3 Gelar Juara 3-Point Contest Damian Lillard di NBA

Tidak semua pemain bintang lahir untuk panggung kontes. Sebagian hebat dalam pertandingan sesungguhnya, tapi biasa saja begitu sorotan hanya tertuju kepada satu keahlian. Damian Lillard, point guard Portland Trail Blazers di NBA 2025/2026, mungkin berbeda daripada yang lain. Saat lampu All-Star menyala dan hitungan waktu berjalan, dia tetap tampil setenang biasanya. Tiga gelar juara State Farm 3-Point Contest pun menghampirinya. Mereka menjadi penegas reputasinya sebagai penembak jarak jauh yang andal di kontes menembak tripoin NBA.
1. Gelar pertama mengangkat reputasinya sebagai sniper elite
NBA All-Star Weekend 2023 di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat, menjadi titik awal dominasi Damian Lillard di kontes menembak tripoin. Sebab, sejak babak pertama, pemain Portland Trail Blazers itu mampu tampil efisien, sehingga mengamankan tiket ke final dengan skor tinggi. Ritmenya terbilang stabil, gerakannya ringkas, dan eksekusinya bersih.
Di final, Lillard harus berhadapan dengan salah satu shooter paling produktif saat itu, Buddy Hield (Indiana Pacers). Duel pun berlangsung ketat hingga rak terakhir. Hield menutup lebih dulu dengan 24 poin, angka yang cukup untuk menekan mental siapa pun.
Meski begitu, Damian Lillard meresponsnya dengan tenang. Dia mengumpulkan poin secara konsisten dan menyisakan peluang pada tembakan terakhir. Bola penentu masuk dan Lillard menutup final dengan 25 poin. Dia unggul satu angka dari Hield. Gelar juara pertama itu sekaligus menyatakan dirinya sebagai sosok yang mampu mengatasi tekanan dalam format 70 detik yang brutal.
2. Back-to-back memperlihatkan konsistensinya di panggung besar
Setahun berselang, tantangan berbeda menanti di State Farm 3-Point Contest. Status juara bertahan membuat sorotan tertuju kepada Damian Lillard, yang saat itu sudah bermain untuk Milwaukee Bucks. Namun, di NBA All-Star Weekend 2024, dia kembali tampil tajam pada babak awal, sehingga dengan mudah melaju ke final bersama dua pesaing kuat, Karl-Anthony Towns (Minnesota Timberwolves) dan Trae Young (Atlanta Hawks).
Format final mempertemukan tiga penembak terbaik secara bersamaan. Towns tampil solid dengan 24 poin, sementara Young juga mengemas 24 poin. Angka tersebut membuat tekanan makin besar karena selisih sangat tipis.
Damian Lillard menunjukkan peningkatan tempo dibanding tahun sebelumnya. Dia memaksimalkan rak money ball dan menjaga akurasi di titik-titik favoritnya. Skor 26 poin yang dia kumpulkan cukup untuk mengungguli Towns dan Young sekaligus. Back-to-back pun tercipta.
Kemenangan kedua ini mempertegas gelar juara kontes menembak tripoin pada 2023 bukan sebuah kebetulan. Lillard mampu mempertahankan konsistensi di tengah ekspektasi tinggi dan persaingan yang merata. Dalam sejarahnya, hanya sedikit pemain yang sanggup mempertahankan gelar secara beruntun.
3. Gelar ketiga mengukuhkan namanya dalam sejarah kontes menembak tripoin
Pada 2026, Damian Lillard datang dengan status dua kali juara. Banyak yang bertanya apakah dia masih memiliki sentuhan yang sama. Kompetitor baru bermunculan dan level persaingan makin rapat. Belum lagi, Lillard tengah dalam pemulihan cedera setelah kembali ke Portland Trail Blazers. Dia bahkan belum tampil sama sekali di NBA 2025/2026.
Untungnya, Lillard tidak kehilangan sentuhan terbaiknya. Di final, dia berhadapan langsung dengan Devin Booker. Pemain Phoenix Suns itu tampil impresif lebih dulu dan menutup dengan 27 poin, skor yang sangat kompetitif. Tekanan mau tidak mau kembali berada di tangan Lillard.
Damian Lillard lantas memulai dengan hati-hati sebelum menemukan ritmenya pada pertengahan waktu. Beberapa tembakan beruntun dari sisi kanan membuat poinnya melonjak cepat. Dia menutup penampilan dengan total 29 poin. Poin itu memastikan kemenangan dengan selisih dua angka atas Booker.
Gelar juara ketiga ini mengukuhkan namanya dalam sejarah kontes. Dia telah menyamai rekor tiga kali juara yang hanya dicapai segelintir pemain sebelumnya, Larry Bird (Boston Celtics) dan Craig Hodges (Chicago Bulls). Lebih dari sekadar angka, kemenangan ini menunjukkan kematangan dan kemampuan Lillard dalam menjaga performa dalam rentang waktu berbeda, meski tengah dalam pemulihan cedera pada 2026 ini.
Tiga gelar juara State Farm 3-Point Contest Damian Lillard lahir dari tiga situasi tekanan berbeda. Dari duel satu poin melawan Buddy Hield, persaingan tiga arah dengan Karl-Anthony Towns dan Trae Young, hingga adu skor tinggi kontra Devin Booker, semuanya dia menangkan dengan ketenangan yang sama. Pada era NBA yang jelas-jelas makin bertumpu pada tembakan jarak jauh, Lillard menegaskan satu hal: saat berbicara soal kontes menembak tripoin, namanya wajib diperhitungkan sekalipun dalam pemulihan cedera.

















