Comscore Tracker

Sewindu Bersama, Tontowi/Liliyana Buka-Bukaan di IMS 2019

Banyak tawa bersama ganda campuran kebanggaan Indonesia

Jakarta, IDN Times - Pasangan ganda campuran bulu tangkis Indonesia, Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad, menjadi salah satu pembicara di ajang Indonesia Millennial Summit (IMS) yang digelar IDN Times di Hotel Kempinski, Jakarta, Sabtu (22/1).

Owi, sapaan Tontowi, datang lebih dulu. Ia tiba sekitar pukul 13.58 WIB. Tak sampai lima menit kemudian Liliyana alias Butet muncul. Ajaibnya, keduanya menggunakan hoodie yang sama, sama-sama berwarna merah.

"Cii," sapa Owi begitu melihat Butet. Keduanya lalu berjabat tangan. Kehangatan memancar dari keduanya. "Eh sama (jaketnya)," kata Butet setengah berbisik. "Padahal gak janjian, ya!"

Keduanya kemudian naik ke atas panggung. Ratusan peserta yang telah menanti di ruang Nusantara, satu dari tiga ruang diskusi di Hotel Kempinski, langsung menyambut dengan tepukan tangan.

Dalam dikusi bertema "How I Won The Gold Medals" yang dimoderasi Wishnu Anugrah dari IDN Times, Owi dan Butet blak-blakan soal pengalaman, keharuan, serta masa-masa sulit mereka selama 18 tahun menggeluti dunia tepok bulu.

1. Curhat sempat ‘perang dingin' antara Owi/Butet

Sewindu Bersama, Tontowi/Liliyana Buka-Bukaan di IMS 2019Dok. IDN Times

Owi dan Butet dikenal sebagai pasangan yang kompak tak hanya di lapangan, tapi juga di luar lapangan. Namun untuk mendapatkan chemistry itu ternyata bukan hal yang mudah. Sebab butuh waktu dan proses yang tak mudah.

“Kan kita main berdua, bukan main sendiri. Kita harus komunikasi yang baik, harus satu visi,” kata Butet. “Ini yang sempat jadi masalah kami sebelum olimpiade (2016),” kata Butet. Dia mengakui dirinya dan Owi sempat perang dingin.

Namun perang dingin antar keduanya tak berlangsung lama. “Kita komunikasi baik, kita satukan visi,” kata Butet membocorkan rahasia untuk tak lama-lama ‘perang dingin’ dengan Owi. Berpasangan sejak tahun 2010, Owi/Butet mengaku baru mendapat chemistry antara keduanya pada tahun 2012.

Liliyana juga bercerita, Owi bukan merupakan pilihannya. “Dipilihkan sama pelatih. Ada pertimbangan khusus,” kata Butet. Sebelum dipasangkan dengan Tontowi, Butet berpasangan dengan Nova. Berpasangan dengan sosok yang lebih muda, menjadi tantangan untuk Butet agar dapat membawa Owi menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Dia motivator saya,” kata Owi memuji Butet. Disebut motivator, Butet hanya tersenyum. Senyum tak kalah lebar tampak dari wajah peserta yang memadati Nusantara Stage. “Motivator ya bukan partner?” canda Wishnu saat itu. “Partner sekaligus motivator,” tambah Owi.

Baca Juga: Selalu Kompak, Owi-Butet Ternyata Pernah Perang Dingin!

2. Curhat Owi dan Butet memutuskan jadi atlet

Sewindu Bersama, Tontowi/Liliyana Buka-Bukaan di IMS 2019Dok. IDN Times

Butet memutuskan untuk menjadi atlet sejak usia 9 tahun. “Seperti layaknya anak-anak 9 tahun, kita juga masih bimbang. Belum fix memilih bulutangkis,” kata Butet. Diakui Butet, sejak kecil dirinya memang menyukai olahraga. “Saya bisa basket, senang tenis meja,” kata Butet.

Sosok Sang Bunda, merupakan sosok yang mendorong Liliyana menjadi atlet bulu tangkis. “Mama suka bulu tangis. Jadi mama mendorong untuk coba fokus ke bulu tangkis,” kata Butet. Saat itu, menurut Butet, bulu tangkis memang sudah menjadi olahraga yang mendunia. Ditambah keberadaan senior bulu tangkis Indonesia yang sudah mulai punya nama seperti Susy Susanti.

Cerita serupa juga dialami Tontowi. Ia mengaku diperkenalkan kepada dunia bulu tangkis oleh orang tuanya. “Dulu saya senengnya apa ya? Seneng main-main aja lah gitu,” kata Owi. “Seneng cari keributan,” timpal Liliyana bercanda disambut gelak tawa peserta Indonesia Millennial Summit.

Sedikit berbeda dengan Butet, Owi justru mendapat dorongan penuh untuk terjun di dunia bulu tangkis. Dukungan dari orang tua ternyata menjadi unsur penting bagi Owi dan Butet untuk terjun ke dunia bulutangkis.

3. Butet mandiri sejak usia 12 tahun di Jakarta

Sewindu Bersama, Tontowi/Liliyana Buka-Bukaan di IMS 2019Dok. IDN Times

Pada usia 12 tahun, Liliyana Natsir harus menjalani kehidupan secara mandiri sepenuhnya. Bertekad menjadi atlet terbaik bulu tangkis, Liliyana harus rela ditinggal ibunda kembali ke Manado dan melanjutkan kehidupannya sebagai atlet seorang diri.

“Rasanya kayak kiamat,” kata Liliyana sambil tertawa. “Dunia kayak kiamat aja. Gak ada temen, jauh dari keluarga, karena kita di asrama,” kata Butet. Mendengar jawaban Butet, Owi tertawa.

Berusaha mandiri di usia belia, tak jarang situasi membuat Liliyana menangis. “Saya nangis. Tapi karena gengsi saya nangis di kamar mandi,” kata Liliyana tersenyum malu disambut tawa peserta IMS 2019.

“Fun fact, nih. Liliyana pernah mau makan nasi, tapi nasinya jadi bubur karena kebanyakan air mata. Bener, gak?” tanya Whisnu langsung pada Liliyana. “Betul,” jawab Liliyana malu-malu.

Hidup sendiri, sebagai orang luar daerah yang tinggal dengan mayoritas penghuni asrama lain yang berasal dari Jawa membuat Liliyana tidak mudah beradaptasi. “Itu perjuangan yang berat,” kata Butet.

“Tapi seiring berjalannya waktu, saya bisa menyesuaikan, jadi lupa pulang,” kata Liliyana kembali disambut tawa peserta IMS 2019, juga Owi.

Baca Juga: Liliyana Natsir Gantung Raket, Begini Cerita di Balik Keputusannya

4. Hidup ala juara dunia dari sisi Owi

Sewindu Bersama, Tontowi/Liliyana Buka-Bukaan di IMS 2019Dok. IDN Times

Menjadi pemain unggulan dan kebanggaan Indonesia, Owi dan Butet punya rutinitas kehidupan yang tak lepas dari latihan. Hal ini diceritakan Tontowi di panggung Indonesia Millennials Summit by IDN Times.

“Dari jam 7 sampai jam 9 saya latihan. Berhenti satu jam. Jam 10 latihan lagi sampai jam 12. Istirahat lalu jam 3 sampai jam 5 kadang-kadang setengah 6,” kata Owi menjelaskan panjang lebar. Rutinitas itu dilakukannya setiap hari. Rentetan jadawal yang disebutkan Owi ternyata tak berlaku untuk semua anggota Pelatnas Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

“Itu program buat saya,” kata Owi. “Karena tanggung jawab saya besar kan,” tambahnya sambil menunjuk ke arah Liliyana dengan sopan. Gerak tubuh ini mengundang tawa peserta IMS 2019. “Tanggung jawab saya ini,” katanya menunjuk Butet sambil tertawa.

Berpasangan dengan pemain senior dan juara dunia, membuat Owi tak bisa main-main ketika latihan. “Jadi kalau saya santai-santaian gak bisa. Saya harus latihan ekstra keras,” tuturnya.

Berdasarkan cerita Owi, bahkan ketika weekend pun, dirinya harus latihan setengah hari. “Porsi latihan beda sama yang lain,” katanya. Tak hanya latihan, makanan dan nutrisi pun diatur oleh PBSI.

“Makan ada dokter gizinya memang. Vitamin, protein, karbonya, semua dihitung,” kata Owi menjelaskan.

“Bohong. Kadang dia suka cheating. Nasi uduk. Nasi padang,” kata Butet menimpali disambut tawa. “Kadang-kadang boleh lah,” jawab Owi sambil terbahak.

5. “Dendam” Owi/Butet kepada pemain lain

Sewindu Bersama, Tontowi/Liliyana Buka-Bukaan di IMS 2019Dok. IDN Times

Menjadi juara dunia, perjalanan Owi/Butet tak luput dari beberapa kekalahan. Namun kekalahan ini tak membuatnya mendendam, justru memacu untuk bertanding lebih baik agar dapat mengalahkan lawan.

“Saya dendam, saya tunggu depan hall habis itu,” kata Butet membuat peserta tertawa terbahak. “Saya ajak teman-teman saya,” tambah dia tertawa. “Itu bercanda,” kata Butet lagi.

Salah satu pesaing berat yang pada akhirnya dapat dikalahkan Owi/Butet adalah ganda campuran China yang ditaklukkan pada babak semifinal Olimpiade 2016.

“Setelah selesai, bukan lega. Ketemu Malaysia ada beban, waduh gak boleh kalah,” kata Liliyana membuat tawa penonton pecah. Pasalnya, Indonesia memang kerap keras tak mau kalah dari negara tetangga yang satu itu.

6. Liliyana memutuskan gantung raket

Sewindu Bersama, Tontowi/Liliyana Buka-Bukaan di IMS 2019Dok. IDN Times

Tahun 2019 menjadi tahun terakhir Liliyana berkecimpung di dunia bulu tangkis. Usia bertanding di Indonesia Masters 2019 nanti, Liliyana akan pensiun atau gantung raket.
“Jadi sedih saya,” kata Owi menanggapi keputusan Liliyana. “Saya mendukung keputusan Ci Butet. Semoga bisa sukses juga di luar bulu tangkis,” kata Owi diamini Butet.

Suasana Nusantara stage berubah menjadi sedikit mellow ketika Butet bercerita soal keputusannya gantung raket. Keputusan ini ternyata sudah diambilnya sejak 2016 silam, namun dengan segala pertimbangan baru akan direalisasikan 2019 ini. Tepuk tangan memenuhi Nusantara Stage usai Liliyana bercerita.

7. Keponya Millennials terhadap Owi/Butet

Sewindu Bersama, Tontowi/Liliyana Buka-Bukaan di IMS 2019Dok. IDN Times

Di Indonesia Millennials Summit, peserta sesi dapat bertanya langsung kepada narasumber yang menjadi pembicara. Di sesi Owi/Butet, animo tinggi tampak dari para peserta. Beberapa pertanyaan diluncurkan pada kedua atlet terbaik Indonesia ini.

Pertanyaan pertama datang dari seorang peserta bernama Rudianto. Kepada Butet, Rudi menanyakan apa target dan strategi Butet untuk menjalani turnamen terakhirnya di Indonesia Masters 2019.

Menjawab pertanyaan tersebut, Butet mengaku tak ada persiapan khusus. Latihan yang ia
lakukan tetap sama. Justru persiapan dilakukan Butet untuk menghadapi farewell ceremony nanti.

PBSI diketahui akan melangsungkan perpisahan untuk Butet di final Indonesia Masters 2019 mendatang. Butet nantinya akan menyampaikan kata-kata perpisahan untuk publik bulu tangkis Indonesia. “Tegang juga saya,” kata Butet disambut tawa penonton.

8. Owi/Butet sabar meladeni permintaan selfie

Sewindu Bersama, Tontowi/Liliyana Buka-Bukaan di IMS 2019Dok. IDN Times

Usai menjalani sesi di Nusantara Stage, Owi/Butet tak langsung meninggalkan panggung. Mereka meladeni permintaan selfie dari peserta yang hadir.

Puluhan peserta langsung mengerumuni Owi/Butet dan bergantian minta dua legenda bulu tangkis itu untuk berselfie bersama. Dengan sabar, Owi/Butet meladeni selfie bersama peserta.

Sampai Owi/Butet menuju pintu keluar area Indonesia Millennials Summit by IDN Times pun, keduanya masih diserbu peserta yang ingin berselfie bersama. Tak sedikit pun wajah lelah dan wajah tak suka terlihat dari keduanya.

Dengan senyum dan keramahan, baik Owi dan Butet meladeni permintaan peserta IMS 2019. Wah, sudah legenda, jawara, ramah pula. Sukses selalu untuk Owi dan Butet.

Baca Juga: Liliyana Natsir Gantung Raket, Begini Cerita di Balik Keputusannya

Topic:

  • Dwi Agustiar

Just For You