Pada gelaran seri MotoGP Jepang di Mobility Resort Motegi, Jumat—Minggu (2—4/10/2026), Marc Marquez tampil dominan. Pembalap andalan tim pabrikan Ducati Lenovo itu memenangi kedua sesi balap. Ia pun mengemas 37 poin maksimal dan memangkas selisih poin kejuaraan dunia dari 12 poin jadi hanya 2 poin saja.
Meski jadi polesitter, Jorge Martin yang memimpin klasemen gagal finis di depan Marquez. Rider Aprilia Racing itu finis ketiga di sesi sprint dan finis runner-up di sesi Grand Prix. Sejatinya Martin melewati garis finis sprint di posisi kedua, tetapi melanggar batas lintasan (track limit) pada lap terakhir sehingga dihukum turun posisi.
Selain Martin, drama turun posisi juga diterima Enea Bastianini. Pembalap Red Bull KTM Tech3 itu pasrah melepaskan podium ketiga dan harus puas finis keempat sprint race. Di sisi lain, ada tiga pembalap yang terlibat kecelakaan di awal balapan. Alex Marquez (Gresini Racing) yang kehilangan kendali menjatuhkan Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing) dan Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing).
Selain cerita dominasi, drama, dan kecelakaan, ada juga kisah serbapertama yang terukir. Ada pembalap yang melakoni balapan terbaik, ada juga yang merasakan hasil terburuk. Apa saja hal serbapertama yang tercipta di lintasan sepanjang 4,8 km itu? Berikut ini ulasannya!
