Stamina Terkuras, Raymond/Joaquin Akui Kedodoran di BATC 2026

- Raymond/Joaquin kedodoran di BATC 2026 karena terkurasnya stamina dari tiga turnamen beruntun awal tahun.
- Meski sudah melebihi target di Thailand Masters, performa menurun disebabkan oleh kelelahan fisik dan fokus yang terkuras.
- Raymond/Joaquin tetap punya ambisi besar untuk menembus podium tertinggi meski harus meningkatkan fokus dan kondisi fisik.
Jakarta, IDN Times - Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, mengaku kedodoran saat berlaga di Thailand Masters 2026. Terkurasnya stamina Raymond/Joaquin menjadi penyebab melorotnya performa dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia (BATC) 2026 lalu.
Ketika tampil di tiga turnamen secara beruntun pada awal 2026, yakni Malaysia Open, Indonesia Masters, dan Thailand Masters, Raymond/Joaquin terkuras staminanya. Mereka masih belum tahu bagaimana caranya mengatur kebugaran dalam menghadapi padatnya jadwal pertandingan.
1. Sudah lebihi target di Thailand Masters, tapi kedodoran
Raymond/Joaquin sebenarnya mampu mencatatkan grafik yang menanjak di Malaysia Open, Indonesia Masters, serta Thailand Masters. Lolos ke final, menurut keduanya merupakan bonus karena sudah melebihi target. Tapi, dampak yang dirasakan adalah keduanya kelelahan saat menghadapi BATC 2026.
"Ya, mungkin Thailand sudah melebihi target. Cuma di final maunya memang menang, tapi belum bisa juara Super 300. Kalau di BATC sih, evaluasinya untuk ke performa fisik dan teknik lagi sih. Itu yang harus ditingkatkan lagi. Terutama fisik karena kami kayak sudah habis saja rasanya," kata Raymond saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung.
2. Beda dengan musim lalu

Raymond/Joaquin mengaku ini bukan pertama kalinya menjalani tiga turnamen beruntun. Musim 2025, keduanya juga pernah dengan jadwal yang padat Indonesia Masters I, Kaohsiung Masters, dan Al Ain Masters. Namun, level dan hasil turnamen disebut Raymond/Joaquin jadi pembeda.
"Sudah sempat tiga turnamen juga, cuma memang yang di tahun lalu dua kali semifinal dan final. Bahkan yang di sini, kami dua turnamen pertama final. Tapi memang lebih berasa pada fisiknya karena lawan-lawan di Super 500 sudah top semua, gak gampang. Jadi, itu lebih menguras fokus. Itu juga yang jadi bahan evaluasi bagi kami agar lebih meningkatkan fokus dan fisiknya ke depannya," ujar Joaquin.
3. Tetap jaga ambisi dan punya target besar

Meski masih punya PR soal kondisi fisiknya, Raymond/Joaquin tetap menjaga asa dan ambisinya. Mereka tetap punya tekad besar untuk menembus podium tertinggi di kejuaraan-kejuaraan yang akan dijalani tahun ini.
"Kalau target, saya inginnya semuanya juara. Ada target-target khusus di setiap pertandingan, memang ada. Cuma kami berusaha mau menampilkan yang terbaik dulu," kata Joaquin.

















