Max Verstappen Kecewa Usai Gagal Menang di F1 GP Amerika Serikat 2026

- Max Verstappen finis ketiga di GP Amerika Serikat 2026, di belakang Kimi Antonelli dan Charles Leclerc, sehingga kemenangan beruntunnya terhenti di Circuit of The Americas.
- Verstappen menilai strategi ban soft dan medium, masalah mesin, serta pit stop lambat membuat performa RB22 tidak konsisten dan menghambatnya membangun ritme.
- Kendala start dan komunikasi radio kembali dialami Red Bull; dengan 236 poin dan selisih 129 poin dari Antonelli, Verstappen matematis tersingkir dari perebutan gelar.
Kemenangan beruntun Max Verstappen terhenti pada balapan utama Formula 1 GP Amerika Serikat yang digelar pada Senin (26/10/2026) dini hari WIB. Pembalap Red Bull itu finis ketiga di Circuit of the Americas (COTA). Verstappen melintasi garis finis di belakang Kimi Antonelli dan Charles Leclerc.
Verstappen tak menutupi kekecewaannya terhadap capaian di Negeri Paman Sam. Ia menilai ada sejumlah masalah yang menghambat dirinya dalam persaingan di barisan depan.
1. Max Verstappen harus puas finis ketiga setelah disalip Charles Leclerc pada fase akhir balapan
Max Verstappen sebetulnya punya modal bagus pada balapan GP Amerika Serikat 2026. Ia berada di barisan terdepan setelah mengamankan posisi start kedua saat kualifikasi. Namun, hal tersebut tidak serta-merta memudahkan Verstappen dalam perebutan posisi terdepan saat balapan.
Verstappen langsung mendapat tekanan dari duo Ferrari, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, tepat setelah lampu start padam. Kondisi ini menyebabkan dirinya kehilangan momentum untuk mengejar Kimi Andrea Antonelli yang memimpin balapan. Kemudian, Verstappen turun ke posisi kedelapan pada awal lap 14 akibat melakukan pergantian ban kepada jenis soft.
Verstappen kembali bercokol di posisi kedua pada lap 23 setelah menyalip Isack Hadjar. Bahkan, pembalap bernomor mobil 3 itu sempat memimpin balapan pada lap 25 usai Antonelli mengganti ban kepada jenis hard. Akan tetapi, keunggulan tersebut tak berlangsung lama karena Verstappen turun ke posisi kelima pada lap 32 menyusul pergantian ban kepada jenis medium.
Verstappen kembali bertengger di posisi kedua pada lap 47 setelah menyalip Lando Norris. Akan tetapi, ia turun ke posisi ketiga usai diasapi Leclerc. Posisi tersebut bertahan hingga pengujung balapan.
2. Max Verstappen mengeluhkan kesalahan strategi ban dan masalah mesin yang menghambat performanya di lintasan
Max Verstappen langsung menyoroti kekurangan Red Bull selepas balapan GP Amerika Serikat 2026. Pemilik empat gelar juara Formula 1 itu menilai timnya menerapkan strategi ban yang kurang tepat di COTA. Pemakaian ban lunak sejak awal balapan tidak berjalan seperti pada balapan di Sirkuit Sepang (Malaysia) dan Marina Bay Street Circuit (Singapura).
Pada dua balapan sebelumnya, Red Bull memiliki keunggulan karena mampu mengelola ban lebih lunak dengan sangat baik. Hal tersebut menjadi salah satu kunci kemenangan beruntun Verstappen di GP Bahrain dan Singapura. Sayangnya, pemakaian ban lunak justru membuat mobil RB22 tidak memperoleh daya cengkeram optimal.
Verstappen juga mengeluhkan masalah mesin yang kembali muncul di COTA. Ia kesulitan menjaga performa mobil, terlebih saat melibas tikungan. Perilaku mobil kerap berubah pada tiap putaran akibat permasalahan tersebut.
"Aku tidak bisa membangun ritme. Performa mobil tidak bisa konsisten. Selain itu, aku juga mengalami pit stop yang lambat. Terlalu banyak hal yang tidak berjalan baik pada balapan ini," keluh Max Verstappen dilansir Motorsport.
3. Masalah start serta komunikasi radio masih menghantui Max Verstappen dan Red Bull
Masalah Max Verstappen sepanjang balapan GP Amerika Serikat bukan hanya perihal strategi ban dan mesin. Ia kembali menghadapi kendala start dan komunikasi radio. Kedua masalah tersebut merupakan masalah berulang yang dihadapi Verstappen dan Red Bull di Formula 1 2026.
Terkait masalah start, Verstappen memang tidak kehilangan posisi pada lap pertama. Ia tetap berada di posisi kedua meski kehilangan momentum berduel dengan Kimi Andrea Antonelli. Walau begitu, kondisi tersebut akan berdampak buruk jika tidak segera dibenahi. Verstappen bisa saja kehilangan posisi lebih jauh pada balapan berikutnya sehingga kehabisan waktu untuk merebut posisi lebih baik.
Kemudian, kendala komunikasi radio membuat Verstappen kesulitan berkomunikasi dengan Tom Hart, insinyur balap yang menggantikan Gianpiero Lambiase, sepanjang balapan di COTA. Kejadian tersebut sebelumnya terjadi di Singapura sehingga memaksa Verstappen dan Lambiase menggunakan komunikasi berkode.
"Ini bukan kedua kalinya. Kendala tersebut sudah terjadi entah berapa kali sepanjang musim ini. Kami mungkin sebaiknya mulai berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Ini cara yang lebih murah," sindir Max Verstappen dikutip Motorsport.
Tambahan 15 poin tidak mengubah posisi Verstappen di klasemen sementara. Ia tetap berada di peringkat keempat lewat perolehan 236 poin. Namun, ia tidak lagi masuk pada pertarungan perebutan titel juara Formula 1 2026.
Verstappen berjarak 129 poin dari Kimi Andrea Antonelli. Poin maksimal yang bisa didapat dalam 5 balapan tersisa adalah 125 poin. Secara matematis, Verstappen terlempar dari perebutan gelar juara musim ini.




















