Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menilik Alasan Kepindahan Pedro Acosta ke Ducati di MotoGP 2027

4 min read
Menilik Alasan Kepindahan Pedro Acosta ke Ducati di MotoGP 2027
Pedro Acosta saat menjalani pekan balap GP Malaysia 2025. (commons.wikimedia.org/Liauzh)
  • Pedro Acosta akan membela Ducati Lenovo Team pada MotoGP 2027 hingga akhir 2028, berduet dengan Marc Marquez dan mengakhiri hubungan panjangnya dengan KTM.
  • Meski tampil meningkat bersama KTM, Acosta menilai RC16 belum cukup kompetitif untuk mengejar gelar juara, sehingga memilih paket Ducati yang mendominasi beberapa musim terakhir.
  • Acosta juga berambisi mengalahkan Marc Marquez dengan motor yang sama; KTM gagal mempertahankannya, meski masih menyisakan tujuh balapan MotoGP 2026 bersama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pedro Acosta telah memutuskan masa depannya untuk mengarungi kompetisi MotoGP 2027. Ia akan menjadi pembalap Ducati Lenovo Team dengan durasi kontrak hingga pengujung 2028. Acosta bakal bertandem dengan sesama pembalap Spanyol lainnya, Marc Marquez.

Keputusan ini mengakhiri kebersamaan antara Acosta dan KTM yang telah terjalin sejak lama. Pabrikan asal Austria itu bukannya tanpa upaya untuk memagari Acosta agar tidak berpaling. Namun, ambisi pribadi yang membuat pembalap berjuluk El Tiburon itu memutuskan hengkang dari KTM.

  1. 1. Pedro Acosta menunjukkan performa menjanjikan selama 3 musim memperkuat KTM di MotoGP

    Pedro Acosta merupakan salah satu pembalap dengan talenta yang diperhitungkan di MotoGP. Itu terbukti sejak pertama kali ia masuk kelas balap tersebut pada 2024 saat memperkuat GASGAS Tech3. Acosta mampu menempati peringkat keenam setelah meraup 215 poin. Ia hanya berjarak 2 poin dari Brad Binder yang juga menggunakan motor KTM RC16.

    Pada 2025, Acosta yang mendapat promosi ke tim pabrikan KTM mampu bercokol di peringkat keempat klasemen akhir. Ia mencetak 307 poin dari 22 seri balap yang dilakoni. Setelah itu, grafik performa Acosta memperlihatkan kenaikan pada musim ini.

    Berdasarkan data MotoTiming per 29 September 2026, Acosta naik podium sebanyak enam kali pada balapan utama. Ia juga berhasil mencetak kemenangan perdana di MotoGP saat balapan GP Austria. Acosta kini bertengger di peringkat keempat klasemen dengan selisih 72 poin dari Jorge Martin.

  2. 2. Pedro Acosta kurang puas dengan performa motor RC16 yang menyulitkannya bersaing memperebutkan titel juara

    Deretan pencapaian bersama KTM tidak lantas membuat Pedro Acosta puas. Performa kurang oke RC16 menyebabkan Acosta kesulitan bersaing dalam perebutan titel juara. Kondisi ini mendorong Acosta mencari opsi tim lain yang mampu memberinya motor dengan spesifikasi mumpuni.

    Pilihan Acosta pada akhirnya jatuh kepada Ducati. Pabrikan asal Italia itu telah menjadi tolok ukur di kejuaraan selama beberapa musim terakhir. Performa mengesankan Desmosedici GP di lintasan berbuah gelar juara pembalap, tim, dan konstruktor.

    Ducati merengkuh titel juara konstruktor sebanyak enam kali beruntun sejak 2020. Mereka juga meraih titel juara tim sejak 2021 lewat Ducati Lenovo Team pada 2021, 2022, 2024, dan 2025 serta Pramac Racing pada 2023. Pembalap Ducati juga menyabet gelar juara dalam 4 musim terakhir.

    Francesco Bagnaia menjadi juara dua kali beruntun pada 2022 dan 2023. Kemudian, Jorge Martin meraih titel prestisius tersebut pada 2024. Marc Marquez kembali merasakan manisnya titel juara pada 2025 saat menjalani musim perdana di tim pabrikan Ducati. Mengacu dari prestasi cemerlang tersebut, tidak mengherankan apabila Acosta memilih meninggalkan KTM demi bisa bergabung dengan Ducati yang punya paket motor menjanjikan.

    "Memang begitulah kenyataannya. Sejak menandatangani kontrak dengan KTM, satu-satunya yang aku inginkan adalah motor yang bisa membawaku meraih gelar juara. Motor ini (RC16) jelas belum bisa mewujudkannya. Sejujurnya, aku tidak punya waktu lagi untuk terbuang sia-sia," kata Pedro Acosta saat dalam wawancara dengan Crash pada pekan balap GP Jerman.

  3. 3. Pedro Acosta memiliki ambisi pribadi untuk mengalahkan Marc Marquez dengan menggunakan motor yang sama

    Selain performa motor, ada faktor lain yang mendorong Pedro Acosta bergabung dengan Ducati di MotoGP 2027. Juara Moto3 2021 itu punya ambisi pribadi mengalahkan Marc Marquez dengan menggunakan motor yang sama. Gottfried Neumeister selaku CEO KTM mengonfirmasi hal tersebut.

    Neumeister sebetulnya telah mencoba meyakinkan Acosta agar mau bertahan di KTM. Akan tetapi, ambisi kuat yang dimiliki Acosta membuat usaha KTM menemui jalan buntu. Neumeister mengaku sangat menyesali kepergian Acosta pada akhir musim nanti.

    "Aku masih merinding karena dia bilang kepadaku bahwa ini bukan soal selisih satu juta. Kami pernah melihat pembalap yang pada awal musim menerima paket gaji standar, lalu meneken kontrak dengan tim lain hanya demi uang. Menurutku itu bukan semangat balap. Acosta berkata, meski kami punya motor lebih baik dengan mesin 850cc dan ia menang dengan motor tersebut, dia ingin mengalahkan Marquez dengan senjata yang sama," jelas Gottfried Neumeister dikutip Motorsport.

    Acosta telah mengambil keputusan penting dalam kariernya di MotoGP. Ia akan pindah ke Ducati musim depan. Meski demikian, Neumeister tetap membuka peluang untuk kembali bermitra dengan Acosta pada masa mendatang.

    Kini, Acosta dan KTM memiliki tujuh balapan tersisa di MotoGP 2026. Kedua pihak tentu ingin meneruskan tren positif selepas kemenangan di GP Austria. Mampukah mereka melakukannya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More