Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Meet and Greet Bikin Raymond/Joaquin Kalah di Indonesia Masters 2026?

Raymond/Joaquin saat tampil di Indonesia Masters 2026
Raymond/Joaquin saat tampil di Indonesia Masters 2026. (IDN Times/Aditya Mustaqim)
Intinya sih...
  • Meet and greet setelah semifinal mengganggu fokus Raymond/Joaquin
  • Kritik terhadap spekulasi warganet tentang kekalahan atlet Indonesia
  • PBSI didesak untuk lebih tegas dalam melindungi atlet pelatnas
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gagalnya ganda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, naik ke podium tertinggi Indonesia Masters 2026 menyisakan kekecewaan bagi publik bulu tangkis Tanah Air. Kekalahan Raymond/Joaquin, dianggap sejumlah kalangan, bukan karena faktor teknis, tapi justru hal dari luar lapangan.

Kritik pun datang dari berbagai penjuru terkait manajemen atlet di luar lapangan, akibat Raymond/Joaquin bermain antiklimaks dan kalah dua game melawan wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, 19-21, 13-21. Apa yang terjadi?

1. Meet and greet yang disebut bikin hilang fokus

Raymond/Joaquin saat tampil di Indonesia Masters 2026
Raymond/Joaquin saat tampil di Indonesia Masters 2026. (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Ketua Masyarakat Pemerhati Badminton Indonesia (MPBI), Kurniadi, menyayangkan kegagalan Raymond/Joaquin. Selain karena kalah pengalaman dari Goh/Izzuddin, ada hal yang lebih krusial dan dianggapnya menjadi penyebab Raymond/Joaquin kalah dari Goh/Izuddin. Kurniadi menyoroti adanya agenda meet and greet yang dilakukan Raymond/Joaquin di salah satu booth area Istora setelah memenangkan semifinal yang melelahkan.

"Seharusnya waktu tersebut digunakan untuk istirahat dan pemulihan atau recovery agar fokus di final. Namun, energinya justru terpakai untuk acara seremonial. Ini sangat disayangkan," ujar Kurniadi dalam keterangannya.

2. Menjawab spekulasi dari warganet

Raymond/Joaquin saat tampil di Indonesia Masters 2026
Raymond/Joaquin saat tampil di Indonesia Masters 2026. (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Kritik ini sekaligus menjawab spekulasi warganet yang mempertanyakan apakah kekalahan tersebut disebabkan oleh fisik yang terkuras habis setelah menumbangkan dua senior di babak sebelumnya.

"Asumsi warganet itu ada logikanya. Tapi, setelah mengetahui ada agenda meet and greet sebelum final, menurut saya inilah salah satu penyebab utamanya," ujar Kurniadi.

3. Mendesak PBSI untuk melindungi atlet

Raymond/Joaquin saat tampil di Indonesia Masters 2026
Raymond/Joaquin saat tampil di Indonesia Masters 2026. (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Kurniadi mendesak PBSI untuk lebih tegas dalam memegang kendali atas atlet-atlet pelatnas. Terutama, mereka yang memiliki potensi besar untuk mengharumkan nama bangsa.

"Semoga ke depan hal yang dialami Raymond/Joaquin di Indonesia Masters 2026 tidak terjadi lagi. Kita tidak boleh mengorbankan prestasi besar demi acara-acara seremonial di tengah turnamen yang masih berlangsung," ujar Kurniadi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More

6 Pemain Bintang yang Pernah Berseragam Sevilla

29 Jan 2026, 14:00 WIBSport