Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hasil Tim Badminton Putra Indonesia pada 5 Edisi Terakhir Asian Games
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Saif71.com)
  • Tim badminton putra Indonesia meraih perunggu Asian Games 2006 di Doha dan 2010 di Guangzhou, setelah sama-sama kalah dari China pada semifinal.
  • Pada Asian Games 2014, Indonesia gagal meraih medali usai kalah 1-3 dari Taiwan di perempat final, sebelum bangkit meraih perak sebagai tuan rumah pada 2018.
  • Indonesia kembali tersingkir di perempat final Asian Games 2022 setelah kalah 1-3 dari Korea Selatan, melanjutkan catatan hasil yang naik turun dalam lima edisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tim badminton putra Indonesia memiliki catatan yang cukup beragam dalam lima edisi terakhir Asian Games. Dalam periode tersebut, skuad Merah Putih sempat meraih medali pada beberapa edisi.

Menjelang gelaran Asian Games berikutnya, menarik untuk melihat kembali perjalanan tim badminton putra Indonesia dalam lima edisi terakhir. Berikut hasil yang diraih tim badminton putra Indonesia dari Asian Games 2006 hingga 2022.

1. Meraih perunggu di Asian Games 2006

Tim badminton putra Indonesia pulang dengan menggenggam perunggu dari gelaran Asian Games 2006 yang berlangsung di Dohan, Qatar. Taufik Hidayat dan kawan-kawan dipastikan meraih perunggu setelah menembus semifinal. Pada babak itu, Indonesia kalah dari China dengan skor 1-3. Indonesia membuka pertandingan dengan ketertinggalan 0-1 setelah Taufik Hidayat kalah dari Lin Dan. Duet Markis Kido/Hendra Setiawan sempat menyamakan kedudukan 1-1 setelah menang atas Cai Yun/Fu Hai Feng. Sayangnya, pada dua laga setelahnya, Indonesia kembali gagal meraup poin hingga akhirnya kalah dengan 1-3.

2. Kembali merengkuh perunggu di Asian Games 2010

Tim badminton putra Indonesia kembali merengkuh perunggu di Asian Games 2010. Dalam edisi yang berlangsung di Guangzhou itu, langkah Indonesia lagi-lagi dihentikan China. Dengan komposisi pemain yang hampir sama dengan edisi sebelumnya, Indonesia kalah pada semifinal dengan skor telak 0-3. Taufik Hidayat yang diunggulkan untuk menyumbang poin harus kalah dalam laga ini. Kekalahan itu diikuti Markis Kido/Hendra Setiawan yang tampil pada partai kedua dan Simon Santoso pada partai ketiga.

3. Tumbang pada perempat final di Asian Games 2014

Asian Games 2014 menjadi salah satu edisi terburuk bagi tim badminton putra Indonesia. Pada edisi yang berlangsung di Korea Selatan ini, skuad merah putih gagal meraih medali. Indonesia kalah pada perempat final dari Taiwan dengan skor 1-3. Pada laga pembuka, Indonesia langsung kehilangan angka setelah Tommy Sugiarto menelan kekalahan. Skor sempat berimbang 1-1 lewat kemenangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Sayangnya, Jonatan Christie dan Angga Pratama/Rian Agung Saputro yang tampil pada dua laga setelahnya gagal mencuri angka.

4. Mengamankan perak di Asian Games 2018

Tampil sebagai tuan rumah, Asian Games 2018 menjadi edisi terbaik bagi tim badminton putra Indonesia dalam 20 tahun terakhir. Pada edisi yang digelar di Jakarta dan Palembang ini, Jonatan Christie dan kawan-kawan melesat hingga final. Sayangnya, mereka harus puas dengan perak setelah kalah dari China dengan skor 1-3. Anthony Sinisuka Ginting mengawali perjalanan Indonesia di laga ini dengan kekalahan atas Shi Yu Qi. Penampilan impresif Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo pada partai kedua sempat membuat kedudukan berimbang. Sayangnya, langkah itu gagal diikuti Jonatan Christie dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang tampil pada dua partai setelahnya.

5. Kalah pada perempat final di Asian Games 2022

Performa tim badminton putra Indonesia menurun drastis di Asian Games 2022. Setelah pulang dengan perak pada edisi sebelumnya, Indonesia harus pulang tanpa medali pada edisi ini. Langkah Indonesia terhenti pada perempat final di tangan Korea Selatan. Jonatan Christie dan tim harus tumbang dengan skor 1-3. Indonesia sebenarnya memulai laga cukup apik setelah Anthony Sinisuka Ginting memenangkan partai pertama. Sayangnya, itu tidak berlanjut pada tiga partai setelahnya.

Hasil yang diraih tim badminton putra Indonesia dalam lima edisi terakhir Asian Games menunjukkan performa yang masih naik turun. Setelah meraih perunggu pada 2006 dan 2010, Indonesia sempat terhenti di perempat final pada 2014 sebelum kembali melaju hingga final dan meraih perak pada 2018. Namun, pencapaian tersebut belum berhasil dipertahankan pada edisi 2022 karena Indonesia kembali tersingkir di perempat final.

Catatan ini menunjukkan bahwa perjalanan tim badminton putra Indonesia di Asian Games dalam beberapa edisi terakhir masih belum konsisten. Menarik untuk menantikan performa tim badminton putra Indonesia di Asian Games 2026. Akankah ada peningkatan hasil dari edisi sebelumnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article