Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Spesialis Tangani Tim Sakit, Tudor Punya Tugas Spesial di Tottenham Hotspur

ilustrasi logo Tottenham Hotspur
ilustrasi logo Tottenham Hotspur (unsplash.com/Winston Tjia)
Intinya sih...
  • Spurs berharap Tudor bisa mengangkat posisi di papan klasemen dengan pengalaman menangani "tim yang sakit".
  • Target sementara bagi Tudor adalah membawa Spurs bersaing dan bertahan di Premier League.
  • Tudor memiliki reputasi sebagai stabilisator tim yang tengah terombang-ambing, terutama di Serie A Italia.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tottenham Hotspur resmi mendatangkan pelatih baru, seiring dipecatnya Thomas Frank. Mereka menunjuk Igor Tudor, yang berpengalaman menangani tim-tim bermasalah.

Spurs memecat Frank belum lama ini usai kekalahan dari Newcastle United. Kekalahan tersebut membuat mereka terpuruk di papan bawah klasemen Premier League, dan hanya berjarak empat poin dari zona degradasi.

1. Spurs berharap tuah Tudor

Direktur Olahraga Tottenham, Johan Lange, berharap Tudor bisa mengangkat posisi Spurs di papan klasemen. Dengan pengalaman menangani "tim yang sakit" dia yakin eks pemain Juventus itu bisa membawa kejelasan dalam permainan tim.

"Igor membawa kejelasan, intensitas, dan pengalaman dalam menghadapi momen-momen menantang serta mendatangkan dampak," ujar Lange, dilansir situs resmi klub.

2. Targetnya gak tinggi

Lange menyebut, untuk sementara target bagi Tudor tidak muluk-muluk. Manajemen meminta agar Tudor membawa Spurs bersaing dan bertahan di Premier League.

"Target kami sederhana, menstabilkan performa, memaksimalkan kualitas di dalam skuad dan bersaing sekuat-kuatnya di Premier League dan Liga Champions," ujar Lange.

3. Tudor punya reputasi sebagai stabilisator

Tudor memang memiliki reputasi menstabilkan tim yang tengah terombang-ambing. Ada beberapa tim yang sukses dia perbaiki performanya, terutama di Serie A Italia.

Pada Maret 2024, Tudor direkrut Lazio dengan tujuan untuk menstabilkan tim. Dari sembilan laga, dia menang lima kali, imbang tiga kali, dan sekali kalah. Dia membawa Lazio finis di posisi tujuh klasemen Serie A dan lolos ke Liga Europa.

Kemudian, pada Maret 2025 Tudor datang ke Juventus usai Thiago Motta dipecat. Dia membawa Juventus stabil dan akhirya finis keempat di akhir musim, sekaligus lolos ke Liga Champions.

Akan tetapi, bukan berarti Tudor tak memiliki cela. Saat jadi pelatih tetap Juventus, dia gagal dan dipecat pada Oktober 2025. Dengan nuansa baru di Premier League, mampukah dia membawa Spurs pulih?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More

7 Laga Awal Pellegrino Matarazzo Bersama Real Sociedad di LaLiga

16 Feb 2026, 15:34 WIBSport