Gregoria Mariska, Berlaga dalam Insting dan Talenta

Jakarta, IDN Times - Pelatih tunggal putri Indonesia, Imam Tohari, merasa pencapaian Gregoria Mariska Tunjung dalam beberapa turnamen terakhir mulai menunjukkan grafik peningkatan. Buktinya, Gregoria sempat menembus final di turnamen level tinggi.
Dalam Kumamoto Masters Japan 2025, Gregoria memang gak juara, tapi runner-up. Meski begitu, menurut Imam, kemampuan Gregoria mulai menanjak dan menjadi bukti bisa bersaing di level tinggi karena Kumamoto Masters merupakan turnamen kelas Super 500.
1. Kemampuan dan insting jadi kunci

Gregoria sempat terganggu dengan penyakit vertigonya sejak akhir Maret 2025 lalu. Akibatnya, dia sempat absen panjang dari turnamen. Ketika kembali, Gregoria juga gak langsung bisa nyetel. Dia harus mengatur ulang kondisi fisik dan kemampuannya di atas lapangan. Tapi, belakangan Gregoria mulai bangkit. Imam merasa kemampuan dan insiting menjadi faktor utama peraih medali perunggu Olimpiade 2024 Paris itu bisa bersaing dalam Kumamoto Masters Japan.
"Sebenarnya kondisi dia, saya belum bisa bilang 100 persen sudah pulih. Tapi, memang untuk Gregoria ini kan punya skill yang luar biasa ya. Jadi dengan insting dia, feeling, itu bisa masuk ke final," kata Imam ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.
2. Mental Gregoria juga kuat

Imam merasa mental Gregoria juga kian kuat dan makin percaya diri. Itu terlihat dalam babak 16 besar saat Gregoria berduel dengan tunggal Jepang, Hina Akechi. Gregoria kala itu sempat tertinggal jauh, 1-13. Namun, pada akhirnya dia mampu comeback dan memenangkan laga dengan skor 23-21, 21-18.
Menurut Imam, jika Gregoria punya keinginan kuat untuk menang, maka hal itu akan cukup untuk menutupi kekurangannya dari segi fisik.
"Tinggal dia ada kemauan ingin menang. Itu saja dulu, mungkin bisa menutupi kekurangan kondisinya," kata Imam.
3. Sudah rezekinya

Edisi 2025 menjadi kali ketiga beruntun Gregoria menembus final Kumamoto Masters 2025. Pada edisi 2023, Gregoria keluar sebagai juara sementara 2024 berakhir sebagai runner-up. Imam merasa, Kumamoto Masters mungkin menjadi jalan rezeki Gregoria.
"Sebenarnya dari persiapan dia juga, kalau menurut saya sih, belum balik semuanya, dari segi fisiknya, atau apa. Ya, mungkin jalannya dia juga, rezekinya di Kumamoto atau bagaimana, saya juga gak tahu ya," ujar Imam.

















