Geramnya Fernandes Usai Banyak Hoaks soal Hubungannya dengan Carrick

Bruno Fernandes membantah kabar hubungannya dengan Michael Carrick memburuk dan menyebut banyak informasi di media sebagai kebohongan.
Fernandes menerima keputusan dicadangkan karena performa, sekaligus menegaskan kepercayaannya kepada Carrick, staf pelatih, dan pemain United.
Kemenangan 3-2 atas Roma mengakhiri rentetan sembilan laga tanpa kemenangan Manchester United di lapangan.
Jakarta, IDN Times - Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes, akhirnya buka suara soal rumor miring yang mengaitkannya dengan manajer Michael Carrick. Fernandes menegaskan, apa yang beredar di media terkait hubungannya dengan Carrick hingga posisinya di MU adalah kebohongan besar.
Semua berita bohong yang beredar, menurut Fernandes, menjadi salah satu penyebab dari krisis MU. Bahkan, Setan Merah makin runyam dengan berbagai isu yang beredar di media.
"Belakangan ini ada banyak spekulasi di media, banyak kebohongan mengenai hubungan saya dengan manajer dan hal-hal yang terjadi di antara kami. Kami sudah meluruskan semuanya," ujar Fernandes kepada Amazon Prime, mengutip BBC.
1. Selalu percaya dengan keputusan Carrick

Gelandang Manchester United asal Portugal, Bruno Fernandes (kiri), menunjukkan ekspresi frustrasi usai timnya kebobolan gol kedua saat menghadapi Hull City pada laga Premier League di MKM Stadium, Inggris, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Paul ELLIS / AFP) Segala keputusan Carrick di lapangan, ditegaskan Fernandes, selalu didukungnya. Bahkan, ketika dicadangkan oleh pria 42 tahun tersebut, Fernandes mengaku selalu menerimanya karena meyakini seluruhnya untuk kebaikan MU.
"Manajer mengambil keputusan untuk mencadangkan saya karena tidak tampil baik, dan itu adil. Semua orang mengira itu hukuman atas perkataan saya. Jika memang begitu, keputusan itu benar. Manajer adalah orang yang membuat keputusan," kata Fernandes.
2. Tetap percaya ke Carrick

Pelatih Interim Manchester United, Michael Carrick, bersama Bruno Fernandes (AFP / Andy Buchanan) Meski sudah dicadangkan, Fernandes mengaku masih percaya kepada Carrick, staf pelatih, dan para pemain MU tidak berubah. Dia bahkan menegaskan ambisi untuk bangkit dan terus meraih kemenangan masih berkobar.
"Hal itu tidak mengubah kepercayaan saya kepada manajer, staf, dan setiap pemain di klub ini. Itu juga tidak mengubah tujuan saya untuk memenangkan setiap pertandingan," ujar Fernandes.
3. Kemenangan atas Roma jadi momentum kebangkitan MU
Fernandes menegaskan, momentum kebangkitan MU sudah tercipta ketika bisa mengalahkan AS Roma di Old Trafford dalam drama lima gol, Rabu dini hari WIB (4/11/2026). Bagi Fernandes, kemenangan itu memang sangat dibutuhkan sebagai fondasi dalam membangun kepercayaan diri seluruh elemen tim.
"Ini semua soal mendapatkan hasil positif dan memenangkan pertandingan. Sudah lama kami tidak meraih kemenangan. Situasi ini membuat suporter dan kami juga frustrasi," kata Fernandes.



















