Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dampak Cedera Nikola Jokic dalam Persaingan MVP NBA 2026

ilustrasi bola basket NBA
ilustrasi bola basket NBA (unsplash.com/Edgar Chaparro)

Nikola Jokic menutup 2025 dengan kabar kurang menyenangkan. Ia mengalami cedera lutut kiri ketika berhadapan dengan Miami Heat pada 29 Desember 2025. Jokic pun harus menepi cukup lama guna menjalani pemulihan.

Ironisnya lagi, cedera itu juga memengaruhi situasi Jokic dalam perebutan gelar Most Valuable Player (MVP) NBA 2026. Ia terancam gagal memenuhi persyaratan minimum jumlah pertandingan untuk meraih penghargaan tersebut. Padahal, Jokic sedang memimpin persaingan berkat performanya yang begitu impresif.

1. Nikola Jokic alami cedera lutut dan absen sepanjang Januari 2026

Nasib buruk menimpa Nikola Jokic dalam pertandingan melawan Miami Heat di Kaseya Center pada Desember 2025. Beberapa detik jelang kuarter dua berakhir, Jokic justru terinjak oleh rekan setim dan tersungkur sembari memegangi lutut kirinya. Ia pun harus jalan tertatih-tatih menuju ruang ganti.

Karena kondisinya cukup mengkhawatirkan, sempat ada indikasi Jokic mengalami kerusakan ligamen. Untungnya, hal itu tidak terjadi. Jokic hanya didiagnosis mengalami hiperekstensi lutut kiri. Cederanya akan dievaluasi dalam empat minggu sehingga membuat Jokic absen sepanjang Januari 2026.

2. Nikola Jokic bakal sulit mencapai minimum 65 pertandingan sehingga bisa gugur dalam persaingan MVP

Dengan cedera tersebut, Nikola Jokic terancam tidak bisa memenuhi minimum 65 pertandingan untuk meraih penghargaan MVP. Jokic sendiri telah mencatat 32 pertandingan di NBA 2025/2026. Jika proses pemulihannya berjalan sesuai estimasi, Jokic akan absen selama empat pekan dan melewatkan sebanyak 16 pertandingan.

Jokic masih punya 34 pertandingan tersisa sebelum musim reguler berakhir. Jumlah itu hanya terpaut satu pertandingan dari ambang batas persyaratan. Dengan begitu, Jokic tidak boleh absen lagi jika ingin tetap bersaing dalam perebutan MVP. Sebuah hal yang akan sulit terealisasi.

NBA sendiri mulai menerapkan aturan minimum 65 pertandingan untuk meraih penghargaan individu sejak 2023. Namun, sebelum aturan itu berlaku, mayoritas pemain yang dinobatkan sebagai MVP juga berhasil melampaui ambang batas tersebut. Hanya ada lima pemain yang memenangkan MVP tanpa mencapai 65 pertandingan.

Bill Walton menjadi MVP 1978 meski hanya menjalani 58 pertandingan dari total 86 pertandingan. Sedangkan, empat pemain lainnya meraih MVP karena musim yang berlangsung lebih singkat kurang dari 82 pertandingan. Mereka adalah Bob Cousy (MVP 1958), Karl Malone (MVP 1999), LeBron James (MVP 2012), dan Giannis Antetokounmpo (MVP 2020).

3. Absennya Nikola Jokic memberi angin segar para pesaingnya di tangga MVP

Nikola Jokic sejatinya tengah memimpin persaingan MVP NBA 2026. Ia tampil gemilang dengan mengemas rata-rata 29,6 poin, 12,2 rebound, dan 11 assist. Torehan rebound dan assist tersebut menjadi yang tertinggi. Bahkan, dari 32 pertandingan yang dijalani, setengah di antaranya berakhir dengan triple-double. Itu membuktikan betapa mendominasinya Jokic. Namun, setelah diharuskan menepi empat pekan, Jokic berpotensi disalip para pesaingnya.

Di posisi kedua, ada Shai Gilgegous-Alexander yang membayang-bayangi ketat. Peraih MVP 2025 itu kembali menunjukkan performa yang memukau. Ia berhasil mencatat rata-rata 32,1 poin, 4,6 rebound, dan 6,4 assist. Kesempatan SGA untuk meraih gelar MVP yang kedua kalinya tentu terbuka lebar.

Kemudian, posisi ketiga ditempati oleh Luka Doncic. Doncic yang kini menjalani musim penuh pertamanya bersama Los Angeles Lakers telah menyatu dengan permainan sehingga bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Ia memimpin daftar pencetak poin terbanyak sejauh ini dengan rata-rata 33,6 poin. Torehan rebound serta assist-nya juga tidak kalah bagus, yaitu 8,1 rebound dan 8,7 assist.

Cedera menghambat kiprah Nikola Jokic di NBA 2025/2026. Ia bahkan terancam gugur dalam persaingan MVP karena sulit mencapai minimum 65 pertandingan. Tentu itu sangat disayangkan mengingat performa cemerlang yang ditunjukkan Jokic.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

6 Pemain Paling Diandalkan Liam Rosenior di RC Strasbourg

07 Jan 2026, 22:14 WIBSport