Comscore Tracker

Meski Bertalenta, 5 Pembalap Ini Hanya Cetak Satu Poin di Formula 1

Bukti persaingan di F1 memang berat

Tercatat hampir 800 pembalap telah berkompetisi di ajang Formula 1 sejak pertama kali digelar pada 1950. Kemampuan balapan, tim yang hebat, serta keberuntungan menjadi kunci mereka dapat meraih kesuksesan di F1. Namun, hanya ada sedikit pembalap yang memiliki itu semua.

Bahkan, meraih poin terbilang sangat sulit, apalagi sebelum tahun 2002 ketika 6 besar pembalap yang bisa mendapat poin. Berbeda dengan saat ini, masuk 10 besar sudah menerima poin.

Hal ini membuktikan bahwa satu poin begitu berharga bagi para pembalap dan timnya. Berikut lima pembalap bertalenta yang hanya mampu cetak satu poin di Formula 1.

1. Alex Zanardi

Meski Bertalenta, 5 Pembalap Ini Hanya Cetak Satu Poin di Formula 1Alex Zanardi (planetf1.com)

Alessandro "Alex" Zanardi mempunyai karier yang cukup baik pada kejuaraan balap junior. Hal tersebut membuatnya bisa berkarier di Formula 1 pada musim 1991 bersama Jordan. Setelahnya ia membalap untuk Minardi dan Lotus. Namun, hanya pernah mendapat satu poin pada GP Brazil musim 1993 saat bersama Lotus.

Hasil yang tak terlalu baik itu kemudian membuatnya beralih ke kejuaraan CART Series pada 1996. Keputusannya itu terbukti tepat, sebab ia sukses meraih dua gelar juara pada musim 1997 dan 1998. Berkat hasil itu, pria asal Italia itu dikontrak Williams pada musim 1999 untuk kembali ke F1.

Tak mendapat hasil bagus, ia kembali ke ajang CART pada musim 2001. Tragedi menimpanya ketika ia harus kehilangan kedua kaki akibat kecelakaan hebat yang hampir merenggut nyawa. Namun, ia tak menyerah dan sempat mengikuti ajang World Touring Car Championship dengan kaki palsu. Zanardi bahkan meraih empat medali emas cabang sepeda tangan dalam ajang Paralimpiade London dan Rio de Janeiro. Sungguh kisah yang inspiratif.

2. Gabriele Tarquini

Meski Bertalenta, 5 Pembalap Ini Hanya Cetak Satu Poin di Formula 1Gabriele Tarquini (f1i.com)

Gabriel Tarquini memegang rekor yang cukup buruk di Formula 1, yakni menjadi pembalap yang paling banyak gagal lolos kualifikasi sepanjang sejarah. Total ia gagal 40 kali dari 78 balapan yang pernah ia lakoni. Prestasi terbaiknya di Formula 1 adalah peringkat keenam pada GP Mexico 1989 bersama AGS. Selain AGS, ia juga pernah membela Osella, Coloni, First, Fondmetal, dan Tyrrell. Semuanya adalah tim yang buruk saat itu.

Hal itulah yang membuatnya kesulitan saat sesi kualifikasi. Padahal ia sebenarnya adalah pembalap yang cukup baik. Ia merupakan juara di ajang British Touring Car Championship. Ia juga pernah memenangkan European Touring Car Championship. Tarquini pernah menjuarai World Touring Car Championship pada usia 47 tahun pada musim 2009. Ia bahkan masih aktif membalap pada usia 59 tahun.

Baca Juga: 10 Mobil Formula 1 yang Kehadirannya Berhasil Mengubah Sejarah

3. Justin Wilson

Meski Bertalenta, 5 Pembalap Ini Hanya Cetak Satu Poin di Formula 1Justin Wilson (skysports.com)

Justin Wilson terbilang cukup tinggi untuk seorang pembalap, yakni 193 cm. Ia memulai karier balapnya di ajang Formula 3000 pada musim 1999 berkat bantuan mantan pembalap Formula 1, Jonathan Palmer. Ia kemudian menjadi juara di ajang tersebut pada musim 2001. Wilson saat itu bahkan mengalahkan Mark Webber. Hal ini memuluskan langkahnya menuju Formula 1.

Namun, karena kesulitan mendapat sponsor, ia baru bisa berlaga di F1 pada musim 2003 bersama Minardi. Meski berada di tim terburuk, ia mampu mengalahkan rekan setimnya yang lebih berpengalaman darinya, Jos Verstappen. Hal itu membuatnya dikontrak Jaguar pada lima seri terakhir untuk mendampingi Mark Webber.

Bersama Jaguar, Wilson akhirnya mendapatkan poin pertamanya saat finis kedelapan di GP Amerika Serikat. Sayangnya, itu menjadi musim terakhir baginya di F1, sebab Jaguar dibeli oleh Red Bull semusim berselang. Setelahnya, ia cukup sukses di beberapa ajang balap mobil. Namun, nasib tragis menimpanya pada ajang IndyCar musim 2015. Nyawanya tak tertolong setelah mengalami kecelakaan fatal.

4. Johnny Cecotto

Meski Bertalenta, 5 Pembalap Ini Hanya Cetak Satu Poin di Formula 1Johnny Cecotto (motorsportimages.com)

Nama Johnny Cecotto mungkin tak begitu dikenal oleh para pecinta Formula 1, sebab ia hanya pernah meraih satu poin, tepatnya di sirkuit Long Beach pada musim 1983 bersama Theodore. Menariknya, ia merupakan rekan satu tim Ayrton Senna kala keduanya membela Toleman pada musim 1984. Itu juga menjadi musim terakhir bagi pembalap asal Venezuela tersebut setelah kedua kakinya patah akibat kecelakaan pada GP Inggris.

Cecotto memang lebih dikenal sebagai pembalap MotoGP, di mana ia membela Yamaha dari musim 1975 hingga 1980. Bahkan, ia pernah menjadi juara dunia di kelas 350cc pada musim 1975 dan peringkat ketiga di kelas 500cc pada musim 1978. Total ia meraih 14 kemenangan dan 26 podium dari 48 kali start di MotoGP.

5. Derek Bell

Meski Bertalenta, 5 Pembalap Ini Hanya Cetak Satu Poin di Formula 1Derek Bell (ferrari.com)

Derek Bell berkompetisi di ajang Formula 1 dari musim 1968 hingga 1972 dan 1974. Namun, pembalap asal Inggris itu tak pernah benar-benar menyelesaikan satu musim penuh di F1. Padahal ia pernah membalap untuk beberapa tim kuat seperti Ferrari, McLaren, Brabham, Surtees, dan Martini Racing Team. Total dalam enam musim, ia hanya 9 kali balapan dan prestasti terbaiknya adalah peringkat keenam pada GP Amerika Serikat musim 1970 bersama Surtees.

Itu juga menjadi satu-satunya poin yang ia raih di Formula 1. Bell sendiri kemudian menemukan tempat yang nyaman baginya untuk balapan pada usia 40-an, yakni 24 Hours Le Mans. Terbukti ia sukses lima kali menjuarai salah satu ajang balap endurance paling bergengsi di dunia tersebut. Selain itu, Bell juga pernah dua kali memenangi ajang World Sportscar Championship dan tiga kali juara 24 Hours Daytona.

Meski mempunyai banyak prestasi di ajang balapan lain, ketika berkompetisi di Formula 1 karier mereka tak cukup baik dan hanya dapat meraih satu poin. Hal ini membuktikan betapa ketatnya persaingan di F1, bahkan untuk sekadar meraih poin.

Baca Juga: 5 Wanita yang Pernah Membalap di Ajang Formula 1, Tak Hanya Pria

Genady Althaf Photo Verified Writer Genady Althaf

berbagi dengan menulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Gagah N. Putra

Berita Terkini Lainnya