Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mantra Leo/Daniel di Final Asian Games 2026: Kapan Lagi?

2 min read
Mantra Leo/Daniel di Final Asian Games 2026: Kapan Lagi?
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menembus final Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. (Dok. PP PBSI)
  • Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin meraih emas ganda putra Asian Games 2026 usai mengalahkan Wang Chang/Liang Wei Keng 19-21, 21-13, 21-18 di Jepang.
  • Setelah kalah pada gim pertama, Leo/Daniel menjaga pola permainan, komunikasi, dan fokus. Mantra “Kalau enggak sekarang, kapan lagi?” menjadi pemacu mereka memaksimalkan kesempatan.
  • Emas ini menjadi respons atas sorotan penurunan prestasi Leo/Daniel serta menambah koleksi emas Indonesia menjadi tiga, setelah beregu putra bulu tangkis dan angkat besi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin ternyata punya "mantra khusus" saat menghadapi ganda putra China, Wang Chang/Liang Wei Keng, pada final ganda putra Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Kalimatnya sederhana, tapi cukup untuk menjadi cambuk semangat Leo/Daniel demi bisa menang atas Wang/Liang dengan skor 19-21, 21-13, 21-18 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Selasa (29/9/2026).

Memang, final tak berjalan mudah untuk Leo/Daniel. Sempat tertinggal di game pertama, Leo dan Daniel saling menyemangati untuk menjaga konsistensi permainan di dua game selanjutnya.

Daniel mengatakan komunikasi dengan Leo menjadi salah satu hal penting sepanjang pertandingan. Keduanya terus saling mengingatkan agar tidak kehilangan fokus ketika situasi pertandingan mulai sulit. Bahkan, Daniel bersama Leo sempat melontarkan kata-kata khusus yang menjadi mantranya.

"Terima kasih kepada Tuhan, bersyukur kami tadi saling mengingatkan di permainan. Terus, kami juga bilang satu sama lain, 'Kalau enggak sekarang, kapan lagi (juara)?' Jadi, kami mau memaksimalkan kesempatan yang sudah diberikan,” kata Daniel usai laga.

Hal senada juga diutarakan Leo. Menurut Leo, menjaga pola permainan dan komunikasi menjadi kunci bagi mereka untuk melewati pertandingan final. Leo juga mengapresiasi dukungan tim, suporter, dan seluruh pihak yang berada di belakang perjuangan mereka.

"Kami menjaga pola permainan dan komunikasi. Kami juga berterima kasih sudah dibantu oleh tim pendukung, suporter, dan semuanya. Alhamdulillah, berjalan lancar," ujar Leo.

Catatan head-to-head juga menjadi cambuk semangat untuk Leo/Daniel. Sebelum Asian Games 2026, Leo/Daniel sudah empat kali bersua dengan Wang/Chang. Tercatat, tiga pertemuan terakhir berakhir dengan kekalahan.

Terakhir kali Leo/Daniel menang atas Wang/Liang terjadi pada Singapore Open 2022 lalu dengan skor 21-18, 21-12. Ini menjadi pemantik semangat pasangan yang akrab dijuluki The Babies tersebut.

"Kan pertemuan terakhir, Alhamdulillah menang di Singapore Open. Saya sama dia, jadi eh kayak lebih buat motivasi aja. Kalau enggak sekarang, kapan lagi," kata Leo.

Medali emas tersebut terasa semakin penting bagi Leo/Daniel. Keduanya menyadari, perjalanan dalam beberapa waktu terakhir mendapat sorotan karena prestasi yang mengalami penurunan.

“Ini medali yang sangat penting ya buat kita berdua, buat keluarga, buat seluruh Indonesia. Kita tahu kita disorot karena prestasinya turun,” kata Leo.

Medali emas Leo/Daniel menjadi yang ketiga untuk Tim Indonesia di Asian Games 2026, Aichi-Nagoya. Sebelumnya, skuad Garuda sudah meraih emas dari nomor beregu putra bulu tangkis, yang juga diisi Leo/Daniel sebagai ganda kedua, dan cabor angkat besi melalui lifter putra, Rahmat Erwin Abdullah, di nomor 75 kg.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More