5 Tunggal Putri Bulu Tangkis Terbaik yang Pernah Dimiliki Indonesia

#ANGPOIN Para juara Olimpiade dan kejuaraan bergengsi nih!

Indonesia memang dikenal sebagai gudangnya pemain bulu tangkis terbaik dunia. Gak kehitung sudah berapa banyak prestasi yang berhasil ditorehkan oleh putra putri bangsa di cabang olahraga tepok bulu tersebut.

Salah satu nomor yang mulai dahulu selalu gak ketinggalan menyumbang prestasi untuk negara tercinta ini adalah tunggal putri. Sejak dahulu banyak atlet-atlet tunggal putri dengan prestasi gemilang dari Indonesia. Berikut beberapa diantaranya.

1. Susi Susanti

5 Tunggal Putri Bulu Tangkis Terbaik yang Pernah Dimiliki Indonesiafoxsports.co

Siapa sih yang gak kenal dengan atlet tunggal putri satu ini? Kalau ada julukan ratu bulu tangkis, mungkin Susi adalah salah satu yang layak meraihnya.

Banyak prestasi yang berhasil ditorehkan istri Alan Budikusuma ini, antara lain Medali Emas Olimpiade 1992 di Barcelona, Medali Perunggu Olimpiade Atlanta tahun 1996, Juara World Championship 1993, Semifinalis World Championship 1991 dan 1995, Juara All England 4 kali di tahun 1990, 1991, 1993, dan 1994, Finalis All England 1989 serta Juara World Cup 1989.

Gelarnya lengkap banget kan?

2. Mia Audina

5 Tunggal Putri Bulu Tangkis Terbaik yang Pernah Dimiliki Indonesiapbdjarum.org

Mia Audina adalah salah satu tunggal putri terbaik yang juga pernah dimiliki Indonesia. Di tahun 1994, pada saat usianya baru 14 tahun, ia menjadi penentu kemenangan Indonesia di Piala Uber.

Ia juga menjadi peraih medali Perak Olimpiade Atlanta di tahun 1996 dan juga menjadi penyumbang poin kemenangan tim Indonesia di Piala Uber.

Sebenarnya di tahun 2004 Mia juga sempat meraih medali Perak di Olimpiade Athena, hanya saja saat itu ia sudah berbendera Belanda. Ya, pasca menikah di tahun 1999 Mia memang diketahui pindah kewarganegaraan menjadi Belanda dan sempat membela Negara Kincir tersebut di beberapa kejuaraan internasional.

Baca Juga: 5 Fakta Liliyana Natsir, Atlet Bulu Tangkis Kebanggaan Indonesia

3. Ivana Lie

5 Tunggal Putri Bulu Tangkis Terbaik yang Pernah Dimiliki Indonesiadjarumbadminton.com

Kalau bicara atlet tunggal putri terbaik di tahun 1980-an, pasti nama Ivana Lie harus masuk list. Ia adalah peraih gelar runner-up Kejuaraan Dunia 1980, runner-up World Cup 1985 dan Semifinalis All England di tahun 1981.

Gak cuma moncer sebagai atlet tunggal putri, Ivana juga diketahui pernah menjadi atlet ganda campuran dan berhasil meraih gelar juara dunia tahun 1985 bersama Christian Hadinata.

4. Maria Kristin Yulianti

5 Tunggal Putri Bulu Tangkis Terbaik yang Pernah Dimiliki Indonesiapbdjarum.org

Di tahun 2000-an ada Maria Kristin Yulianti yang menjadi atlet tunggal putri terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Maria Kristin diketahui memiliki segudang prestasi yang membanggakan. Salah satu yang paling mentereng adalah medali Perunggu Olimpiade Beijing di tahun 2008.

Kemenangan Maria ini sangat tak disangka, karena lawannya adalah salah satu atlet tunggal putri China yang kuat saat itu yakni Lu Lan. Dengan gaya permainannya yang kala itu dianggap tak bisa menyaingi pemain China, ia berhasil menutup peluang tuan rumah menyapu bersih medali olimpiade nomor tunggal putri.

5. Lindaweni Fatreni

5 Tunggal Putri Bulu Tangkis Terbaik yang Pernah Dimiliki Indonesiabadmintonindonesia.org

Terakhir, ada Lindaweni Fatreni sosok atlet tunggal putri terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Prestasi tertinggi yang pernah diraihnya adalah menjadi peraih medali Perunggu di Kejuaraan Dunia 2015. Lindaweni harus mengakui keunggulan Saina Nehwal asal India yang mengalahkannya di semifinal dengan skor 21-17, 21-17.

Itulah beberapa atlet tunggal putri terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Semoga semangat dan prestasi mereka bisa menginspirasi para tunggal putri masa kini. Mari doakan!

Baca Juga: 5 Pebulu Tangkis Indonesia Pemegang Gelar Dunia di Era 2000-an

Indra Prastha Photo Community Writer Indra Prastha

Pecandu senja, pengaduk jenang dan penggila kopi sachet

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Febrianti Diah Kusumaningrum

Just For You