Debut Joaquin/Fadia Berakhir Tanpa Sesal di Asian Games 2026

Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti tersingkir di babak 16 besar Asian Games 2026 setelah kalah 24-26, 21-17, 18-21 dari pasangan Thailand Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat.
Fadia menyebut kesalahan sendiri pada poin kritis dan kekagokan di lapangan menjadi kendala, meski mereka sudah memberi perlawanan terbaik kepada pasangan Thailand yang lebih berpengalaman.
Sebelumnya Fadia membawa tim putri Indonesia meraih perunggu nomor beregu; Joaquin menikmati debutnya bersama Fadia sambil belajar beradaptasi dengan peran di ganda campuran.
Jakarta, IDN Times - Debut racikan baru ganda campuran Indonesia, Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti, di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya harus berakhir di babak 16 besar. Berhadapan dengan pasangan Thailand, Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat, Joaquin/Fadia kalah dalam pertarungan tiga game dengan skor 24-26, 21-17, 18-21 di Ichinomiya, Jumat (25/9/2026).
Meski gagal melangkah lebih jauh, keduanya meninggalkan lapangan tanpa penyesalan. Joaquin/Fadia mengaku telah memberikan perlawanan terbaik dan menikmati kesempatan berharga tampil di Asian Games 2026.
1. Lawannya lebih kaya pengalaman

Debut Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti terhenti di 16 besar Asian Games 2026 Aichi-Nagoya (dok.PP PBSI) Menghadapi Ruttanapak/Jhenicha yang lebih berpengalaman di sektor ganda campuran, memberikan dimensi baru pada Joaquin/Fadia. Mereka bisa belajar dan memberikan perlawanan sengit hingga laga berlangsung ketat sejak game pertama. Setelah kalah tipis 24-26, Joaquin/Fadia sempat mampu bangkit dan merebut game kedua 21-17 sebelum akhirnya menyerah 18-21 pada partai penentuan.
Fadia menilai lawan yang dihadapi memang bukan pasangan sembarangan. Sebenarnya, dia bersama Joaquin sudah siap menghadapi berbagai situasi pertandingan.
"Bertemu pasangan Thailand yang memang fokus di ganda campuran dengan pengalaman yang banyak pasti penuh tantangan, tapi sebenarnya kami sudah siap mau main apa saja. Hanya tadi di poin-poin kritis banyak melakukan kesalahan sendiri. Lebih tepatnya masih ada lebih kagoknya di lapangan," kata Fadia usai pertandingan
2. Bersyukur meski gagal ke perempat final

Debut Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti terhenti di 16 besar Asian Games 2026 Aichi-Nagoya (dok.PP PBSI) Fadia mengakui target utama bersama Joaquin adalah membantu tim beregu Indonesia. Hasilnya, Fadia yang menjadi kapten tim putri Indonesia berhasil membawa pulang medali perunggu dari nomor beregu.
Ketika turun di nomor perorangan, Joaquin/Fadia memilih bermain tanpa beban dan berharap bisa menghadirkan kejutan di Asian Games 2026. Meski langkah mereka terhenti di babak 16 besar, Fadia tetap mengapresiasi perjuangan yang telah diberikan.
"Pastinya target awal kan beregu dulu, lalu di perorangan. Kami lebih main nothing to lose saja. Berharapnya juga bisa kasih kejutan, tapi ya, sangat disayangkan. Saya tetap bersyukur karena mereka juga mengalahkan kami tidak mudah, kami sudah memberikan perlawanan terbaik,” kata Fadia.
3. Joaquin nikmati debut bersama Fadia

Debut Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti terhenti di 16 besar Asian Games 2026 Aichi-Nagoya (dok.PP PBSI) Bagi Joaquin, penampilan di Asian Games 2026 memiliki arti tersendiri. Ini menjadi kesempatan baginya untuk tampil bersama Fadia.
Joaquin mengaku menikmati pertandingan dan berusaha mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimiliki. Namun, pengendalian diri pada poin-poin penting di game pertama dan ketiga menjadi salah satu hal yang disayangkan Joaquin.
"Rasanya saya senang karena sudah diberi kesempatan bermain di Asian Games, berpasangan dengan Kak Fadia. Memang tadi mainnya saya benar-benar nikmati. Saya mengeluarkan semua yang saya punya. Hanya memang tadi di gim pertama dan ketiga saat poin kritis saya kurang bisa mengontrol diri saya sendiri lalu melakukan kesalahan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan," kata Joaquin.
Joaquin mengaku, bertanding di sektor ganda campuran menjadi tantangan tersendiri. Biasa main di depan, Joaquin banyak belajar untuk bergerak dan menutup bagian belakang lapangan.
"Bermain ganda campuran mengagetkan untuk saya, bahkan sejak latihan, karena biasa main di depan, sekarang harus main ke belakang dan cover Kak Fadia. Tapi ini jadi pengalaman yang berharga buat saya, bersyukur akan hal itu," kata Joaquin.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















