Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ketika Pengurus Masjid Bersaing dalam Kompetisi Tenis Meja

Ketika Pengurus Masjid Bersaing dalam Kompetisi Tenis Meja
Mujahidien Cup III 2026 tuntas terlaksana di Bekasi. (Dok. Istimewa)
  • Mujahidien Cup III 2026 di Bekasi mempertemukan 60 DKM dengan sekitar 360 pemain, memakai format beregu lima orang yang menggantikan sistem individu edisi sebelumnya.

  • Panitia bekerja sama dengan Rumah Sakit Nusantara untuk memeriksa tekanan darah dan kondisi umum peserta sebelum bertanding demi memastikan kesiapan fisik.

  • Turnamen turut dihadiri atlet tenis meja nasional untuk berbagi pengalaman dan teknik; DKM Baiturahman Rawa Lumbu menjadi juara, diikuti DKM Thaalib Al Azhaar sebagai runner-up.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Tak selamanya para pengurus masjid fokus pada kegiatan ibadah dan pengembangan kemakmuran rumah ibadah. Namun, mereka juga memikirkan kesehatan dengan menggelar sejumlah kegiatan olahraga hingga kompetisi.

Salah satu kompetisi yang digelar adalah Lomba Tenis Meja SSC Al-Mujahidien Cup. Turnamen ini sudah memasuki edisi ketiga pada 2026 dan mempertemukan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kota dan Kabupaten Bekasi. Mujahidien Cup III menghadirkan format pertandingan berbeda dibandingkan dengan dua edisi sebelumnya.

Jika sebelumnya pertandingan digelar secara individu, tahun ini panitia menerapkan sistem beregu. Setiap tim beranggotakan lima pemain dengan komposisi satu nomor tunggal dan dua nomor ganda.

  1. 1. Alasan turnamen menggunakan format beregu

    ilustrasi tenis meja (pexels.com/Oliver Wagenblatt)
    ilustrasi tenis meja (pexels.com/Oliver Wagenblatt)

    Ketua Panitia Pelaksana Lomba Tenis Meja SSC - Al Mujahidien Cup III, Taufik, mengatakan perubahan format tersebut menjadi salah satu inovasi yang dihadirkan pada penyelenggaraan tahun ini.

    "Yang membedakan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, kami mempertandingkan peserta dengan sistem grup. Masing-masing grup terdiri dari lima orang untuk dua ganda dan satu single," ujar Taufik dalam keterangannya.

    Perubahan format tersebut juga diikuti peningkatan jumlah peserta. Sebanyak 60 DKM dari wilayah Bekasi Raya ambil bagian dengan total sekitar 360 pemain yang berpartisipasi dalam turnamen tersebut.

    "Alhamdulillah, jumlah peserta tahun ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Pesertanya mencapai 360 orang yang berasal dari 60 DKM se-Bekasi Raya," kata Taufik.

  2. 2. Aspek kesehatan jadi perhatian peserta

    tenis meja
    ilustrasi tenis meja (freepik.com/jannoon028)

    Selain kompetisi olahraga, panitia turut memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan peserta. Bekerja sama dengan Rumah Sakit Nusantara, penyelenggara menyediakan pemeriksaan kesehatan sebelum pertandingan, seperti pengecekan tekanan darah dan pemeriksaan umum.

    Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi peserta sebelum bertanding, mengingat olahraga tenis meja tetap membutuhkan kondisi fisik yang prima.

    "Kami bekerja sama dengan rumah sakit. Sebelum pertandingan dimulai, kami mengecek kesehatan setiap peserta, terutama tensi darah dan pemeriksaan lainnya. Kami ingin memastikan kondisi peserta agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tutur Taufik.

  3. 3. Diramaikan kehadiran atlet tenis meja nasional

    Dokumentasi kegiatan Mujahidien Cup III 2026 yang telah tuntas terlaksana di Bekasi menurut keterangan foto.
    Mujahidien Cup III 2026 tuntas terlaksana di Bekasi. (Dok. Istimewa)

    Turnamen ini juga mendapat perhatian dengan hadirnya atlet tenis meja nasional. Kehadiran atlet tersebut diharapkan tidak hanya menjadi daya tarik, tetapi juga memberikan pengalaman dan motivasi bagi para peserta yang mayoritas merupakan pemain lokal.

    Menurut Taufik, para peserta dapat memperoleh tambahan wawasan mengenai teknik dan semangat berkompetisi melalui kehadiran atlet nasional tersebut.

    "Dengan hadirnya atlet nasional, kami berharap mereka bisa menularkan semangat juang dan prestasi serta berbagi pengalaman dalam permainan tenis meja. Peserta juga bisa melihat teknik-teknik yang diberikan selama pertandingan," ujarnya.

    Ke depan, panitia berharap Mujahidien Cup dapat kembali digelar pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain mempertahankan ajang silaturahmi antar-DKM, turnamen ini diharapkan mampu menjadi wadah untuk menjaring lebih banyak pemain potensial dari wilayah Bekasi Raya.

    "Mudah-mudahan tahun depan bisa kembali kami selenggarakan bertepatan dengan momen Hari Kemerdekaan RI ke-82. Mudah-mudahan juga bisa lebih banyak menjaring atlet daerah di Bekasi Raya untuk ikut serta," tutur Taufik.

    Berikut daftar juara Mujahidien Cup III 2026

    Juara: DKM Baiturahman - Rawa Lumbu

    Runner-Up : DKM Thaalib Al Azhaar - Rawa Lumbu

    Peringkat 3 : DKM SSC 2 Setu

    Peringkat 4 : DKM Jami At Taqwa - Rawa Pasung

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More