Comscore Tracker

Kehilangan Besar Williams Jika George Russell Hengkang pada 2022

Russell diisukan bergabung dengan Mercedes

George Russell kini jadi bahan perbincangan dalam Formula 1. Ia disinyalir bakal "naik kelas" ke Mercedes pada 2022 mendatang. Isu semakin kencang saat Valtteri Bottas dan Mercedes berencana mendiskusikan kelanjutan kontrak keduanya untuk musim mendatang.

Meski masih belum persembahkan poin untuk Williams, peran Russell masih dibutuhkan oleh tim yang berbasis di Grove, Inggris. Jika benar akan hengkang, Williams akan merasa sangat kehilangan.

1. George Russell berstatus ‘free agent’ di akhir musim ini

Kehilangan Besar Williams Jika George Russell Hengkang pada 2022Russell saat berada di belakang kemudi mobil FW43B (formula1.com)

Adanya isu George Russell pindah ke Mercedes disebabkan beberapa hal. Pada akhir musim 2021, Russell resmi berstatus free agent atau tidak terikat kontrak dengan tim mana pun.

Russell bergabung dengan Williams pada 2019 silam. Ia menandatangani kontrak selama tiga musim hingga 2021 ini. Artinya, Russell punya kebebasan untuk berlabuh ke tim mana saja, termasuk Mercedes.

Baca Juga: F1: Hamilton dan Russell Sangkal Adanya Perpecahan antara Mereka

2. Russell dan Mercedes punya hubungan yang terjalin sejak 2017

Kehilangan Besar Williams Jika George Russell Hengkang pada 2022Russell saat perkuat Mercedes kala gantikan Hamilton pada GP Sakhir 2020 (formula1.com)

Selain itu, rumor kepindahan pembalap berusia 23 tahun ke Mercedes juga dilandasi adanya hubungan baik antara kedua belah pihak. Russell telah menjadi bagian dari program pembalap muda Mercedes sejak 2017.

Russell juga pernah menggantikan Lewis Hamilton pada GP Sakhir 2020. Saat itu Hamilton didiagnosis positif COVID-19. Pada balapan tersebut Russell finis posisi ke-9 dan meraup 3 poin.

Performa apik yang ditunjukkannya saat menggantikan Hamilton menjadi daya tarik yang berpotensi membuat Mercedes merekrutnya. Apalagi, Hamilton menyebut Russell sebagai pembalap potensial untuk juara dunia di masa mendatang.

3. Dave Robson sebut kepergian Russell adalah kehilangan besar Williams

Kehilangan Besar Williams Jika George Russell Hengkang pada 2022Russell saat berada di mobil sebelum memulai sebuah sesi (formula1.com)

Head of Vehicle Performance Williams, Dave Robson, menyebut bahwa Williams akan kehilangan besar jika Russell benar-benar pergi. Robson menilai Russell adalah talenta luar biasa. Ia merasa senang selama bermitra dengan Russell.

“Aku pikir kami telah mencurahkan banyak waktu dan tenaga untuk membantunya saat ia membutuhkan bantuan, membimbingnya, dan ini akan benar-benar menjadi sebuah kehilangan tanpa mampu melihat manfaatnya pada mobil yang kita miliki,” kata Robson dilansir Autosport.

4. Russell sejatinya ingin kontrak balap dua tahun

Kehilangan Besar Williams Jika George Russell Hengkang pada 2022Russell dalam sebuah sesi konferensi pers (formula1.com)

Russell sejatinya ingin menandatangani kontrak dua tahun balapan terlepas di tim mana ia akan berlabuh nantinya. Rupanya, keinginan tersebut diketahui oleh CEO Williams, Jost Capito. 

Jost mengatakan bahwa timnya akan senang hati memberi kontrak pada Russell jika dia tak berpaling ke tim lain. Robson berujar akan sangat bagus bagi Williams bisa mempertahankan talenta seperti Russell.

“Akan jadi kehilangan besar, tapi aku tak yakin ini adalah hal yang bisa aku kendalikan. Jika kami bisa mempertahankannya, itu akan menjadi hal luar biasa. Namun, kami harus lihat bagaimana hasilnya.”

5. Robson beri apresiasi pada dedikasi Russell

Kehilangan Besar Williams Jika George Russell Hengkang pada 2022Russell saat berdiskusi dengan kru tim Williams jelang balapan (formula1.com)

Robson juga tak lupa memberi kredit pada dedikasi yang ditunjukkan Russell selama berada di Williams. Russell digambarkan sebagai sosok yang mampu memberi masukan teknis serta bisa memahami kondisi tim yang sempat diterpa masalah pada awal dirinya datang.

Perlu diketahui, Russell datang ke Williams pada 2019 dalam kondisi tim yang berada di titik nadir. Williams mengalami masalah akibat performa mobilnya yang buruk dan terlilit kesulitan finansial. Namun, Russell mau berkompromi dan memberi saran-saran yang berguna bagi tim.

“Ini bukan hanya masukan teknis, semua yang dikerjakan di simulator dan gambaran desain yang dia berikan pada tim saja, tetapi juga cara dia berinteraksi kepada semua orang dan sikap positif yang dia miliki. Dia punya peran besar,” papar Robson dilansir Motorsport.com.

Baca Juga: F1 2021: Mercedes Rilis W12, Mobil Baru untuk Hamilton dan Bottas

Dewa Putu Ardita Darma Putera Photo Verified Writer Dewa Putu Ardita Darma Putera

Penggemar olahraga khususnya Motorsport. Untuk pertanyaan dan keperluan bisnis: dewaputu.ardita@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Atqo

Berita Terkini Lainnya