. Dia memang lebih dikenal karena kemampuan mencetak poin dan rebound. Namun, Chamberlain juga bukan pemain sembarangan dalam hal assist. Dia berada di peringkat tiga dalam daftar center pencetak assist terbanyak sepanjang masa dengan 4.634 assist.
Karier Chamberlain sendiri sering dipelajari karena statistiknya yang seolah menolak norma. Dia mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi penting dalam berbagai aspek permainan, termasuk visi yang tajam untuk menemukan rekan setim yang terbuka. Ini menjadi pengingat kalau legenda sering memiliki banyak lapisan kontribusi dalam kariernya yang masyhur.
4. Bill Russell (4.100 assist) mampu membantu tim keluar dari tekanan dengan umpan tepat dan cepat
Bill Russell bukan sekadar pilar pertahanan Boston Celtics era 1960-an, melainkan juga pengoper bola yang andal. Dia tercatat mampu memberikan 4.100 assist sebagai center. Memimpin tim yang dipenuhi bintang, Russell memang sering menjadi penghubung antara pertahanan dan transisi cepat ke serangan. Perannya sebagai fasilitator di tengah dominasi defensifnya begitu penting dalam keberhasilan Celtics mendominasi NBA.
Permainan Russell menunjukkan kalau assist bukan hanya tentang angka, melainkan juga konteks permainan itu sendiri. Dia mampu membantu tim keluar dari tekanan dengan umpan yang tepat dan cepat. Intuisi permainannya membuat rekan-rekannya lebih baik dan memicu banyak momen meraih kemenangan.
5. Alvan Adams (4.000 assist) menunjukkan keistimewaan center klasik dan keterampilan playmaking
Daftar ini ditutup Alvan Adams, yang mungkin bukan nama besar di NBA, tetapi kontribusinya dengan 4.000 assist sebagai center layak diingat. Adams menunjukkan keistimewaan assist di posisi big man tidak eksklusif pada bintang teratas. Dia telah membuktikan dirinya juga mampu menjadi jantung permainan Phoenix Suns pada eranya dengan gaya bermain yang cerdas dan tidak maruk.
Assist Adams sering lahir dari pemahaman posisi dan hubungan dengan rekan setimnya. Dia adalah contoh bagaimana peran tradisional center bisa dikombinasikan dengan keterampilan playmaking. Bahkan, jika Adams bukan superstar tersohor dalam sejarah bola basket.
Melihat daftar ini seperti membaca bab sejarah NBA saat peran center terus berkembang dari sekadar guardian of the paint menjadi architect of the game. Nikola Jokic, misalnya, mengubah permainan center masa kini sehingga perannya tidak terantuk pada satu tempat. Sementara itu, legenda-legenda seperti Kareem Abdul-Jabbar dan Wilt Chamberlain menjadikan diri mereka peneroka. Penggemar telah menyaksikan transformasi bermain besar yang tidak terduga, tetapi inspiratif.
















