Comscore Tracker

Hendry Saputra Kini Bukan Lagi Pelatih Tunggal Putra Indonesia

Hendry berhasil mengantar Ginting dan Jonathan jadi bintang

Jakarta, IDN Times - Hendry Saputra kini tak lagi mengemban tugas sebagai pelatih tunggal putra bulu tangkis Indonesia. Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tak menawarkan perpanjangan kontrak kerja baru kepada sang pelatih.

Selama menjabat sebagai pelatih tunggal putra, Hendry biasanya mendapatkan perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun. Namun, sampai saat ini, tak ada tawaran lagi dari PBSI. Padahal, sejak Desember 2021 kontraknya sudah habis.

Kabar ini sontak membuat para pencinta bulu tangkis tanah air terkejut. Sebab, pelatih berusia 40 tahun itu punya andil besar mengorbitkan para pemain muda, dan membawa Indonesia mencatatkan beberapa prestasi mentereng di nomor tunggal putra.

Baca Juga: 5 Format Kejuaraan Bulu Tangkis Dunia yang Masuk Struktur Turnamen BWF

1. Mengantarkan Ginting dan Jonathan Christie berprestasi

Hendry Saputra Kini Bukan Lagi Pelatih Tunggal Putra IndonesiaJonatan Christie unggah foto kemenangan Indonesia di Piala Thomas 2020 (instagram.com/jonatanchristieofficial)

Coach Hendry mampu membuat nama Jonathan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting menjadi harum dan andalan Indonesia pada nomor tunggal putra di pelbagai ajang. Hal itu tak lepas dari peran Hendry yang dengan ulet mampu membuat para pemain tampil matang.

Jonathan Chrsitie juga mampu meraih gelar bergengsi, salah satunya adalah emas di Asian Games 2018. Ia juga mampu mengantarkan Ginting meraih beberapa gelar BWF super series hingga perunggu di Olimpiade 2020 Tokyo.

Yang paling membanggakan, ia mampu membawa peran besar saat tim putra Indonesia membasuh dahaga gelar di Piala Thomas 2020. Padahal, sudah 19 tahun tim putra Indonesia tak mampu meraih trofi bergengsi itu.

2. Warganet mendukung Hendry di media sosial dengan tagar #TerimaKasihCoachHendry

Berkat dedikasinya untuk kemajuan bulu tangkis Indonesia, Hendry pun terus dihujani dukungan dari warganet di media sosial. Hal itu membuat tagar #TerimaKasihCoachHendry menjadi tranding topic di media sosial pada Selasa (18/1/2022) pagi.

Hal itu tak lepas dari apresiasi masyarakat terhadap jasa-jasanya. Tak sedikit yang merasa kehilangan, karena dia tak lagi menjadi pelatih tunggal putra Indonesia.

"Seperti guru, seorang pelatih layaklah disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Terima kasih Coach Hendry yg telah mendidik & membimbing para pemain. Tanpanya, pemain kita tidak mungkin meraih prestasi sebaik ini. Bila kita sudah sukses, jgn lupakan guru kita,” cuit akun @badmintontalk, Selasa. 

Baca Juga: Shin Tae Yong: Bulu Tangkis Olahraga Paling Berprestasi di Indonesia

3. Perjalanan Hendry hingga jadi pelatih tunggal putra Indonesia

Hendry Saputra Kini Bukan Lagi Pelatih Tunggal Putra IndonesiaPelatih bulu tangkis tunggal putra nasional, Hendry Saputra. (badmintonindonesia.org)

Hendry sempat jadi semifinalis IBF World Grand Prix Swedia Terbuka 1984 dan English Master 1985, bagian dari tim putra Indonesia saat meraih medali perunggu di Kejuaraan Asia 1985 di Kuala Lumpur.

Namun, karier Hendry tak bertahan lama, karena ia harus pensiun pada 1988 akibat menderita hepatitis. Ia pun banting setir menjadi menjadi asisten pelatih PB Tangkas, hingga naik kelas jadi pelatih utama. Beberapa pemain dunia pun berhasil diorbitkan, di antaranya Hendrawan dan Liliyana Natsir.

Kemampuannya mengorbitkan pemain di PB Tangkas sampai 2011, membuat Hendry dilirik PBSI untuk jadi mentor pada 2012. Baru empat tahun kemudian ia dipercaya jadi pelatih kepala tim tunggal putra sampai 2021.

Kini, usai kontrak Hendry tak diperpanjang PBSI, tunggal putra kemungkinan besar bakal ditangani asistennya, Irwansyah. PBSI pun belum mengumumkan secara resmi siapa pengganti Hendry Saputra sampai saat ini.

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya