Jakarta, IDN Times – Pengurus Pusat Asosiasi Lari Trail Indonesia (PP ALTI) menyoroti polemik penyelenggaraan South East Asia Trail Run Confederation Cup (SEATRC) 2026 di kawasan Gunung Gede Pangrango.
Persoalan mencuat setelah pihak penyelenggara disebut belum memenuhi hak para juara, sehingga memicu protes dari sejumlah atlet dan pegiat olahraga lari trail.
Polemik ini berbanding terbalik dengan prestasi Timnas Lari Trail Indonesia yang berhasil meraih enam medali emas dan dua medali perak serta menempati posisi runner-up dalam kejuaraan tersebut.
Pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan SEATRC adalah PT Cakrawala Jakarta Kreatif. Namun, persoalan tersebut turut menyeret PP ALTI selaku induk organisasi olahraga lari trail di Indonesia.
PP ALTI menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam ajang tersebut sebatas sebagai representasi Indonesia yang bertugas mempersiapkan dan mendampingi Timnas Lari Trail Indonesia.
