Daftar Juara Ganda Putra China Open dalam 5 Edisi Terakhir per 2026

- China Open 2026 berlangsung 21–26 Juli di Changzhou sebagai turnamen BWF Super 1000, dengan Indonesia meraih gelar ganda putra melalui Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
- Juara ganda putra lima edisi terakhir ialah Marcus Gideon/Kevin Sanjaya pada 2019, Liang Wei Keng/Wang Chang pada 2023, serta Goh Sze Fei/Nur Izzuddin pada 2024.
- Fajar/Fikri menjuarai China Open secara beruntun pada 2025 dan 2026, menyamai catatan pasangan Indonesia Markis Kido/Hendra Setiawan serta Marcus/Kevin.
China Open 2026 resmi berakhir setelah berlangsung pada 21–26 Juli 2026 di Changzhou, China. Turnamen BWF Super 1000 ini menjadi salah satu ajang bergengsi yang mempertemukan para pebulu tangkis terbaik dunia, termasuk di sektor ganda putra. Indonesia berhasil meraih satu gelar juara melalui Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang sukses mempertahankan gelar mereka dari edisi sebelumnya.
Sektor ganda putra China Open sempat mengalami jeda setelah edisi 2019 karena turnamen ini tidak digelar pada 2020 hingga 2022. Setelah kembali berlangsung pada 2023, persaingan di sektor ini kembali menghadirkan pasangan-pasangan terbaik yang mencatatkan namanya sebagai juara. Lantas, siapa saja daftar juara ganda putra China Open dalam lima edisi terakhir per 2026?
1. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia) juara di China Open 2019
China Open 2019 menjadi salah satu edisi spesial bagi Indonesia di sektor ganda putra. Tiga pasangan Merah Putih berhasil mencapai semifinal, termasuk Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang lolos ke final usai mengalahkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Hasil tersebut membuat final ganda putra berlangsung dengan nuansa all Indonesian final.
Pada laga puncak, Marcus/Kevin berhadapan dengan pasangan senior Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Setelah melalui pertandingan sengit tiga game, Marcus/Kevin berhasil meraih gelar juara China Open 2019. Kemenangan ini menjadi salah satu pencapaian penting bagi pasangan berjuluk The Minions tersebut.
2. Liang Wei Keng/Wang Chang (China) tak terkalahkan pada edisi 2023
Setelah absen selama tiga tahun, China Open kembali digelar pada 2023 dengan tuan rumah tampil sebagai juara umum. China berhasil meraih dua gelar dari sektor ganda putra dan ganda putri pada turnamen tersebut. Salah satu gelar diraih oleh pasangan ganda putra terbaik mereka, Liang Wei Keng/Wang Chang.
Liang/Wang tampil impresif sepanjang turnamen dan mencapai final untuk menghadapi wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Dalam laga puncak, pasangan China tersebut berhasil menang dua game langsung atas Aaron/Soh. Gelar China Open 2023 menjadi salah satu pencapaian penting bagi Liang/Wang di hadapan publik tuan rumah.
3. Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia) menjuarai China Open 2024
China kembali mendominasi China Open 2024 dengan keluar sebagai juara umum setelah meraih empat gelar dari lima sektor yang dipertandingkan. Namun, sektor ganda putra menjadi satu-satunya nomor yang gagal dimenangi wakil tuan rumah pada edisi tersebut. Gelar itu justru berhasil direbut pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Berstatus sebagai unggulan ketujuh, Goh/Nur tampil solid hingga mencapai partai final dan menghadapi wakil China, He Ji Ting/Ren Xiang Yu. Mereka berhasil mengalahkan pasangan unggulan kelima tersebut melalui pertandingan ketat tiga game. Gelar China Open 2024 menjadi salah satu prestasi penting bagi Goh/Nur di level turnamen BWF Super 1000.
4. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Indonesia) merebut gelar juara dua kali pada edisi 2025-2026
Ganda putra Indonesia kembali berjaya di China Open melalui Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Mereka sukses meraih gelar juara secara beruntun pada edisi 2025 dan 2026. Pencapaian tersebut sekaligus mengakhiri dominasi juara dari negara lain dalam dua edisi sebelumnya.
Pada 2025, Fajar/Fikri langsung menjadi juara meski baru menjalani debut sebagai pasangan. Setahun kemudian, mereka datang dengan status unggulan kedua dan berhasil mempertahankan gelar di China Open 2026. Keberhasilan itu membuat Fajar/Fikri menyamai rekor dua pasangan Indonesia yang lebih dulu menjuarai China Open dua kali beruntun, yakni Markis Kido/Hendra Setiawan (2006–2007) serta Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (2016–2017).
Dalam lima edisi terakhir per 2026, gelar juara ganda putra China Open menjadi milik pasangan dari Indonesia, China, dan Malaysia. Meski sempat vakum pada 2020–2022, persaingan di sektor ini tetap berlangsung ketat setelah turnamen kembali digelar. Setiap edisi pun menghadirkan cerita berbeda di partai final.
Indonesia menjadi negara dengan catatan terbaik berkat keberhasilan Marcus/Kevin serta Fajar/Fikri menjuarai China Open. Bahkan, Fajar/Fikri sukses mempertahankan gelar pada 2026 setelah menjadi juara pada edisi sebelumnya. Konsistensi tersebut mempertegas kiprah ganda putra Indonesia di turnamen BWF Super 1000 ini.



















