Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Garudayaksa Jarang Menang di Super League, Bagaimana Nasib Joksic?

2 min read
Garudayaksa Jarang Menang di Super League, Bagaimana Nasib Joksic?
Garudayaksa FC jumpa Persib di Super League. (IDN Times/Sandy Firdaus)
  • Garudayaksa FC kalah 1-2 dari Persib Bandung pada pekan ketujuh Super League 2026/27, membuat tim baru meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan.

  • Pelatih Milos Joksic mengakui catatan tersebut rendah, tetapi menilai jadwal berat dan skuad yang belum utuh dalam tiga laga awal turut memengaruhi hasil.

  • Joksic melihat performa tim membaik dalam empat laga terakhir dan menyerahkan keputusan mengenai masa depannya sebagai pelatih kepada manajemen Garudayaksa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Garudayaksa FC kembali menelan hasil kurang memuaskan di pekan ketujuh Super League 2026/27. Jumpa Persib Bandung di Stadion Pakansari, Minggu (25/10/2026), skuad asuhan Milos Joksic itu kalah dengan skor 1-2.

Buah dari hasil ini, Garudayaksa pun cuma menang sekali dari tujuh laga yang sudah mereka lakoni di liga. Akankah hasil buruk ini jadi sebuah pertanda yang buruk juga bagi Joksic selaku pelatih?

  1. 1. Sadar sudah torehkan catatan buruk

    Garudayaksa FC akan menghadapi Persib dalam laga kompetisi Super League Indonesia musim 2026 mendatang
    Garudayaksa FC jumpa Persib di Super League. (IDN Times/Sandy Firdaus)

    Dalam sesi jumpa pers pasca laga lawan Persib, Joksic menyadari, torehan Garudayaksa sejauh ini memang tidak memuaskan. Namun, dia sadar ada banyak faktor yang membuat itu terjadi.

    "Kami memiliki jadwal yang sangat berat. Ya, hanya meraih satu kemenangan tentu catatan yang rendah, terutama karena saya menghargai diri saya sendiri dan menghargai para pemain saya," ujar Joksic.

  2. 2. Tetap ada perkembangan yang terjadi

    Garudayaksa FC bertemu Persib dalam laga Super League, sebagaimana tercantum dalam keterangan pertandingan.
    Garudayaksa FC jumpa Persib di Super League. (IDN Times/Sandy Firdaus)

    Meski hanya menang sekali, Joksic mengaku tetap puas dengan performa para pemainnya. Dia bahkan melihat, ada perkembangan nyata yang ditunjukkan skuad Garudayaksa dari pekan ke pekan.

    "Namun, saya percaya pada pekerjaan saya dan kami bermain semakin baik dari hari ke hari. Tiga laga awal, kami tidak memiliki skuad yang utuh. Setelah itu, kami bermain jauh lebih baik dalam empat laga terakhir," kata Joksic.

  3. 3. Tetap pasrahkan nasib pada manajemen

    Pertemuan Garudayaksa FC dan Persib dalam pertandingan kompetisi Super League musim 2026 yang dinantikan.
    Garudayaksa FC jumpa Persib di Super League. (IDN Times/Sandy Firdaus)

    Terlepas dari itu, Joksic tetap memasrahkan nasibnya sebagai pelatih Garudayaksa kepada manajemen tim. Jika memang manajemen menilai kinerjanya buruk, dia siap dipecat dari kursi pelatih.

    "Saya berharap ke depannya Garudayaksa FC bisa menang. Tapi jika manajemen memiliki pemikiran yang berbeda, apa yang bisa saya lakukan? Jadi, soal nasib saya, itu adalah pertanyaan buat manajemen," kata Joksic.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More