Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bobotoh Meninggal, Wacana Pengurangan Poin Super League Kembali Disinggung

2 min read
Bobotoh Meninggal, Wacana Pengurangan Poin Super League Kembali Disinggung
Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, saat menghadiri Wirasena Youth Camp di Taman Ismail Marzuki, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Tino).
  • Seorang suporter Persib meninggal setelah laga Garudayaksa FC kontra Persib Bandung di Stadion Pakansari, Bogor.

  • Erick Thohir kembali menyinggung sanksi pengurangan poin sebagai langkah untuk memberikan efek jera.

  • Polisi menangkap lima orang, sementara lokasi kejadian menjadi pertimbangan dalam penentuan sanksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Seorang suporter meninggal usai laga Garudayaksa FC kontra Persib Bandung dalam lanjutan Super League musim 2026/26 di Stadion Pakansari, Bogor, pada Minggu (25/10/2026).

Insiden tersebut kembali menjadi sorotan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Erick Thohir. Pria yang juga berstatus Ketua Umum PSSI itu pun kembali menyinggung sanksi pengurangan poin. Bukan satu atau dua poin, tetapi sebanyak-banyaknya untuk memberikan efek jera.

  1. 1. Kasus meninggalnya seorang Bobotoh masuk ranah pidana

    Langkah keras ini disampaikan Erick di tengah pengusutan kasus kematian seorang remaja berinisial ARK, yang merupakan suporter Persib. Korban ditemukan tergeletak tanpa nyawa di pinggir Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 50, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

    "Kalau masih terjadi, ya, hal seperti Kanjuruhan, ya, itu mohon maaf, sudahlah pengurangan poin sebanyak-banyaknya saja, biar ada jera," kata Erick di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Senin (26/10/2026).

  2. 2. Bisa dijatuhkan sanksi pengurangan poin?

    I.League sebelumnya memang mendukung penuh ancaman Erick soal sanksi pengurangan poin. Namun, kasusnya perlu dipilah berdasarkan lokasi kejadian.

    Karena insiden ARK terjadi jauh di luar stadion, kasusnya masuk dalam ranah pidana. Kasus kriminal semacam ini akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

    Sanksi pengurangan poin baru bisa diambil apabila pelanggaran keamanannya terjadi di dalam stadion atau area regulasi pertandingan, yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab klub. Erick juga menyatakan FIFA akan setuju dengan pemberian sanksi berat ini.

    "Kalau ditanya aturan FIFA, saya rasa jangan pernah pertanyakan aturan FIFA. FIFA juga mendengar aturan Republik Indonesia," ujar Erick.

  3. 3. Sebanyak lima orang sudah ditangkap

    Erick juga mengaku telah menghubungi Kapolres Bogor AKBP, Arfan Zulkan, atas insiden yang menghilangkan nyawa tersebut. Menurut laporan Arfan kepada Erick, pihaknya telah menangkap lima orang.

    "Alhamdulillah, pihak kepolisian sudah mengumumkan ada lima yang ditangkap atas penyerangan, dan tadi saya telepon Pak Kapolres langsung, ya Pak Arfan," kata Erick.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More