"Tim kami adalah kekuatan kami. Seperti yang sudah kami katakan bahwa kekuatan terletak pada jumlah anggota tim, dan di tim kami, siapa pun bisa menjadi penutup pertandingan, siapa pun bisa menjadi starter, siapa pun bisa masuk dari bangku cadangan, dan siapa pun bisa menyelesaikan pertandingan," ujar Nakase.
Kenapa Golden State Valkyries Bisa Juara WNBA Hanya dalam 2 Tahun?

- Golden State Valkyries menjuarai WNBA 2026 pada musim kedua setelah mengalahkan Atlanta Dream 68-63 di game ketujuh; Gabby Williams menjadi MVP Final.
- Investasi Joe Lacob menghadirkan staf berpengalaman, fasilitas modern, dan rekrutmen Gabby Williams, sementara Natalie Nakase membangun identitas pertahanan kuat serta permainan tanpa ego.
- Roster berpengalaman yang sesuai sistem, penyesuaian rotasi di final, dan dukungan fan yang memenuhi kandang memperkuat Valkyries hingga menjadi tim ekspansi tercepat juara WNBA.
Rekor baru terukir saat Golden State Valkyries menjadi juara WNBA 2026. Mereka berhasil mengalahkan Atlanta Dream dalam duel sengit pada 31 Oktober 2026 waktu Amerika Serikat. Tim yang bermarkas di San Francisco ini membekuk lawannya pada game ketujuh dengan skor tipis 68-63 di Chase Center, California.
Kemenangan ini spesial karena Valkyries kini tercatat sebagai tim ekspansi yang menjadi juara WNBA tercepat dalam sejarah. Mereka bahkan mampu menyapu bersih juara bertahan, Las Vegas Aces, pada semifinal. Hal luar biasa mengejutkan terjadi dalam kurun waktu singkat sehingga orang bertanya-tanya: kenapa Golden State Valkyries menjadi juara WNBA 2026 hanya dalam 2 tahun?
1. Merekrut talenta ber-DNA juara dan berinvestasi besar untuk terjun ke WNBA
Golden State Valkyries menjadi tim tangguh dalam 2 tahun berkat investasi serius manajemen untuk terjun ke WNBA. Joe Lacob, pemilik Golden State Valkyries, menjadi salah satu sosok penting di balik tim ini. Ia sendiri bukan orang baru di dunia bola basket. Sebagai pebisnis andal yang juga menjadi salah satu pemilik Golden State Warriors, targetnya tentu tidak pernah main-main. Ia ingin Valkyries juara WNBA dalam kurun 5 tahun.
Langkah mereka dimulai dengan merekrut staf dan pelatih dengan DNA juara. Lacob meminta manajemen merekrut Ohemaa Nyanin sebagai geneal manager (GM) dan Natalie Nakase sebagai kepala pelatih. Nyanin adalah mantan asisten GM New York Liberty yang turut berjasa mengantarkan mereka juara WNBA 2024. Natalie Nakase, di sisi lain, adalah mantan asisten pelatih Las Vegas Aces yang menjadi juara WNBA 2022 dan 2023.
Lacob juga menyulap bekas markas Golden State Warriors menjadi tempat berlatih para pemain Valkyries. Kompleks seluas 31.800 kaki persegi ini menyediakan fasilitas olahraga kelas dunia yang dilengkapi dengan dua lapangan basket, peralatan olahraga, dan pusat pemulihan canggih. Mereka bahkan punya ruang ganti khusus pemain yang terpisah dari para pemain Warriors di Chase Center dengan tema violet sesuai warna khas tim.
Dalam proses rekrutmen pemain, Lacob sendiri tidak segan turun langsung. Gabby Williams, wajah baru Valkyries, adalah salah satu incaran mereka.Pada musim kedua, Valkyries berhasil memboyongnya ke Ballhalla. Saat berstatus free agent, Lacob menemui Williams dan meyakinkannya untuk bergabung dengan Valkyries. Berkat visi dan investasi yang serius, Gabby Williams akhirnya mantap berseragam Valkyries dan terbukti menjadi pemain kunci dalam perjalanan juara.
Keterbukaan Joe Lacob sebagai pemilik Golden State Valkyries akan target dan ambisi ternyata menjadi sebuah manifestasi. Valkyries lahir dengan arah dan tujuan yang jelas. Manajemen pun memberikan modal yang mumpuni untuk mencapai ambisi besar mereka.
"Inilah yang terjadi saat kamu berinvestasi dalam olahraga perempuan," ungkap guard andalan Golden State Valkyries, Tiffany Hayes, yang kemudian dianggap sebagai pernyataan menarik dalam wawancara singkatnya saat merayakan gelar juara WNBA 2026. Mendengar hal tersebut, rekan-rekan setimnya dan fans bertepuk tangan dan bersorak-sorai. Mereka seolah menyetujui apa yang baru saja diucapkan pemain berusia 37 tahun itu.
2. Membangun identitas tim jauh sebelum roster terbentuk
Natalie Nakase, kepala pelatih Golden State Valkyries, menjadi sosok pelatih yang percaya diri. Ketika dipilih Joe Lacob untuk mengarsiteki Valkyries, Nakase berani menerima tantangan membawa mereka juara dalam waktu 5 tahun. Alih-alih menargetkan siapa pemain yang akan ia rekrut melalui draft ekspansi, pekerjaan rumah pertamanya justru dilakukan dengan menentukan identitas Valkyries itu sendiri.
Mereka sepakat untuk berorientasi kepada pertahanan dan permainan tanpa ego. Ini terdengar klise, tetapi ungkapan "the best defense is a good offense" terbukti menjadi strategi sederhana yang ampuh untuk menang. Dilansir ESPN, Veronica Burton, guard Valkyries, menceritakan masa-masa pelatihan saat Nakase tidak mengizinkan para pemainnya menyentuh bola sama sekali. Tidak ada latihan menembak, berlari, dan menyerang. Semua fokus berlatih untuk bertahan.
Atas konsistensinya menjalankan itu, Natalie Nakase dan Golden State Valkyries tercatat sebagai tim dengan pertahanan terbaik pada musim reguler WNBA 2026. Defensive rating mereka mencapai 99,3. Valkyries telah membatasi lawan-lawannya dengan hanya mencetak rata-rata 75,1 poin per game.
Selain dikenal sebagai tim dengan benteng pertahanan yang kuat, Valkyries juga dikenal solid dan penuh kepercayaan diri. Nakase menyebut tim ini sebagai ego-less team. Menurut laporan Sport Ilustrated, sang pelatih menyebut itu sebagai kekuatan utama mereka. Ia percaya kepada semua pemain di dalam Golden State Valkyries.
Golden State Valkyries memiliki kedalaman yang dibutuhkan di Final WNBA 2026. Natalie Nakase merasa leluasa untuk melakukan rotasi pemain, terlebih pada partai final, karena semuanya mau menuruti perintahnya. Ini bisa dilihat saat Valkyries mengalami kebuntuan dan menelan kekalahan beruntun di game 2 dan 3. Nakase beserta stafnya berusaha menjawab itu dengan melakukan penyesuaian. Di game 4, Tiffany Hayes dan Kaila Charles masuk sebagai starter menggantikan Cecilia Zandalasini dan Kayla Thornton. Keputusan itu membuahkan hasil. Valkyries mampu segera membalikkan keadaan dan unggul dari Atlanta Dream.
3. Membangun roster yang cocok dengan sistem
Golden State Valkyries cukup beruntung saat mendapatkan hak memilih pemain dalam draf ekspansi. Mereka leluasa mengambil unrestricted player dengan jam terbang tinggi. Sebab, Valkyries tiada tanding sebagai satu-satunya tim ekspansi kala itu. Berbeda dengan Portland Fire dan Toronto Tempo yang harus berebut pemain pada 2026.
Melalui draf ekspansi, Valkyries mendapatkan beberapa pemain berpengalaman. Sebut saja Veronica Burton, Cecilia Zandalasini, dan Kayla Thornton. Mereka adalah fondasi Valkyries sebelum mengontrak beberapa pemain muda yang cocok dengan sistem, seperti Janelle Salaun, Carla Leite, dan Kaitlyn Chen.
Meski menjalani debut tanpa pemain bintang, Golden State Valkyries berhasil menorehkan prestasi. Mereka lolos ke Playoff 2025 dan menjadi satu-satunya tim ekspansi dalam sejarah WNBA yang pernah ke babak pascamusim reguler pada tahun pertama. Ini pula yang menjadi alasasan Valkyries menarik minat para pemain free agent pada tahun berikutnya.
Pada musim kedua, mereka mendatangkan Gabby Williams dan Kiah Stokes, yang pada akhirnya menjadi faktor keberhasilan tim juara WNBA 2026. Williams, yang memang menjadi incaran sejak musim pertama, diboyong saat berstatus free agent berkat bantuan Joe Lacob. Sementara itu, Stokes, tiga kali juara WNBA bersama Las Vegas Aces, punya hubungan yang baik dengan Nakase, sehingga mau merapat ke San Francisco untuk membantu pelatihnya itu. Awalnya, Stokes diproyeksikan untuk menjadi pelapis Illiana Rupert, tetapi justru menjadi pemain inti karena Rupert hamil.
4. Dukungan fans yang loyal serta fondasi organisasi dan bisnis yang kuat
Layaknya anggota keluarga sendiri, lahirnya Golden State Valkyries disambut dengan hangat. Dukungan fans di San Fransisco begitu besar. Mereka antusias menjadi salah satu sumber tenaga terbesar bagi skuad. Loyalitas fans tidak pernah main-main. Mereka tidak segan mendukung Valkyries saat menjamu lawan-lawan di Ballhalla. Tiket pertandingan kandang selalu ludes terjual sejak hari pertama.
Valkyries memegang rekor penonton terbanyak dalam hal rata-rata (18.064) dan total penonton (397.408) pada 2026. Game 7 Final WNBA 2026 juga memecahkan rekor sebagai pertandingan final dengan pemirsa terbanyak dalam sejarah WNBA. Totalnya mencapai 3,3 juta pemirsa televisi.
Fans bisa melihat meriahnya supporter Valkyries dengan berbagai atribut serbaviolet dan kostum unik layaknya prajurit perang. Atmosfer magis itu terasa sampai layar kaca. Kultur seperti ini menjadi salah satu faktor penting yang membentuk tim tumbuh menjadi tangguh.
Basis penggemar yang besar, loyal, dan aktif ini berhubungan erat dengan ekosistem Golden State Valkyries lainnya. Dukungan suporter membuat mereka menjadi tim WNBA dengan nilai valuasi tertinggi, mencapai 850 juta hingga 1 miliar dolar AS (sekitar Rp13,3 triliun hingga Rp15,7 triliun). Valkyries juga menjadi tim profesional perempuan pertama di dunia yang berhasil menembus pendapatan tahunan sebesar 100 juta dolar AS atau sektar Rp1,84 triliun.
Pendapatan masif ini membuat Valkyries punya modal besar untuk memperbaiki infrastruktur dan fasilitas latihan serta menambah anggaran belanja dan gaji pemain. Ini merupakan kondisi positif sebagai organisasi.
Kesuksesan Golden State Valkyries menjadi juara WNBA hanya dalam 2 tahun bukan sekadar cerita luar biasa yang bisa disebar ke mana-mana, melainkan juga inspirasi untuk melakukan hal yang sama. Komisaris WNBA, Cathy Englebert, dalam wawancaranya bersama NBC Sprot Bay Area, mengatakan, Valkyries telah membuat cetak biru yang layak untuk ditiru tim WNBA, bahkan NBA. Dunia basket akan makin menarik saat tim-tim ekspansi menginvestasikan sumber daya mereka dengan baik.






















